Saturday , October 24 2020

Tips Mempersiapkan Anak Masuk SD

Di sekolah dasar, tak ada lagi arena bermain seperti ayunan, perosotan, jungkat-jungkit seperti layaknya Taman Kanak-kanak. Jam belajarnya pun mulai padat, dari pukul 08.00 s/d 12.00 (bahkan lebih untuk sekolah Islam Terpadu). Masuk SD berarti anak mendapat lingkungan, teman baru, buku baru, dan lain sebagainya. Apa saja yang harus dipersiapkan anak untuk masuk SD?

Beri gambaran arti sekolah

Beri anak gambaran dari sekolah. Misalnya : Nak, di sekolah, kamu akan bertemu dengan teman-teman baru, guru baru, pelajaran yang seru, makan siang bersama, dan lain sebagainya. Dulu waktu ayah sekolah, ayah jalan kaki bersama teman-teman. Setiap pagi ayah akan mengantarmu ke sekolah. Perlihatkan foto-foto Anda ketika SD dulu, dan ceritakan kenangan lucu Anda bersama teman-teman sekolah.

Beri informasi menyenangkan

Beri informasi menyenangkan mengenai sekolah di SD. “Nak, kalau kamu masuk SD, kamu akan diajari membaca, dan menulis. Kamu nanti bisa baca semua buku cerita, kamu nanti dapat seragam baru, kamu dapat teman sekelas yang seru. Teman SD ayah dulu sekelasnya 40 orang, asyik kan?

Jelaskan alasan dan tujuan sekolah

Jelaskan mengapa ia harus sekolah, apa saja yang dia dapatkan dari sekolah. Katakan: Dengan sekolah kamu bisa meraih cita-citamu, sebuah mimpi yang bertanggal. Om dokter, Om pilot, Om Chef, Om polisi dulu juga sekolah. Kalau kamu diam di rumah saja, pasti kamu bosan, sekolah itu menyenangkan.

Kunjungi sekolah SD tersebut

Ajaklah si kecil untuk mengunjungi sekolah SD tersebut. Berkenalanlah dengan ibu guru dan bapak gurunya, kenalilh lingkungan sekolah tersebut, sehingga di upik nyaman untuk bersekolah di sana.

Ajak anak bermain peran

Agar anak bisa memahami secara nyata bagaimana kala ia duduk di SD, lakukan dengan cara bermain peran. Misalnya Anda (sebagai ayah/ibu) berperan sebagai ibu/bapak guru, dan anak menjadi murid. Aturlah tempat dan suasananya agar mirip ruang kelas SD sesungguhnya.

Usia anak untuk masuk SD adalah 7 tahun. Meskipun menurut hitungan usia, anak Anda sudah boleh masuk SD, jika anak belum siap mental sebaiknya anak tidak dipaksakan. Orang tua wajib menumbuhkan minat belajar dan semangat bersekolah. Tumbuhkan dulu kemandiriannya, kemampuan berinteraksi dengan teman, dan lain sebagainya.

Alangkah baiknya jika, sebelum resmi terdaftar sebagai siswa SD, anak diperbolehkan mengikuti kelas percobaan. Ini bertujuan sebagai masa orientasi anak pada sekolahnya yang baru, mengenal kelas, suasana sekolah, hingga mengenal guru-gurunya. Setelah anak betah, barulah Anda daftarkan sebagai murid. Dengan begitu anak sudah siap dengan lingkungan sekolah barunya. Jika anak tidak disiapkan, maka ia kemungkinan akan mogok sekolah, atau selalu mencari alasan untuk bolos dari sekolah.

About Bas