Proses pembuatan kaos kaki dapat ditempuh dengan berbagai cara mulai dari yang manual hingga yang menggunakan mesin modern. Anda sendiri sebenarnya juga bisa berkreasi membuat kaos kaki sendiri di rumah. Caranya? Simak proses pembuatan kaos kaki yang mau lewat berikut.

1. Proses Pembuatan Kaos Kaki Dengan Mesin Jahit

Sebelum masuk ke proses pembuatan kaos kaki, ada baiknya Anda memilih dulu bahan yang ingin digunakan. Karena bahan kaos kaki perlu sedikit elastis, maka bila ingin menggunakan baju bekas, pilihlah yang berasal dari sweater, kaus, atau legging. Namun kain baru seperti katun, poliester, atau linen yang mengandung sedikit spandex juga oke. Sekarang, mari kita simak tahap pembuatannya.

  • Potong bahan kaos kaki sehingga berukuran 60 x 60 cm.
  • Letakkan kaos kaki (yang sudah jadi) di atas kain, lalu potong sesuai pola tersebut. Namun jangan terlalu mepet, buat ukurannya lebih besar 1 cm. Untuk setiap kaki, Anda perlu 2 pola, jadi totalnya nanti ada 4 hasil jiplakan.
  • Sekarang saatnya menyatukan 2 pola menjadi 1 buah kaus kaki. Balik dulu kainnya sehingga bagian dalam kaos kakinyalah yang sekarang berada di luar, kemudian gunakan jarum pentul untuk menahan agar kain tidak bergeser ketika dijahit.
  • Jahit sekeliling pola kaos kaki dengan mesin. Untuk awalnya, gunakan pola jahit zig-zag. Ingat, jangan menjahit lubang untuk tempat masuknya kaki.
  • Selanjutnya, timpa jahitan zig-zag tadi dengan pola jahit lurus agar semakin kuat dan rapi.
  • Terakhir, balik kaos kakinya sehingga jahitannya berada di dalam dan cobalah.

2. Proses Pembuatan Kaos Kaki Dengan Merajut

Video Membuat Kaos Kaki Rajut

Selain memakai mesin jahit, kaos kaki juga dapat dibikin menggunakan teknik merajut. Namun tentunya, cara ini dikhususkan bagi orang yang memang mahir merajut saja.

Untuk ini, Anda perlu mengukur dulu lingkar telapak kaki lalukan kalikan dengan 4. Sebaiknya gunakan satuan inci saja supaya hasilnya lebih akurat. Contoh, jika keliling telapak kaki 30cm (12 inci), maka hasilnya adalah 12 x 4 = 48 inci. Dengan demikian, ukuran kaos kakinya nanti bisa pas.

Selanjutnya, gunakan angka tadi untuk mengkalkulasi berapa rajutan yang diperlukan. Kalau mengikuti hasil contoh tadi yang 48 inci, maka kira-kira butuh 48 rajutan.

Setelah merajut bagian telapaknya, teruslah merajut hingga ukuran kaus kaki mencapai panjang yang diinginkan.

Kurangi jumlah rajutan di setiap baris ketika ingin menciptakan penutup pada bagian jari yang rata-rata ukurannya memang lebih sempit. Sesekali coba di kaki sehingga Anda tahu apakah rajutan sudah mengikuti lekuk jari kaki.

Berikutnya, jahit kelimnya untuk mengubah rajutan menjadi kaus kaki. Masukkan benang rajut sepanjang kurang lebih 64 cm ke dalam jarum lalu ikat ujungnya. Tarik benang melalui bagian atas rajutan pada kelim kanan lalu tarik masuk ke bagian pelipit kiri sehingga kedua bagian ini menyatu membentuk semacam tabung. Terakhir ikat ujungnya agar rajutan tidak terurai.

3. Proses Pembuatan Kaos Kaki Menggunakan Mesin Modern

Video Proses Pembuatan Kaos Kaki

Proses pembuatan kaos kaki yang terakhir ini biasanya hanya dapat dilakukan oleh pengusaha yang mempunyai mesin khusus. Umumnya, semakin canggih mesinnya, semakin banyak dan bagus pula variasi rajutan pada kaos kakinya.

  • Pertama-tama, pelaku usaha akan menentukan dulu desain kaos kaki serta bahan yang mau dipakai.
  • Setelah itu, kaos kaki mulai dibuat menggunakan mesin khusus.
  • Begitu proses pembuatan selesai, tahap selanjutnya adalah pewarnaan kaus kaki.
  • Sesudahnya, baru kaus kaki masuk tahap QC (quality control) agar diketahui mana yang layak jual dan mana yang tidak.
  • Untuk produk yang lolos QC akan masuk tahap penjahitan pada bagian jari atau manset (jika ada), dan diikuti proses pemasangan logo.
  • Berikutnya, kaos kaki akan diproduksi massal menggunakan mesin, kemudian diperiksa lagi.
  • Terakhir, bagi kaos kaki yang lulus QC, kemudian masuk tahap pengemasan dan pengiriman ke distributor atau toko.

Penulis: Megsaroh