Wednesday , October 28 2020

Tips Mengajarkan Anak Kecil Pintar Mengelola Keuangan

Tidak ada salahnya jika Anda mengajarkan keuangan pada anak, walaupun anak tersebut berusia 5 tahun. Pada dasarnya setiap anak mempunyai keingintahuan yang sangat besar, selain itu setiap anak tentunya mempunyai keinginan yang bermacam-macam. Dari sinilah ada baiknya jika anak Anda diajari bagaimana cara mengelola keuangan.

1. Memperkenalkan Uang

Untuk mengajari keuangan pada anak ada baiknya jika anak Anda dikenalkan dengan uang. Pelajaran pertama adalah anak dapat belajar berhitung, dan yang kedua adalah anak akan dapat mengenal uang yang ada di tangannya. Anda tidak perlu memberinya uang terlalu besar, cukup uang receh atau uang puluhan ribu agar anak dapat menghitung dengan baik.

2. Ajak Menabung

Salah satu cara mengelola keuangan dengan baik adalah dengan menabung. Dengan menabung ini, maka anak akan belajar bagaimana membagi uangnya antara kebutuhan saat ini dengan apa yang diinginkannya.

Pada awalnya pelajaran seperti ini memang tidak mudah, terutama ketika anak masih sangat kecil, namun dengan berjalannya waktu maka pelajaran ini akan semakin efektif dan sang anak akan mengerti bagaimana cara menggunakan uangnya dan mendapatkan apa yang diinginkannya. Dengan mengajari anak menabung sejak dini, maka ketika dewasa kelak, anak tersebut akan dapat mengatur keuangannya dengan baik.

Pelajaran menabung ini akan efektif disaat sang anak menginginkan sesuatu dan uang yang dimilikinya tidak cukup. Pada saat ini Anda dapat meyakinkan pada sang anak, bahwa dia akan dapat membeli barang yang diinginkan, namun dengan cara menabung, atau menyisihkan uang jajannya. Berikan kepercayaan bahwa memang kelak jika uangnya terkumpul, maka sang anak akan mendapatkan apa yang diinginkannya.

3. Ajak dan Beri Contoh Cara Belanja Yang Benar

Ada baiknya jika anak diperkenalkan bagaimana cara berbelanja dengan baik. Kebanyakan anak-anak cenderung tergesa-gesa ketika membeli sesuatu.

Pada kondisi seperti ini anda dapat memberikan penjelasan tentang berapa harga barang yang diinginkannya, berapa uang yang sedang dipegang, dan apakah ada kembali untuk uang yang dipegang atau tidak. Pada kondisi ini anak akan belajar bersabar, dan juga belajar menghitung. Anak juga akan dapat belajar waspada jika ada seseorang yang berniat untuk memanipulasinya.

Anda juga dapat mengajarkan anak untuk berbelanja di Swalayan, dimana anak akan belajar bagaimana mencari kebutuhannya dan juga menghitung berapa banyak uang yang harus dimiliki untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan.

Jika Anda mengajarkan cara menata keuangan dengan baik sedari kecil, maka kelak ketika anak dewasa maka dia akan dapat mengatur berbagai macam kebutuhan hidupnya. Anak akan cenderung dapat bertahan dengan dana yang ada, dan bahkan mungkin sang anak akan belajar bagaimana cara mendapatkan uang, baik itu dengan bekerja atau dengan cara berbisnis. Semakin dewasa sang anak, Anda dapat mengajarkan bagaimana membuat pembukuan, agar uang yang dipegang dapat diatur sedemikian rupa.

Dengan mengajarkan anak sedini mungkin, maka anak akan waspada dan tidak ceroboh ketika memegang uang. Anak juga dapat belajar bertanggung jawab atas uang yang diterimanya.

Pada awalnya memang tidak mudah, karena anak lebih suka menghabiskan uangnya dengan membelikan berbagai macam makanan atau mainan kesukaannya. Namun dengan pengertian yang baik, dan juga kesabaran Anda sebagai orang tua untuk mengajari keuangan pada anak, maka lambat lain anak akan mengerti bagaimana cara mengendalikan uangnya.