Tuesday , October 20 2020

Tips Memulai Usaha Percetakan Untuk Pemula

Ketika Anda berencana menjadi entrepreneur, tapi bingung mau ngejalanin bisnis apa, maka coba saja buka usaha percetakan. Prospek bisnis ini terbilang cukup menjanjikan, mengingat jasa cetak pasti dibutuhkan oleh setiap orang. Mulai dari untuk fotocopy, ngeprint undangan, banner, brosur, poster, nyetak buku-buku, sampai bikin desain di keramik, kaca, ataupun kayu.

Nah, berikut ini akan Kami jelaskan tips-tips memperoleh penghasilan dari bisnis percetakan.

Check it out!

1. Pelajari Teknik Percetakan

Sebelum membuka bisnis percetakan tentunya Anda harus mempelajari seluk-beluk dunia cetak terlebih dahulu. Anda bisa berlatih dari kerabat yang sudah berpengalaman atau baca-baca tutorial di buku serta internet.

Anda juga harus bisa mencari agen kertas yang berkualitas, menguasai cara eliminating, serta teknik percetakan. Biasanya ada beberapa metode yang umum digunakan dalam percetakan, diantaranya metode digital printing, sablon, serta offset.

2. Siapkan Modal

Modal yang dibutuhkan untuk membuka jasa percetakan terbilang cukup besar. Tapi bergantung juga pada konsepnya, apakah Anda membuka percetakan khusus fotocopy dan ngeprint saja, ataukah untuk undangan, poster, mencetak buku, desain mug atau lainnya.

Bila Anda ingin membuka fasilitas lengkap, setidaknya sediakan budget sekitar Rp.15 juta. Modal tersebut perlu digunakan untuk membeli beberapa perlengkapan, seperti 1-2 unit komputer atau laptop, mesin digital printing, mesin cetak, mesin pemotong, seperangkat alat laminating, kertas, tinta dan cairan pembersih, software untuk desain, serta beberapa hiasan berupa frame dari produk Anda.

Di samping itu, Anda juga butuh modal untuk menyewa tempat percetakan, kira-kira harganya berkisar Rp 500.000- Rp 1.000.000/ bulan. Tapi bisa kurang atau lebih bergantung lokasi dan fasilitas. Namun bila rumah Anda cukup luas, maka bisa dimanfaatkan sebagai  ruang percetakan.

3. Pilih Lokasi

Lokasi percetakan sebaiknya di kawasan yang ramai, seperti dekat mall, kampus, sekolahan, atau perusahaan. Biasanya siswa dan karyawan adalah target pasar terbesar untuk usaha percetakan.

Namun tak hanya itu saja, guru dan dosen juga kerap membutuhkan jasa cetak untuk membuat modul pelajaran. Kemudian masyarakat umum untuk membuat undangan pernikahan atau khitan, serta pejabat yang biasanya memesan pernak-pernik pemilu seperti spanduk hingga poster.

4. Sediakan Fasilitas Lengkap

Untuk membuka jasa percetakan sebenarnya Anda bisa memberikan fasilitas yang sesuai kemampuan dan modal. Misalnya saja khusus untuk printing mug, bikin undangan, atau lainnya.

Namun jika Anda ingin profit yang lebih tinggi, lebih baik sediakan fasilitas lengkap. Mulai dari pelayanan jasa cetak undangan, fotocopy, bikin amplop, ngeprint modul atau surat jenis lainnya, kalender, sablon, poster, cetak buku dan sebagainya.

5. Pasang Tarif Terjangkau

Memasang tarif terjangkau bisa menjadi kunci untuk menggaet banyak pelanggan. Terutama bagi Anda yang masih pemula, sebaiknya jangan pasang harga mahal. Bukannya untung yang diperoleh, hal itu justru bikin bisnis makin sepi. Setidaknya untuk permulaan Anda harus pasang harga terjangkau dan perbanyak promo (memberikan diskon).

Untuk perkiraan harga cetak tentunya berbeda-beda tergantung pada jenis dan teknik percetakannya.

Contoh:

  • Untuk cetak buku kertas : sekitar Rp 100-Rp 300 per halaman.
  • Cetak softcover : sekitar Rp 25.000
  • Cetak hardcover : sekitar Rp 30.000-Rp 50.000
  • Cetak sablon kaos : sekitar Rp.40.000-Rp.60.000
  • Cetak digital printing brosur : sekitar Rp.3000-Rp.6000
  • Cetak banner bahan fronlite : sekitar Rp.13.000-Rp.65.000
  • Cetak banner bahan flexi China: Rp.15.000- Rp.25.000, flexi Korea: Rp.40.000, flexy Jerman: Rp.95.000, Backlite:  95.000-Rp.100.000
  • Cetak mug : sekitar Rp.13.000-Rp.25.000
  • Dan sebagainya.

6. Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Hal penting yang harus Anda perhatikan agar bisnis bisa awet dan laris-manis adalah utamakan kualitas. Pastikan Anda melayani setiap orderan konsumen dengan baik dan waktu secepat mungkin.

Namun bila Anda sudah terlalu banyak pesanan, jelaskan kondisi tersebut pada konsumen. Jangan berjanji memberikan layanan cepat jika Anda tidak mampu. Usahakan menerima setiap orderan, namun tetap perhatikan kualitas daripada kuantitas.

Demikianlah tips memperoleh penghasilan dari bisnis percetakan. Untuk lebih memahami tentang bisnis ini sebaiknya Anda bertanya dan mempelajari dulu secara mendalam, mulai dari proses produksi, administrasi, teknik dan sebagainya. Dengan begitu, Anda lebih siap dan menjadi pebisnis profesional.

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *