Thursday , October 22 2020

Tips Mendidik Anak dengan Membuat Aturan yang Tegas

Saya merekomendasikan agar orang tua tidak begitu saja main perintah, dan memaksakan kehendak pada anak. Ini adalah sebagai bentuk kekerasan pada anak yang perlu dihindari. Namun bukan berarti rumah dibuat tanpa peraturan dan Anda mengizinkan anak berkelakuan buruk. Intinya, kita tidak boleh membiarkan anak berkelakuan buruk.

Adalah benar kita mengizinkan anak bertindak keliru, dan tidak memberondong anak dengan hujan petuah yang membahas kekeliruan mereka. Pelan-pelan, kita pun akan belajar, bagaimana cara memberitahu anak anak tanpa memberi tahu secara langsung apa kesalahannya.

Sejak anak masih kecil, kita menetapkan batas-batas baginya, batas-batas yang memagari perilakunya.

Seberapa cepat kita terbangun saat tengah tidur terlelap, dan bergegas menuju jeritan si kecil yang lemah di tempat tidur? Apakah kita mengizinkan bermain lempar makanan dari kursi bayinya? Apakah kita mengizinkan si kecil menampar ibu ketika marah? Bolehkah si kecil menyeberang sendiri di jalan raya? Bolehkah si kecil naik tangga eskalator tanpa Anda dampingi?

Sebagian orang tua membangun dinding dalam bentuk aturan yang tegas, sementara yang lainnya membiarkan anak merasa tidak aman dan takut melampaui batasan yang tidak jelas, atau samar. Anak nampaknya akan merasa aman bila didampingi orang tua yang kuat yang tidak menginginkan batasan yang mereka buat itu hancur. Anak akan kehilangan rasa hormat pada orang dewasa yang tidak bisa menerapkan batas, dan tak mampu membuat mereka yakin. Anak yang bersikap buruk tanpa keharusan menanggung akibatnya dengan “pengingat” berupa hukuman yang wajar, akan langgeng menjadi anak yang nakal.

 

Anak cukup beruntung jika orang tua memberikan batasan yang penuh kasih, sehingga ia bisa secara efektif mengendalikan emosinya, bahkan bisa membina hubungan yang harmonis dengan orang lain. Batas-batas ini membuat anak mampu mengembangkan rasa percaya diri. Sebagai hasilnya, ia akan lebih mudah diajari, dan akan terhindar dari kebiasaan berperilaku buruk, dan akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Ketika kita tidak memberikan batasan yang tegas, maka anak menjadi rendah diri. Dan ketika rendah diri, ia pun akan bertindak sesuai dengan perasaannya itu.

Cara Berbicara Kepada Anak

Untuk sebagian orang tua, menetapkan batasan berarti mengeluarkan perintah dan terus menerus memelihara batasan tersebut dengan lebih banyak suara nyaring, bahkan disertai kemarahan dan kekerasan. Konon semakin nyaris suara orang tua, semakin tegas batasan yang diberikan. Kita tidak perlu mengatakan kepada anak apa yang harus dilakukan, tapi kita letakkan beban pengambilan keputusan pada pundak kecilnya.

Gunakanlah kalimat yang mengajak berpikir anak Anda. Kalimat seperti itu menempatkan tanggung jawab untuk berpikir dan mengambil keputusan bagi si kecil, dengan tepat untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Anak belajar dengan baik dari kalimatnya sendiri, ketimbang perintah dari kita yang ditujukan pada dirinya. Mungkin saja anak mengerjakan apa yang kita perintahkan, motivasinya untuk taat datang dari ketakutan dan bukan dari suara dan pendapatnya sendiri.

Padahal anak merasa lebih yakin dari sesuatu yang datang dari kepalanya sendiri. Ketika anak memilih dari opsi yang ditawarkan, ia akan memikirkannya, maka ia pun membuat pilihan itu, dan pelajaran tertanam dalam dirinya. Itulah sebabnya , sejak umur 3 tahun orang tua harus mengajukan pertanyaan dengan kalimat mengajak berpikir:”jaket ini kamu bawa atau kamu pakai?” Bajunya mau pilih warna pink atau biru?”.

Kita tak perlu menggunakan kalimat yang perintah yang mengundang kekesalan,” Kenakan jaket kamu sekarang! Ayah sedang menonton MotoGP, diam- jangan berisik.”

Anak cenderung untuk menentang perintah, sebab baginya tersirat ancaman di sana. Ketika kita menyuruh anak, ia melihat itu sebagai pengambil alih situasi, sehingga ia tidak memiliki kontrol atas diri sendiri.

Nah, Anda pilih yang mana ? Menghujani anak dengan perintah atau sebuah pilihan yang membuat anak berpikir dan menjadikan hal tersebut latihan anak untuk belajar bertanggung jawab.

About Bas