Tuesday , October 20 2020

Tanda Anak Mempunyai Gejala Autis

Anak autis bukanlah anak yang harus diasingkan dengan lingkungan sosial. Sayangnya, masyarakat masih menganggap anak autis adalah anak yang memiliki sikap aneh dan harus dijauhkan dari anak mereka. Padahal anak autis sepatutnya tetap berada dekat dengan lingkungan sosial. Perlu diketahui, anak autis adalah anak yang cerdas. Memang sukar bersosialisasi. Namun bukan berarti orang lain harus mengucilkan.

Beberapa keluarga merasa takut ketika anak mereka ternyata menunjukkan gejala autis. Padahal lebih baik adalah dengan mencermati perilaku anak tersebut. Apakah memang benar-benar menunjukkan gejala yang dimaksud. Sebenarnya orang tua tidak berhak merasa takut. Lebih baik kenali seperti apa perilaku seorang anak yang memang menderita autis. Sehingga Anda dapat mengarahkan anak menjadi lebih baik. Simaklah perilaku-perilaku yang menunjukkan gejala anak menderita autis.

1. Kebiasaan Tubuh Yang Tidak Wajar

Perilaku anak autis sering menunjukkan seperti ini. Saat duduk, seorang anak autis tidak dapat diam. Ada saja gerakan yang dilakukan seperti maju-mundur. Anak autis dapat dikatakan tidak dapat enak untuk duduk barang sebentar saja. Kemudian ketika berjalan, seorang anak autis akan terlihat berbeda dengan anak pada umumnya. Ada kalanya, anak autis menunjukkan kebiasaan seperti berjalan dengan berjinjit-jinjit.

2. Masalah Dalam Berperilaku Menyimpang

Perilaku menyimpang menjadi perilaku yang juga ditunjukkan oleh seorang anak autis. Anak autis tidak dapat tidak melakukannya. Namun tidak semua anak autis seperti ini. Ada beberapa anak autis yang harus melakukan perilaku menyimpang ini. Satu yang pasti adalah si anak tidak akan segan-segan untuk melukai tubuhnya sendiri. Entah dengan cara apa, anak autis akan melakukannya. Contoh mudah untuk mengenali perilaku menyimpang dari anak autis adalah suka membenturkan kepalanya ke dinding berkali-kali.

3. Sayang Dengan Benda Mati

Karena sulitnya bersosialisasi dengan lingkungan bahkan orang tuanya sendiri, maka anak autis tidak heran akan lebih dekat dan sayang dengan benda mati. Dapat berupa mainannya atau benda mati yang lain. Namun perhatikan dan jaga benda-benda kesayangannya itu. Sekalinya ada yang rusak atau hilang, maka reaksi anak autis terhadap benda yang disayangi akan berlebihan. Dapat marah besar, menangis, atau membenci orang tuanya.

4. Anak Lebih Menyendiri

Ada anak autis yang ingin selalu menyendiri. Jika demikian, orang tua perlu mengatur waktu agar anak dapat secara bertahap mengenal orang yang satu dengan orang yang lain. Anak autis memang senang ketenangan. Namun jangan sampai orang tua membuatnya menjadi anak yang anti sosial.

5. Beberapa Anak Senang Dengan Suara

Tidak semua anak autis menghindari suara. Ada perilaku anak autis yang senang dengan suara. Sampai suara yang berisik sekalipun. Bahkan anak autis yang senang dengan suara akan ikut membuat suara-suara tersebut.

6. Benci Perubahan

Anak autis juga memiliki perilaku membenci adanya perubahan. Baik perubahan mendadak maupun bertahap. Seperti ketika Anda mengubah warna cat dinding kamarnya, maka anak autis akan membenci perubahan tersebut. Lebih baik jika Anda memang melihat perilaku seperti ini pada anak, untuk tidak senang melakukan perubahan pada lingkungan sekitarnya. Sebab akan sangat mengganggu perilaku dan mental dari si anak.

Dengan Anda mengetahui perilaku seperti apa gejala autis pada anak, maka Anda dapat memastikan apakah anak Anda benar-benar mengalaminya atau tidak. Jikapun iya, maka jangan menjadikannya anak yang tersisihkan dari perhatian orang-orang di dekatnya bahkan teman-temannya. Meskipun anak autis berbeda, jangan jadikan perbedaannya terlihat secara nyata. Bagaimanapun anak adalah anak, orang tua dapat membimbing anak tetap menjadi anak yang dapat dibanggakan.

About Bas