Tuesday , October 20 2020

Tips Sehat Tanpa Timbunan Lemak

Apabila seseorang dalam kondisi yang sangat baik dan memiliki aktivitas fisik dan olahraga prima, ia akan memiliki penambahan cadangan lemak tubuh yang prima pula. Keadaan prima ini antara lain termasuk dalam perkembangan otot tubuh yang ideal. Meskipun otot tubuh berkembang prima, akan hadir pula peningkatan cadangan lemak dalam jumlah yang wajar. Dengan kata lain, orang tersebut selain berotot, juga akan sedikit berlemak.

Mengapa sekarang kita bisa menjumpai “manusia berotot” (nyaris tanpa lemak seperti Ade Rai? Mereka yang demikian ini bisa mencapai tujuannya dengan upaya sangat khusus. Ilmu gizi sekarang sudah sangat maju. Dengan pemberian preparat tertentu, kita bisa mengupayakan agar lemak di bawah kulit bisa dikikis habis secara maksimal.

Preparat atau makanan khusus itu misalnya phosphor-creatine, carnitine, chromium-picolinate, atau segala jenis susu yang sering Anda temukan untuk atlet binaraga. Makanan ini mampu memfasilitasi kondisi otot, sehingga selain berkemang prima lemak dibawah kulit juga bisa dikikis (hampir) habis. Pembakaran lemak dengan menggunakan cara ini cukup berbahaya, namun yang tidak diperkenankan adalah dengan membakar lemak menggunakan hormon steroid (golongan hormon laki-laki). Ini hasilnya maksimal namun efek negatifnya dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Menjaga Jantung Tetap Sehat

Mungkin Anda berpikir agar jantung tetap sehat, Anda harus mengurangi dalam mengkonsumsi lemak. Sebenarnya bukan lemaknya yang menjadi masalah namun jenisnya. Lemak jenuh dan lemak trans (asam lemak trans yaitu lemak buatan manusia yang terdapat dalam margarin, sebagian besar terdapat pada makanan yang dipanggang seperti biscuit, dan permen) yang terlalu banyak merangsang hati untuk menghasilkan lebih banyak kolesterol. Lemak jenis tersebut juga akan membuat darah lebih pekat dan mudah menggumpal.

Karena itulah sebaiknya Anda mengurangi mengkonsumsi lemak jenuh. Daripada menjalani diet rendah lemak, konsumsilah lemak dalam jumlah sedang dengan menyertakannya setiap hari.

Lemak Baik dan Lemak Jahat

Lemak yang Baik

Omega 3: terkandung dalam ikan air tawar, salem, sarden, (satu sampai dua kali seminggu), suplemen minyak ikan, daging, telur, menyak kedelai, kacang kedelai, dan sayur-sayur hijau.

Lemak tak jenuh tunggal :terdapat dalam minyak zaitun, alpukat, sebagian besar kacang-kacangan, ikan, dan ayam.

Omega 6: ditemukan dalam jagung, minyak kedelai, dan biji wijen, daging memberikan asam arachidonic.

Lemak yang Jahat

Lemak jenuh dan Trans: terkandung dalam daging berlemak, mentega, krim, susu, susu yang mengandung lemak, biskuit, kelapa, dan hidangan laut.

Bahaya Penimbunan Lemak di Pinggang

Dari semua jaringan lemak di bawah kulit tubuh , jaringan lemak di bawah kulit tubuh (pinggang) merupakan jaringan lemak paling labil, dengan kata lain jaringan tersebut paling mudah pindah ke darah. Kita mengenal adanya istilah middle age spread atau lemak perut usia setengah baya. Yakni pertumbuhan lemak perut yang lazim terjadi pada mereka yang berusia setengah baya.

Hal ini terjadi karena umumnya orang setengah baya makanannya cukup atau berlebihan tapi aktivitas fisiknya sedikit. Keadaan demikian akan menimbulkan kelebihan energy yang di timbun dalam bentuk lemak pinggang. Jaringan lemak pinggang ini dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol atau trigliserida darah dengan segala akibatnya. Penelitian ilmiah menunjukkan orang sehat memiliki rasio ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Lingkar pinggang idealnya untuk laki-laki di bawah 94 cm, dan 84 cm untuk perempuan. Pinggang buncit itu adalah lingkar pinggang 102 cm untuk laki-laki, dan 88 cm untuk perempuan. Selain tidak sedap dipandang mata, juga berbahaya karena kaitannya dengan kelebihan lemak darah (hiperlipidemia) dengan segala akibatnya.

About Bas