Tuesday , October 20 2020

Unsur Kimia Yang Termasuk Logam Miskin atau Pascatransisi

9 Logam Miskin atau Pascatransisi

 

1. Aluminium / Aluminum

Sifat dan Ciri-ciri:

  • Ringan tapi cukup kuat.
  • Tahan Korosi.
  • Warna mengkilat.
  • Konduktor / Penghantar Listrik yang baik.
  • Penghantar panas yang baik.

Penggunaan dan Aplikasi Aluminium:

  • Struktur pesawat terbang.
  • Rangka Etalase.
  • Rangka Pintu dan jendela.
  • Peralatan dapur ( Panci, Wajan ).
  • Peralatan Listrik ( Kabel ).
  • Sebagai Pembungkus ( Aluminium foil ).
  • Di dunia kimia, logam aluminium digunakan sebagai reduktor dalam berbagai ekstraksi ion logam dari larutannya.
  • Digunakan sebagai reduktor emas dalam proses sianidasi.
  • Aluminium klorida dan aluminium sulfat digunakan sebagai koagulan dalam proses penjernihan dan pemurnian air.
  • Botol dan tutup botol.

Aluminium dan Paduan/Alloy

Paduan aluminium dengan silikon hingga 15% akan memberikan kekerasan dan kekuatan tensil yang cukup besar, hingga mencapai 525 Mpa pada aluminium paduan yang dihasilkan pada perlakuan panas. Jika konsentrasi silikon lebih tinggi dari 15%, tingkat kerapuhan logam akan meningkat secara drastis akibat terbentuknya kristal granula silika.

B. Paduan Aluminium-Magnesium

Keberadaan magnesium hingga 15,35% dapat menurunkan titik lebur logam paduan yang cukup drastis, dari 660 oC hingga 450 oC. Namun, hal ini tidak menjadikan aluminium paduan dapat ditempa menggunakan panas dengan mudah karena korosi akan terjadi pada suhu di atas 60 oC. Keberadaan magnesium juga menjadikan logam paduan dapat bekerja dengan baik pada temperatur yang sangat rendah, di mana kebanyakan logam akan mengalami failure pada temperatur tersebut.

C. Paduan Aluminium-Tembaga

Paduan aluminium-tembaga juga menghasilkan sifat yang keras dan kuat, namun rapuh. Umumnya, untuk kepentingan penempaan, paduan tidak boleh memiliki konsentrasi tembaga di atas 5,6% karena akan membentuk senyawa CuAl2 dalam logam yang menjadikan logam rapuh.

D. Paduan Aluminium-Mangan

Penambahan mangan memiliki akan berefek pada sifat dapat dilakukan pengerasan tegangan dengan mudah (work-hardening) sehingga didapatkan logam paduan dengan kekuatan tensil yang tinggi namun tidak terlalu rapuh. Selain itu, penambahan mangan akan meningkatkan titik lebur paduan aluminium.

E. Paduan Aluminium-Seng

Paduan aluminium dengan seng merupakan paduan yang paling terkenal karena merupakan bahan pembuat badan dan sayap pesawat terbang. Paduan ini memiliki kekuatan tertinggi dibandingkan paduan lainnya, Aluminium dengan 5,5% seng dapat memiliki kekuatan tensil sebesar 580 MPa dengan elongasi sebesar 11% dalam setiap 50mm bahan. Bandingkan dengan aluminium dengan 1% magnesium yang memiliki kekuatan tensil sebesar 410 MPa namun memiliki elongasi sebesar 6% setiap 50 mm bahan.

F. Paduan Aluminium-Lithium

Lithium menjadikan paduan aluminium mengalami pengurangan massa jenis dan peningkatan modulus elastisitas; hingga konsentrasi sebesar 4% lithium, setiap penambahan 1% lithium akan mengurangi massa jenis paduan sebanyak 3% dan peningkatan modulus elastisitas sebesar 5%. Namun aluminium-lithium tidak lagi diproduksi akibat tingkat reaktivitas lithium yang tinggi yang dapat meningkatkan biaya keselamatan kerja.

G. Paduan Aluminium-Skandium

Penambahan skandium ke aluminium membatasi pemuaian yang terjadi pada paduan, baik ketika pengelasan maupun ketika paduan berada di lingkungan yang panas. Paduan ini semakin jarang diproduksi, karena terdapat paduan lain yang lebih murah dan lebih mudah diproduksi dengan karakteristik yang sama, yaitu paduan titanium. Paduan Al-Sc pernah digunakan sebagai bahan pembuat pesawat tempur Rusia, MIG, dengan konsentrasi Sc antara 0,1-0,5% (Zaki, 2003, dan Schwarz, 2004).

H. Paduan Aluminium-Besi

Besi (Fe) juga kerap kali muncul dalam aluminium paduan sebagai suatu “kecelakaan”. Kehadiran besi umumnya terjadi ketika pengecoran dengan menggunakan cetakan besi yang tidak dilapisi batuan kapur atau keramik. Efek kehadiran Fe dalam paduan adalah berkurangnya kekuatan tensil secara signifikan, namun diikuti dengan penambahan kekerasan dalam jumlah yang sangat kecil. Dalam paduan 10% silikon, keberadaan Fe sebesar 2,08% mengurangi kekuatan tensil dari 217 hingga 78 MPa, dan menambah skala Brinnel dari 62 hingga 70. Hal ini terjadi akibat terbentuknya kristal Fe-Al-X, dengan X adalah paduan utama aluminium selain Fe.

I. Aluminium Paduan Cor

Komposisi utama aluminium paduan cor pada umumnya adalah tembaga, silikon, dan magnesium. Al-Cu memberikan keuntungan yaitu kemudahan dalam pengecoran dan memudahkan pengerjaan permesinan. Al- Si memberikan kemudahan dalam pengecoran, kekuatan, ketahanan pada temperatur tinggi, dan pemuaian yang rendah. Sifat pemuaian merupakan sifat yang penting dalam logam cor dan ekstrusi, yang pada umumnya merupakan bagian dari mesin. Al-Mg juga memberikan kekuatan, dan lebih baik dibandingkan Al-Si karena memiliki ketahanan yang lebih tinggi hingga logam mengalami deformasi plastis (elongasi). Namun konsentrasi lebih dari 10% dapat mengurangi kemudahan dalam pengecoran.

Sumber: wikipedia

LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Al1326,9815386(8) 133
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 933 6601.220
Titik Didih 2.792 2.5194.566

2. Galium

Sebuah logam miskin yang jarang, dan lembut, gallium merupakan benda padat yang mudah melebur pada suhu rendah namun mencair lebih lambat di atas suhu kamar dan memang akan melebur di tangan. Terbentuk dalam jumlah sedikit dalam bauksit dan bijih seng. Penerapan pentingnya ialah dalam senyawa galium arsenida, digunakan sebagai semikonduktor, terutama dalam diode pemancar cahaya.

LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Ga 31 69,723(1)134
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 302 2985
Titik Didih 2.477 2.2043.999

3. Indium

Sifat dan Ciri-ciri:

  • Sangat lembut dan lunak ( dapat dipotong dengan pisau ).
  • Warna putih keperakan.
  • Sangat ulet.
  • Memiliki titik lebur lebih tinggi daripada natrium dan galium, tetapi lebih rendah daripada litium dan timah.
  • Indium ditemukan pada tahun 1863 oleh Ferdinand Reich dan Hieronim Theodor Richter dengan metode spektroskopi.
  • Indium adalah komponen minor dalam bijih seng sulfida dan diproduksi sebagai produk sampingan dari penghalusan seng.

 

Penggunaan dan Aplikasi:

  • Pelapisan bantalan pada mesin pesawat terbang.
  • Logam ini digunakan terutama dalam industri semikonduktor, pada logam paduan dengan titik lebur rendah seperti solder.
  • Segel vakum bertekanan tinggi.
  • Dalam produksi pelapis konduktif transparan indium timah oksida (ITO) pada kaca.
LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 In49114,818(3) 135
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 429 156313
Titik Didih 2.345 2.0723.762

4. Timah Putih / Tin ( Stannum )

Sifat dan Ciri-ciri:

  • Warna keperakan.
  • Mudah ditempa ( lunak ).
  • Tahan karat.
LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Sn50 118,710(7) 14 5
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 505231449
Titik Didih 2.875 2.6024.716

5. Talium

  • Sangat beracun.
LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Ti 81204,3833(2) 13 6
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 577 304579
Titik Didih 1.746 1.4732.683

6. Timbal / Timbel / Timah Hitam / Lead ( Plumbum )

Sifat dan ciri-ciri:

  • Warna kehitaman.
  • Berat.
  • Tahan Karat.
  • Beracun pada manusia.

Penggunaan dan aplikasi:

  • Sebagai bahan pembuatan pipa air yang tahan korosi.
  • Bahan pembuat cat.
  • Baterai.
  • Campuran bahan bakar bensin tetraetil.
LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Pb 82207,2(1) 146
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 600 327621
Titik Didih 2.022 1.7493.180

7. Bismut

  • Bersifat diamagnetik dan merupakan unsur kedua setelah raksa yang memiliki konduktivitas thermal terendah.

Penggunaan dan Aplikasi:

  • Magnet permanen yang kuat bisa dibuat dari campuran bismanol (MnBi).
  • Bismut digunakan dalam produksi besi lunak.
  • Bismut sedang dikembangkan sebagai katalis dalam pembuatan acrilic fiber.
  • Bismut telah digunakan dalam peyolderan, bismut rendah racun terutama.
  • Sebagai bahan lapisan kaca keramik.
LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Bi 83208,98040(1) 156
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 544 271520.
Titik Didih 1.837 1.5642.847

8. Polonium

LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Po84 210 16 6
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 527254489
Titik Didih1.2359621.764

9. Flerovium

  • Memiliki sifat-sifat gas mulia ketimbang sifat-sifat logam.
LambangNomor AtomMassa AtomGolonganPeriode
 Fi114289 14 7
Kelvin ( K )Celsius ( °C )Fahrenheit ( °F )
Titik Lebur 340 67160
Titik Didih 420 147297

 

Unsur kimia, Logam miskin atau logam pascatransisi, dilut.com

About Bas