Wednesday , October 28 2020

Tips Membantu Anak Memecahkan Masalah Sendiri

Jika anak Anda mencari alasan mengapa sesuatu tidak dapat dilakukan, dia pasti akan menemukannya. Jika dia mencari cara yang tepat untuk mewujudkannya, dia juga pasti akan menemukannya. Ketika dia bercerita bahwa dia tidak dapat melakukan sesuatu doronglah dia untuk mencari cara yang bisa dilakukan untuk menuntaskan hal tersebut.

Jika dia tampak ragu-ragu, ingatkan dia pada keberhasilan lain yang pernah dia capai dan katakan padanya mencoba sesuatu walaupun akhirnya gagal lebih baik daripada kamu tidak pernah gagal, karena kamu tidak pernah mencoba. Bantulah memikirkan cara terdekat lain yang dapat anak Anda lakukan sendiri.

Anda yang bernafsu untuk memenangkan pertempuran secepatnya akan menyebabkan Anda jadi mudah dikalahkan.

Jika tujuan itu sepertinya mustahil dicapai, misalnya dia ingin bermain sepak bola, tapi di luar hujan deras. Mintalah dia untuk tetap bermain sepak bola dengan jas hujan. Sekedar hujan tak boleh melunturkan kegembiraan anak Anda, lagi pula dia pasti senang menari dan bermain air dalam hujan.

“Bahaya yang lebih besar bagi kebanyakan dari kita bukanlah gagal meraih tujuan yang lebih tinggi, melainkan berhasil mencapai tujuan yang terlalu rendah.” (Michael Angelo)

Cara Anda bereaksi pada anak yang lebih besar dapat mempengaruhi cara anak belajar memecahkan masalah. Jika Anda cepat-cepat membantu dia menyelesaikan masalah, dia akan mengandalkan Anda. Lebih mudah memang, karena Anda berdua tahu bahwa Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Namun, ketika Anda membantunya, Anda mengirimkan tiga pesan.

  1. Anda tidak percaya bahwa dia dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.
  2. Orang lain akan memecahkan masalah yang sedang dihadapinya.
  3. Dia bisa sering menghindari tanggung jawab dan tidak pernah belajar menjadi anak yang pantang menyerah.

Dia ibarat tanaman putri malu, sekali disentuh langsung kuncup. Setiap tahun banyak anak dari sekolah swasta mahal yang tidak naik kelas. Ini bukan karena mereka tidak dapat mengerjakan tugasnya, tetapi karena mereka tidak mau melakukan tugasnya. Mereka pemuja rasa malas.