Wednesday , October 28 2020

Tips Mendidik Anak Belajar Yang Menyenangkan

Sepanjang sejarah tidak ada anggapan yang lebih salah bahwa anak-anak tidak mau belajar. Sesungguhnya anak-anak sangat ingin belajar dan belajar segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Anak-anak mulai belajar sejak dalam kandungan dan pada saat dilahirkan semangat belajarnya semakin meningkat.

Belajar adalah petualangan terbesar dalam hidup. Belajar memang sangat diinginkan dan tak terelakkan dalam hidup. Belajar adalah permainan yang paling hebat dan paling menarik dalam hidup, Seorang anak yakin akan hal ini, kecuali bila kita berhasil meyakinkan mereka bahwa hal itu tidak benar.

Para pendidik dan Psikolog mengatakan bahwa kita tidak boleh mengajarkan anak-anak karena itu berarti merampas kegembiraan masa kecil mereka. Orang tua tidak boleh lupa bahwa belajar adalah permainan yang paling hebat dalam hidup, bukannya pekerjaan.

Belajar adalah hadiah bukan hukuman, belajar adalah menyenangkan bukan membosankan, belajar adalah suatu kehormatan bukan sesuatu yang memalukan. Orang tua harus selalu ingat akan hal ini dan jangan melakukan apa pun yang dapat menghancurkan bakat alami anak.

Anak-anak senang belajar, tetapi mereka tidak suka diuji. Dalam hal ini mereka seperti orang-orang dewasa. Menguji adalah lawan dari belajar, penuh dengan ketegangan. Mengajar anak merupakan hadiah yang menyenangkan baginya dan secara tak langsung membangun ikatan batin antara Anda dan si kecil.

Mengujinya seperti meminta pembayaran di muka. Semakin sering Anda mengujinya, semakin lambat ia belajar, dan semakin hilang keinginannya untuk belajar. Semakin jarang diuji, semakin cepat ia belajar, dan semakin besar keinginannya untuk belajar. Pengetahuan yang Anda ajarkan merupakan hadiah paling berharga bagi anak Anda, berikanlah dengan murah hati dan wajah penuh senyum, jangan dengan kekerasan, apalagi secara memaksa.

Apakah menguji itu?

Menguji adalah usaha untuk mencari tahu apa yang tidak diketahui anak. Sama saja dengan memojokannya dan mengatakan, “Bisa tidak beri tahu Ayah jawaban soal ini?” Anak sama sekali tidak menyukainya karena dia seolah-olah tidak dipercaya bahwa dia bisa mengerjakan soal tersebut, kecuali kalau dia bisa membuktikannya berkali-kali. Tujuan menguji adalah negatif karena ingin menunjukkan apa yang tidak diketahui anak.

Akibat dari terlalu sering menguji adalah menurunnya semangat dan keinginan untuk belajar. Jadi terlarang menguji anak Anda, dan jangan biarkan siapa pun melakukannya. Jadi tugas orang tua bukan menguji anak, namun memberi semua kesempatan untuk merasakan kegembiraan dan keberhasilan dalam belajar. Ia tidak bertugas menguji anaknya melainkan mengajarkannya memecahkan soal. Tujuan dari memecahkan soal adalah memberi anak kesempatan untuk menunjukkan apa yang dia ketahui, jika dia mau dan berkenan.

Anda harus siap untuk tidak menguji dia, tetapi mengajarkan apa yang ia ketahui tentang bagaimana cara memecahkan soal. Memecahkan soal dapat dilakukan pada akhir pelajaran. Ini akan menciptakan keseimbangan antara memberi dan menerima.