Thursday , October 22 2020

Tips Mengatur Keuangan Setelah Menikah

Mengatur keuangan saat masih single atau belum menikah dengan mengatur keuangan sesudah menikah tentu sangat berbeda.

Setelah menikah ada banyak pola pikir keuangan yang mesti dipertimbangkan. Bila sebelumnya Anda hanya mengalokasikan uang untuk kebutuhan pribadi, setelah menikah dirasa perlu pula mengalokasikan untuk kebutuhan keluarga kecil baru Anda. Intinya ada kebutuhan bersama yang tidak bisa dikesampingkan.

Hal ini sangat penting, terlebih bila salah satu pasangan yakni pihak istri tidak bekerja yang berarti pemasukan hanya berasal dari suami. Tidak perlu khawatir ataupun bingung karena berikut ini diberikan beberapa tips mengatur keuangan pasca menikah:

Mulai Menabung

Untuk melangsungkan pesta pernikahan bisa jadi Anda sudah merogoh tabungan sangat dalam. Adapun setelah menikah menjadi saat tepat untuk memulai menabung kembali. Bedanya Anda mesti mengucapkan selamat tinggal pada rekening terpisah. Pasalnya uang yang ditabung sudah menjadi milik berdua.

Oleh karena itu, Anda bisa membuat satu rekening giro atau tabungan bersama. Usahakan untuk memiliki tabungan paling tidak 6 bulan pengeluaran sebagai dana darurat. Selain itu, tabung dengan bijak guna mendukung kebutuhan di masa pensiun Anda dan pasangan nantinya.

Perbarui Penerima Manfaat

Perbarui penerima manfaat baik pada program pensiun reksadana, polis asuransi, atau surat berharga lainnya dengan nama pasangan Anda. Hal ini mungkin cukup sulit dilakukan terlebih karena belum adanya seorang anak. Akan tetapi, hal ini bisa menjadi satu kebutuhan terutama untuk meyakinkan pasangan yang Anda cintai. Alasan lainnya karena memang tidak ada orang kepercayaan lain yang lebih layak dipercaya sebagai penerima manfaat selain pasangan Anda.

Diskusikan Tentang Utang

Bila memang ada hutang usahakan untuk dibicarakan dengan pasangan. Hal ini penting guna mengambil keputusan dan cara paling tepat untuk melunasi hutang yang dimiliki. Pasalnya setiap pengeluaran keluarga mesti diketahui penggunaannya. Bagaimana dan untuk apa pengeluaran tersebut ada. Sebisa mungkin lunasi hutang yang ada. Hal ini agar lebih tenang dan tidak ada tanggungan.

Diskusikan pula dengan pasangan terkait perlu tidaknya pembatasan pengeluaran bulanan keluarga. Namun, memang ada baiknya membuat patokan berapa besar pengeluaran yang mesti dikeluarkan agar tidak didapati besar pasak daripada tiang. Penting pula membuat perbandingan pengeluaran dan menentukan kesepakatan. Jangan sampai satu orang berhemat tetapi yang lainnya malah boros.

Utamakan Pembelian

Menikah berarti ada kebutuhan yang digunakan bersama. Karenanya prioritaskan pembelian untuk kebutuhan keluarga daripada untuk pengeluaran lain. Misalnya Anda perlu mendaftar biaya kredi mobil, listrik, belanja bulanan, atau lainnya. Bila Anda dan pasangan menggunakan kartu kredit, hindari penggunaan kartu kredit dengan limit lebih dari kebutuhan. Konsolidasi kartu kredit Anda. Hal ini guna menekan pemborosan dan tentunya bisa lebih mudah melakukan pemantauan pengeluaran.

Beli Asuransi Jiwa

Setelah menikah jangan sungkan membeli asuransi jiwa. Hal ini penting guna saling melindungi satu sama lain. Kebutuhan ini pun semakin mendesak bila Anda masih memiliki tanggungan untuk orang tua dan anak. Jadi bisa dibilang asuransi jiwa yang dibeli berfungsi sebagai penjamin untuk orang-orang tercinta Anda.

Mengatur Dokumen

Pastikan Anda dan pasangan sama-sama mengetahui dimana letak dokumen penting disimpan. Misalnya dokumen pernikahan, kelahiran, info rekening investasi, akta, kartu jaminan sosial, bank, catatan pajak, dan dokumen penting lainnya. Hal ini guna memudahkan pencarian dokumen-dokumen tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

About Bas