Wednesday , October 21 2020

Tips Memilih Tempat Kursus untuk Anak

Bolehkah anak-anak yang maru berusia 3 tahun di daftarkan aneka kursus? Anda ingin agar si kecil tak hanya dibekali pelajaran akademik di sekolah, tapi Anda ingin si kecil memiliki keterampilan khusus yang berguna bagi masa depannya. Karenanya orang tua masa kini begitu antusias mengenalkan berbagai keterampilan ekstra kepada si kecil dengan memasukkannya ke berbagai lembaga kursus. Kursus music (piano), kursus renang, taekwondo, dan lain sebagainya.

Hal ini tentu bermanfaat, namun bisa juga menjadi bumerang, jika si kecil tidak senang dengan kursus pilihan orangtuanya, sehingga ia kelelahan, putus asa dan malas saat menjalani kursus-kursus tersebut.

Ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat diajukan, dan amati minat terbesar yang ada pada diri anak Anda. Beberapa pertanyaan tersebut yaitu:

1. Apa Kesukaan Si Kecil

Perhatikan aktivitas sehari-harinya, misalnya: bagaimana ia menikmati kegiatan menggambar, membuat kerajinan tangan, menyanyi, menari, bermain bola, membaca buku, dan sebagainya. Setelah mengetahui kegiatan yang si kecil sukai, tak lantas Anda segera mendaftarkannya. Selanjutnya adalah bagaimana cara Anda menumbuhkan minat si kecil dan merangsang kreativitasnya.

Dalam hal menggambar misalnya, lengkapi peralatan gambarnya, temani ia saat menggambar, apresiasikan hasil karyanya. Rawatlah minat anak Anda baik-baik sebelum mendaftar kursus dan selama kursus menggambar berlangsung. Dalam keseharian ajak si kecil untuk berbagi cerita menarik tentang kursusnya, ia pun tak hanya belajar menggambar di tempat kursus, namun ia juga ditemani menggambar oleh Anda sebagai orangtuanya.

2. Metode Belajar yang Menarik

Metode belajar yang menarik atau cara mengajar yang asyik sangat berpengaruh pada si kecil dalam menjalani kursus. Sebaiknya cari tahu dulu berbagai informasi, dari teman atau para orang tua yang pernah mengikutsertakan anaknya di tempat kursus incaran Anda. Beberapa lembaga sering mengadakan kelas percobaan untuk melihat minat anak. Di usianya kini, segala proses belajar akan lebih optimal bila dikemas dengan cara yang menyenangkan. Bagaimana pun dunia si kecil adalah “bermain” dan ia akan lebih senang jika metodenya bermain sambil belajar.

3. Adik, Pilih yang Mana?

Saat ini sudah banyak lembaga kursus yang menawarkan kegiatan beragam untuk balita. Misalnya: seni bela diri, akting, kelas memasak, melukis, menggambar, sains, kerajinan tangan, dan sebagainya. Sehingga ia tidak harus berkutat dengan jenis kursus yang tidak ia sukai. Hal yang terpenting adalah semua bidang bermanfaat pada perkembangan kognitif anak, dan akan lebih maksimal bila sesuai dengan minat si kecil.

4. Berapa Biayanya?

Setiap lembaga kursus pasti memiliki standar yang berbeda, meliputi format kelas, kurikulum, kenyamanan ruangan, kualitas pengajar, dan sarana pendukung lainnya. Tentunya hal tersebut berpengaruh terhadap harga setiap bidang kursus. Sesuaikan biaya les dengan kondisi keuangan Anda. Jika ada lembaga yang sesuai namun tempatnya jauh dari rumah, sebaiknya Anda mendatangkan pengajarnya ke rumah daripada si kecil lelah di perjalanan.

Namun pada beberapa anak, kursus privat kurang membuatnya antusias, karena ia kehilangan kesempatan keluar rumah dan bertemu dengan teman baru. Pertimbangkan secara bijak sebelum Anda memutuskan untuk kursus privat atau mengantarkan si kecil ke tempat kursus yang ia sukai.

5. Bisa Bermain Alat Musik

Pada rentang usia ini sebenarnya tujuan si kecil ikut les music adalah mengenalkannya pada dunia music bukan langsung muluk-muluk untuk membuatnya piawai memainkan gubahan Mozart, seperti komponis yang tuna netra namun karyanya melebihi orang yang normal. Kepandaian tersebut tentu akan ia peroleh setelah ia mencintai proses awal, yaitu perkenalan yang menyenangkan, seperti mengajaknya berekreasi ke dunia musik, melalui mendengar, bernyanyi, atau ajak dia menonton konser musik klasik. Baiklah, selamat memupuk semangat dan bakat si kecil dan bersenang-senang.

About Bas