Jika Anda memiliki bisnis yang terbilang menjanjikan, maka jangan sampai uang bisnis juga untuk uang pribadi. Sangat diperlukan pengaturan keuangan bisnis sejak awal Anda menjalankanya. Bukan cara yang rumit, asalkan Anda mau, maka tentu dapat melakukannya.

Tidak sedikit bisnis yang dijalankan orang menjadi bangkrut. Ada berbagai alasan yang membuat bisnis tidak dapat kembali dijalankan. Salah satunya adalah uang bisnis yang dicampur adukkan dengan uang pribadi. Sehingga yang terjadi adalah uang untuk berbisnis menjadi harus untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Sikap kurang profesional dalam mengatur keuangan bisnis harus jauh-jauh dari diri Anda.

1. Bedakan Dengan Jelas Antara Keuangan Bisnis Dan Pribadi

Bukalah rekening baru khusus untuk keuangan bisnis. Cara ini adalah agar antara keuangan bisnis dengan keuangan pribadi tidak tercampur. Jika Anda ingin membeli kebutuhan pribadi, maka ambilah dari tabungan pribadi. Jika Anda ingin membeli kebutuhan bisnis, maka ambilah dari tabungan bisnis. Harus jelas, mana yang untuk berbisnis dan mana yang bukan. Jangan sampai Anda tidak mampu membedakan keuangan di antara keduanya. Jika Anda tidak ingin tertukar ketika memasukkan uang ke tabungan, maka gunakan catatan untuk pengingat.

Kemudian simpan tabungan dengan tepat. Buku tabungan bisnis, simpanlah bersama dokumen-dokumen bisnis. Buku tabungan pribadi, simpanlah di tempat pribadi Anda. Sehingga Anda tidak akan tergoda untuk mengambil uang dari tabungan bisnis jika sewaktu-waktu saldo di tabungan pribadi Anda menipis. Hanya diri Anda sendiri yang harus tahu mana tanggung-jawab dan prioritas untuk membedakannya.

2. Perjelas Persentase Kebutuhan Bisnis Yang Dikeluarkan

Tentu akan ada pengeluaran tiap bulan dalam bisnis Anda. Agar tidak membuat saldo tabungan bisnis Anda habis, maka lakukan perincian secara jelas. Mulai dari kebutuhan apa yang memang harus dibeli setiap bulannya. Pembayaran apa saja yang memang perlu dibayarkan setiap bulannya. Semua harus tertulis dengan jelas. Kemudian jika Anda sudah tahu besarnya, maka pastikan setiap bulan hanya itu yang dikeluarkan. Tidak boleh lebih jika memang tidak memungkinkan. Memang kebutuhan sewaktu-waktu memiliki harga yang diluar target perencanaan. Namun tentu saja Anda tidak perlu membeli kebutuhan bisnis secara berlebihan alias boros.

3. Pembukuan Bisnis Yang Rapi Dan Terorganisir

Jangan sampai tidak ada pembukuan dalam menjalankan bisnis. Pembukuan berfungsi untuk melihat seberapa besar pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Pembukuan tentu meliputi banyak aspek. Seperti belanja bisnis, gaji pegawai, dan lain sebagainya. Semua harus tertulis jelas dalam pembukuan. Sebab sangat diperlukan laporan tutup buku setiap menjelang akhir bulan. Guna dapat melihat pergerakan bisnis yang Anda jalankan apakah cukup menguntungkan atau perlu dibenahi. Buatlah pembukuan secara rapi dan terorganisir. Mintalah bagian administrasi untuk mengatur pembukuan bisnis Anda. Sehingga Anda dapat mengeceknya setelah pegawai administrasi Anda selesai dengan pembukuannya.

4. Bijak Dalam Berhutang

Agar keuangan bisnis Anda tidak carut-marut lebih baik hindari berhutang. Berhutang bisnis melalui rentenir sudah jelas tidak akan pernah mampu dibayar hingga lunas. Yang terjadi adalah Anda akan terus membayar bunga, bukan hutang. Tidak perlu pula berhutang meskipun melalui badan resmi seperti bank. Cicilan yang harus Anda bayarkan malah akan membuat kacau pembukuan. Jika memang tidak mendesak untuk berhutang, maka tidak perlu. Namun jika memang perlu berhutang, pilihlah bank. Perlu dipahami bahwa keuangan bisnis akan tertata rapi, baik, bebas hutang selama selalu dikontrol oleh pemiliknya. Sehingga atur keuangan bisnis Anda dengan sebaik-baiknya sejak Anda mulai menjalankannya.