Wednesday , October 21 2020

Tips dan Trik Menghadapi si Kecil yang Cari Perhatian

Anak Anda pemarah, suka bertingkah, atau Anda sering mendapat “surat cinta (panggilan) dari kepala sekolah akibat anak sering berkelahi dengan teman-temannya. Kak Seto bilang dalam buku Membantu Anak Balita Mengelola Amarahnya, terbitan Erlangga, itu adalah cara anak dalam mencari perhatian orang tua.

Rasa kasih sayang orang tua kepada anak harus ditunjukkan secara nyata sesuai dengan perkembangannya. Karena kemampuan anak untuk memahami sesuatu berbeda satu sama lain dan tergantung tingkat kedewasaannya. Kita perlu mewujudkan kasih sayang dalam bentuk yang kongkret, contohnya, belaian, pelukan, dan kata-kata. Dua ungkapan tersebut paling mudah diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orang tua kepada dirinya.

Permasalahan yang mungkin muncul adalah kasih sayang yang diberikan orang tua kepadanya belumlah cukup. Ia menginginkan seluruh perhatian orang tua kepada dirinya. Hal ini mungkin sulit dipenuhi karena orang tua harus berbagi perhatian dengan si adik, atau orang tua disibukkan pekerjaan freelance.

Kadang ada anak yang menarik perhatian orang tua dengan marah. Rasa marah merupakan cara yang digunakan anak bahwa dirinya membutuhkan perhatian orang tua. Mengapa anak menggunakan rasa marah untuk menarik perhatian orang tua? Salah satunya kemungkinan karena orang tua sibuk bekerja. Selama orang tua bekerja ia dititipkan pada nenek, pengasuh, atau asisten rumah tangga. Setiap hari anak hanya bertemu orang tua pada pagi dan malam hari menjelang tidur. Mereka baru berkumpul bersama pada saat akhir pekan, sementara anak membutuhkan perhatian yang lebih dari itu.

Efek Bila Anak Merasa Tidak Diperhatikan

  • Hubungan anak dan orang tua secara emosional menjadi jauh, karena ia merasa orang tua tidak lagi menyayangi dan memperhatikan dirinya.
  • Anak menjadi pribadi yang sukar diatur
  • Anak menjadi semakin agresif, misalnya: ia sering berkelahi di sekolah dan memukul teman-temannya. Cara ini seringkali digunakan untuk menarik perhatian yang lebih besar dari orang tua.
  • Anak akan cenderung mengembangkan sikap mental yang cenderung tidak suka melihat orang lain senang, karena ia merasa pahit dengan dirinya sendiri.

Tips dan trik yang dapat Anda lakukan untuk menghadapi si kecil yang cari perhatian adalah sebagai berikut:

1. Tetap bersikap tenang

Bersikap tenang, jangan terburu-buru panic dan berusaha memenuhi segala keinginan si kecil ketika ia marah. Adalah wajar jika seorang anak marah karena kebutuhannya dan keinginannya akan kasih sayang tidak terpenuhi, namun mengikuti semua keinginan anak akan memberikan dampak buruk, karena kemungkinan ia akan mengulangi hal yang sama untuk mendapat perhatian.

2. Gunakan humor untuk mencairkan suasana

Godalah dan gelitik anak, sambil menanyakan kenapa ia marah. Terkadang cara ini berhasil. Minta maaflah kepada anak sekaligus jelaskan mengapa Anda tidak dapat memberikan seluruh perhatian kepadanya. Gunakan kalimat sederhana yang mudah dipahami anak.

3. Gunakan kalimat positif

Hindari menggunakan kata “tidak” atau “jangan” kepada anak, yang akan membuat ia reaktif. Atur nada suara ketika Anda berbicara dengan anak, tenang dan jangan berteriak atau mengomel. Tidak boleh ada nada marah.

4. Yakinkan ada cara yang lebih baik untuk mendapatkan perhatian

Katakan kepada anak bahwa kemarahan belum tentu menyelesaikan masalah , ada cara lain yang efektif untuk menyelesaikan masalah, misalnya dengan mengatakan apa yang ia butuhkan kepada orang tua. Yakinkan kepada anak, bahwa cara ini lebih baik daripada marah. Jika anak menuruti Anda dan berperilaku baik, berikan perhatian lebih dan pujian yang tulus.

5. Ajarkan anak untuk bersikap sabar

Sesuatu yang diinginkan oleh anak belum tentu ia dapatkan dengan segera. Mungkin saja ia baru mendapatkannya beberapa saat kemudian. Begitu juga dengan perhatian orang tua. Ada kalanya orang tua sibuk dan tidak dapat diganggu. Karena itu, penting untuk mengajarkan anak bersabar . Anak perlu diberikan pengertian bahwa untuk mendapatkan apa yang diinginkan perlu waktu dan usaha. Berikan semangar padanya untuk bersikap sabar menghadapi persoalan apa pun dan pujian bila ia mampu bersabar.

6. Berikan timeout pada anak dan Anda sendiri

Jika merasa sangat kesal dan takut kehilangan kontrol, berikan time out bagi Anda dan anak untuk menenangkan diri. Timeout dilakukan dengan membiarkan anak di suatu ruangan yang tenang. Gunakan kalimat positif, misalnya: “Tenangkan dirimu dulu sampai kamu merasa lebih baik.” Jangan katakana,”Masuk kamar sekarang dan jangan keluar sampai kamu memperbaiki tingkah lakumu” Time out sangat berguna bagi anak yang berusia 3-5 tahun karena anak mulai dapat diajak bekerja sama untuk mengungkapkan perasaan marahnya.

About Bas