Tuesday , October 27 2020

Tips Menciptakan Taman Tradisional Gaya Jepang

Jepang dikenal sebagai negara yang konsisten mempertahankan unsur tradisional dan budayanya walaupun negara ini sudah mengalami kemajuan yang pesat di bidang teknologi dan ekonomi. Salah satu keindahan seni dari Jepang yang banyak dikagumi adalah seni pertamanannya. Walaupun desain taman tersebut sudah ada sejak berabad-abad lamanya, sampai sekarang ini seni pertamanan Jepang masih menjadi salah satu hal yang dijunjung tinggi. Pembuatan taman khas Jepang ini biasanya disebut dengan dengan Nihon Teien.

Pada dasarnya taman tradisional khas Jepang berusaha memadukan unsur – unsur alam seperti tanah, air, tanaman, dan bebatuan. Biasanya, taman tersebut juga memiliki ciri khas yaitu memiliki fitur yang fleksibel dan bagian tepi taman atau bordernya menggunakan tanaman daripada menggunakan dinding atau pagar. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan taman yang seperti miniatur lanskap outdoor asli. Selain itu, di taman tradisional tersebut juga nampak adanya perpaduan yang luar biasa antara unsur buatan manusia dengan unsur alam.

Desain lanskap dan taman ala Jepang secara garis besar terdiri dari 3 jenis yaitu Karesansui atau dry gardens, Chaniwa atau kebun teh, dan Tsukiyama atau tamanyang dibentuk seperti kontur tanah perbukitan. Jika Anda termasuk salah satu penggemar taman, tidak ada salahnya untuk memasukkan beberapa unsur taman khas Jepang di taman rumah Anda. Tetapi pada saat mengaplikasikan taman khas Jepang, konsep yang dipilih sebaiknya klasik supaya nuansa Jepangnya benar-benar terasa. Berikut ini adalah beberapa ornamen dan elemen yang biasa dihadirkan di dalam taman tradisional Jepang.

Lentera Batuan

Lentera adalah tempat yang di dalamnya diletakkan sebuah lilin, lampu, atau sumber cahaya lainnya sehingga terlihat menyala di saat malam hari. Lentera tersebut dapat dibuat dari bebatuan dengan bentuk seperti arca yang dikenal dengan ishidoro. Jenis lentera ini sudah ada sejak abad 6. Lentera tersebut biasanya di letakkan dekat air terjun mini, kolam, atau sudut lainnya yang menggunakan fitur air.

Lentera batu yang termasuk klasik terdiri dari 3 macam yaitu Taima-ji, Korean temple light, dan creative style. Taima-ji merupakan jenis lentera yang tertua dan berukuran cukup besar yaitu dapat mencapai 2 meter. Korean temple lights cenderung lebih pendek. Sedangkan lentera tipe creative style biasanya merupakan lentera yang dibuat sesuai dengan kreasi dan selera pemilik rumah.

Kolam

Taman Jepang sangat identik dengan fitur air sehingga fitur ini sangat penting untuk ada di taman Anda. Buatlah supaya air di dalam kolam tersebut mengalir, bukan air diam yang diganti berkali – kali. Namun menggunakan kolam yang airnya mengalir juga menuntut perawatan yang berkala, khususnya pada pompa penggerak aliran air tersebut. Jika hal ini dirasa merepotkan, pertimbangkan untuk membuat dry pond yaitu kolam yang diisi dengan batuan dan kerikil, bukan air. Tetapi batuan yang diletakkan di dalamnya bukan batuan biasa, tetapi kerikil atau batuan dengan permukaan yang cerah dan halus.

Tanaman

Di taman tradisional Jepang, tanaman yang dipilih biasanya seragam misalnya berdaun hijau semua seperti cemara atau bambu. Tetapi, Anda juga dapat menambahkan tanaman jenis lainnya yang dapat memberi sedikit warna berbeda seperti mawar, aster, atau lili. Jenis tanaman yang berwarna biasanya diletakkan di tengah tanaman hijau. Untuk jenis pohon yang memiliki bunga indah seperti pohon cherry, magnolia, dan maple biasanya ditanam di tengah – tengah. Pohon tersebut dapat menjadi titik fokus dari taman tersebut. Pohon tersebut akan terlihat indah pada saat bunga-bunganya bermekaran.

About Bas