Thursday , October 22 2020

Zaman Sudah Berubah, Benarkah Charging HP Kini Boleh Semalaman?!

Hingga sekarang, tak sedikit orang yang merasa khawatir atau takut hp-nya rusak gara-gara sudah lalai meninggalkan ponsel mereka dalam keadaan ‘charging’ semalaman. Namun benarkah tindakan itu dapat merusak baterai HP-nya?

Dulu sih mungkin, tapi sekarang tidak lagi. Semua itu berkat kecanggihan baterai modern lithium-ion. Baterai ini ternyata sudah dilengkapi dengan pengontrol yang dapat menghentikan proses pengisian ulang (charging) secara otomatis saat baterainya sudah penuh.

Jadi buat yang gadget-nya sudah pakai tipe baterai ini, jangan takut rumah kebakaran atau baterainya meledak saat nge-charge.

Satu-satunya hal yang mungkin harus dikhawatirkan adalah ponsel bisa terasa panas bila di-charge semalaman. Ini mungkin yang menjadi alasan kenapa HP sebaiknya tidak diisi ulang semalaman.

Selain mitos mengenai charging HP tadi, ada pula beberapa miskonsepsi lain seputar gadget yang sekarang tidak perlu dipercaya lagi. Apa sajakah itu?

1.Tunggu baterai 0% baru boleh di-‘charge’

Sekali lagi soal lithium-ion, baterai ini juga memiliki siklus charging yang terbatas. Contoh untuk iPhone hanya sekitar 500 siklus. Satu siklus berarti full charge, jadi dari 0% hingga 100%. Nah bila kamu mengisi ulang baterai saat kondisinya masih 90% menjadi 100%, maka itu artinya hanya 1/10 siklus saja yang terpakai.

Jadi supaya 1 siklus tidak segera terbuang, lebih baik charging ponsel beberapa kali sehari (jika ada waktu). Menurut ahli, tindakan ini mampu membuat baterai bisa lebih awet, khususnya jika di-charge kapan saja ketika level baterai antara 40-80%.

Memang sih di masa lalu, pakar HP menyarankan untuk menunggu baterainya habis dulu baru diisi ulang. Namun belakangan, kebanyakan baterai pintar zaman now sudah memuat alat untuk mengurangi kalibrasi. Walau demikian, jika ponsel tampak aneh seperti baterainya drop terlalu cepat, maka lakukan kalibrasi secara manual dari waktu ke waktu.

2.Kabel charger-nya tidak boleh dicolokin terus

Ada beragam alasan mengapa kabel charger selalu segera dicabut setelah dipakai, misalnya supaya tidak terjadi kebakaran akibat korsleting listrik hingga pemikiran semacam “ya ngapain dicolokin terus kalau nggak dipakai buat nge-charge”.

Beberapa situasi tadi, terutama di kota, memang bisa terjadi namun kemungkinannya sangat kecil. Jadi pada dasarnya, beberapa alasan di atas tidaklah tepat.

Sebenarnya tak mengapa bila kabel charger terus menancap. Hanya itu sebaiknya dicabut dalam beberapa kondisi berikut:

  • Rumah tidak memiliki perlindungan anti-petir sehingga sering mengalami korsleting dan listrik mati.
  • Ada binatang yang bebas berkeliaran di rumah. Dalam hal ini, hewan kesayangan bisa dengan mudahnya menggigit kabelnya sehingga lebih baik dicabut saja.
  • Rumah tetangga bocor sehingga airnya merembes ke dinding rumah kamu.
  • Charger-nya panas atau mengeluarkan bunyi ketika tidak dikoneksikan ke gadget. Ini artinya, charger tersebut harus segera diganti agar tidak terjadi kebakaran nantinya.

Intinya, selain dari 4 kondisi pengecualian tadi, tak mengapa kalau ingin mencolokkan kabel charger sepanjang waktu. Tapi, kalau tidakpun juga tak mengapa karena keputusan kembali ke tanganmu.

3.Laptop dapat rusak bila terus di-charging

Sama halnya dengan HP, baterai modern dalam laptop juga mampu menghentikan proses pengisian ulang ketika baterainya sudah full. Tapi, para ahli tetap merekomendasikan pemilik laptop untuk membiarkan baterai laptopnya drop hingga 0% (baru di-charge) sekali saja dalam sebulan.

Kesimpulannya, hal yang bikin gadget rusak sebenarnya adalah jika itu terlalu panas atau dipakai dalam kondisi buruk. Intinya, kebanyakan rusaknya produk itu karena kelalaian penggunanya, jadi bukan karena charger-nya.

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *