Thursday , October 22 2020

Tujuan Pelatihan Emosi Dalam Pernikahan

Pertikaian ayah dan ibu dapat membahayakan kesehatan psikologis anak. Sebagai orang tua, Anda harus menjaga agar segala bentuk pertengkaran tidak dilakukan di depan anak. Itu adalah sebuah usaha yang tidak mudah. Berikut ini saya rangkumkan praktik pelatihan emosi dalam pernikahan Anda, yaitu:

Menghindari Kecaman

Kecaman yang saya maksud adalah ucapan-ucapan negatif tentang kepribadian kepada pasangan Anda. Lazimnya dengan cara mempersalahkan. Pada awalnya kecaman kecaman mirip dengan keluhan, dan keluhan dapat menjadi sesuatu yang sehat bagi sebuah hubungan, terutama jika salah satu pasangan merasa bahwa kebutuhannya tidak tercukupi. Tetapi ada perbedaan mendasar antara kecaman dan keluhan.

Keluhan itu ditujukan kepada tingkah laku tertentu, sedangkan kecaman menyerang kepribadian seseorang.

Berikut adalah contoh kecaman dan keluhan.

Keluhan :

“Kalau kamu merokok terus menerus, dan menghabiskan begitu banyak uang, aku khawatir keadaan keuangan kita.

Kecaman :

  • Kalau kamu merokok berpuluh-puluh batang sehari , besok kita berhenti beli beras.
  • Kamu tidak pernah membantu pekerjaan rumah, kamu selalu bikin rumah kotor.

Kalau keluhan hanya mengungkap fakta-fakta, sedangkan kecaman bersikap mengadili, menyatakan adanya kata seharusnya. Kecaman menyatakan pasangan hidup adalah orang yang tak berguna.

Kecaman itu seringkali merupakan ungkapan kekecewaan yang bertumpuk-tumpuk, dan amarah yang tak terselesaikan.

Menghindari Penghinaan

Penghinaan adalah saudara kembar kecaman, namun mendekati hal yang ekstrim. Pasangan yang menghina suami/istrinya, sebetulnya berniat untuk mencaci-maki atau secara psikologis melukai. Seringkali penghinaan muncul dari perasaan jijik, atau muak karena menolak perilaku pasangan Anda dengan balas dendam yang memenuhi pikiran Anda.

Penghinaan dapat menggerogoti kekaguman dan perasaan-perasaan cinta Anda berdua. Meskipun tak mudah, cobalah untuk berpikir bahwa Anda harus memenangkan perselisihan dengan pasangan hidup Anda untuk membuktikan bahwa Anda memiliki moral yang lebih baik, Anda memiliki diksi yang lebih manis. Lebih baik mengalah sesekali dalam sebuah pertengkaran. Mengalah untuk menjaga keharmonisan keluarga kecil Anda.

Sikap Bertahan

Apabila pasangan Anda merasa diserang oleh umpatan-umpatan yang penuh penghinaan, wajarlah jika ia bersikap bertahan. Namun sikap bertahan ini menimbulkan masalah besar dalam pernikahan Anda, karena mereka tidak saling mendengarkan ketika diserang.

Seringkali mereka berlaku dengan menyangkal tanggung jawab. Kunci untuk melepaskan komunikasi bertahan adalah dengan mendengarkan kata-kata pasangan Anda bukan sebagai sebuah serangan melainkan sebagai sebuah informasi yang berguna yang sedang diungkapkan dengan sangat jelas. Jelaslah ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.

Diam Seribu Bahasa

Apabila Anda dan pasangan tidak dapat mencapai perdamaian dan kata sepakat. Anda berdua cenderung akan diam seribu bahasa. Mendiamkan pasangan dalam islam diperkenankan dalam batas waktu 3 x 24 jam (3 hari saja). D

iam seribu bahasa terjadi karena pertengkaran tersebut terlalu seru dan salah satu pasangan melawan dengan jurus dinding batu yang diam tak memberikan reaksi apa pun. Kebanyakan yang diam itu kaum pria. Permasalahan seberat apa pun pasti ada jalan keluarnya, membicarakan dan mendiskusikan permasalahan tersebut dengan pasangan adalah sebuah pilihan yang lebih baik daripada diam seribu bahasa.

Anda punya pengalaman menarik lainnya? Atau pendapat yang berbeda, silahkan tuliskan pengalaman Anda pada kolom komentar. Senang sekali jika Anda berkenan membagikan artikel ini kepada teman-teman yang lainnya.

About Bas