Wednesday , October 21 2020

Tips Bersabar Agar Kita Tidak Sering Memarahi Anak

Tahu tidak, kadang  anak-anak itu  dihadirkan ke dunia ini untuk menguji kesabaran kita sebagai orang tua. Mereka memang sering bertingkah hingga kesabaran dan energi kita habis. Padahal kita dituntut untuk memberi contoh yang baik pada mereka. Jika kita sering marah dan berkata kasar, itulah yang akan mereka contoh. Kita tidak mau itu terjadi kan?

Coba deh sebelum marah, lakukan 6 tips ini agar kita tidak cepat memarahi anak:

1. Fokus dan Tetap Tenang

Anak-anak memang kadang benar-benar menguji kesabaran kita sampai pada puncaknya. Apalagi jika kita seharian beraktivitas dan sudah kelelahan. Hingga rasa amarah pun dengan mudah akan meledak.   Apa yang harus dilakukan? Tarik nafas dalam-dalam, berdoa dalam hati, mulai berhitung hingga amarah mulai berkurang.

Bisa juga dengan cara menjauh dulu dari situasi itu.  Ada yang langsung mandi untuk mendinginkan kepala. Meluapkan amarah dengan teriak juga bisa loh. Intinya, banyak cara meluapkan amarah selain memarahi mereka dengan cara kasar. Saat kita sedang sangat-sangat kesal dan marah, kita bukan diri kita sendiri. Setelah semua reda, kita akan merasa menyesal.Ingat loh, jika memarahi mereka dengan kasar, luka batin akan lama sembuhnya hingga mereka dewasa nanti.

2. Manjakan Diri Sendiri Itu Tidak Ada Salahnya

Rutinitas mengurus rumah tangga dan anak-anak bisa membuat tubuh kita kehabisan energi. Jika sudah begitu maka emosi pun akan mudah terpancing. Sehingga apapun yang anak kita lakukan pasti akan memancing amarah.

Ada baiknya jika kita sedikit memanjakan diri sendiri. Bisa dengan jalan-jalan ke taman, bertemu dengan teman, ke salon, membaca buku atau menonton film kesukaan kita. Apapun itu yang penting bisa membuat tubuh kita kembali segar.

Walaupun waktu terasa padat dan tidak ada celah untuk ”me time”, tetap luangkan waktu. Meluangkan 1 jam dalam satu minggu atau satu bulan tidak akan membuat rumahmu jadi berantakan kan? Tubuhmu juga perlu diperhatikan dan disayang. Jika tidak, bukan hanya kamu yang jadi korbannya, anak dan suami pun akan terkena imbasnya.

3. Latihan Berkata Halus dan Ramah

Berkata halus, ramah dan tenang itu perlu latihan. Perilaku positif akan ditiru oleh anak- anak kita di rumah. Sekesal apapun kita, cobalah untuk berbicara dengan kata-kata yang ramah. Latihan ini perlu didukung dengan ”pembersihan” hati kita dari rasa marah. Jika kita kesal dan tersimpan dalam hati, maka walaupun suara kita sudah halus dan tenang tetap akan terlihat dari ekspresi wajah kita. Ekspresi susah dipungkiri dan anak bisa langsung melihatnya.

Jika kita terbiasa berbicara dengan nada tinggi dan keras, maka anak pun akan menirunya. Saat dewasa nanti, mereka akan berbicara seperti itu juga pada kita atau pada orang lain. Kita tidak mau itu terjadi kan?

4. Beritahu Apa Yang Harus Mereka Lakukan

Berkata “tidak” atau “jangan” adalah kata-kata negatif yang justru akan dilakukan oleh anak-anak. Misalnya, jika kita berkata : “Jangan lompat!” maka ia sudah dipastikan akan melompat. Karena yang dipahami anak-anak adalah kata ”melompat”nya saja. Daripada mengatakan “jangan lompat”, sebaiknya katakan saja “”Turun pelan-pelan dari kursi” atau “Kaki tetap di lantai ya.”

5. Pendekatan Sebagai Teman

Bagi mereka kita adalah teman dan sahabat pertama dalam hidupnya sebelum ia mengenal orang lain. Jadi saat anak-anak mulai bertingkah dan melawan kita daripada kita ikut berteriak dan memukul mereka. Cobalah untuk duduk saja di sebelahnya. Menggosok kepala dan punggungnya. Jika mereka menolak, duduk saja sebelahnya sambil tersenyum dengan tulus dan katakan : Ibu tetap mencintaimu walaupun kamu marah dan berperilaku buruk.

Lawan saja setiap teriakan amarahnya dengan senyum dan tetap mengatakan :”I love you sayang”. Dengan begitu, amarah mereka tidak akan terus memuncak dan meledak. Lama-lama juga akan reda.

6. Dengarkan Apa Yang mau Ia katakan

Kaadang-kadang kita sebagai orang tua merasa selalu benar. Saat anak berusaha untuk menjelaskan versinya terhadap suatu situasi, kita sudah tidak mau mendengar. Amarah sudah menguasai kita untuk bisa berpikir jernih. Jadi tenangkan hati dan dengarkan apa pembelaan diri mereka. Pendapat mereka wajib didengarkan juga agar anak terbiasa mengungkapkan pikirannya penuh percaya diri dan tanpa rasa takut.

About Bas