Thursday , October 29 2020

Supaya Bisa Tidur Saat Masuk Angin, Dokter Sarankan 12 Tips Berikut

Gejala masuk angin bisa membuat penderitanya sulit beristirahat karena merasa tidak nyaman. Untungnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan bila ingin tidur tetap nyenyak walau masuk angin. Bagaimanakah caranya?! Berikut liputannya

1. Tambah bantalnya

Tekanan sinus akan membaik bila posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. Jadi bekerjasamalah dengan gaya gravitasi. Ketika berbaring, kelebihan lendir yang dihasilkan tubuh akan berakumulasi sehingga membuat tenggorokan sakit dan memicu batuk. Guna mencegahnya, sanggahlah kepala dengan beberapa bantal. Dengan begitu, kamu lebih mudah bernafas dan lebih cepat terlelap.

2. Aktifkan humidifier atau vaporizer (alat penguap)

Gejala masuk angin dapat membuat saluran pernafasan kering sehingga hidung tersumbat. Untuk melembabkannya, gunakan humidifier atau vaporizer. Pastikan pula untuk membersihkan alat secara teratur, agar uap yang dihasilkannya tetap bersih dan bebas jamur atau bakteri.

3. Cari yang hangat-hangat

Prinsip serupa juga berlaku ketika kamu menghirup uap panas dari minuman atau makanan hangat. Sama seperti humidifier atau vaporizer; uap panas makanan, mandi air panas, kompres hangat di atas sinus, semua itu mampu mengencerkan lendir sehingga mudah dikeluarkan dari tubuh. Jangan lupa tambahkan madu yang dapat menenangkan tenggorokan sekaligus meredakan batuk.

4. Minum obat

Pastikan obatnya sesuai dengan gejala masuk angin yang dialami agar efeknya tepat sasaran. Jika bingung, baca soal kandungan obat masuk angin berikut.

5. Berkumur air garam

Tak ada salahnya berkumur air garam sebelum tidur. Alternatif lain untuk meredakan sakit tenggorokan adalah menggunakan lozenges, semprotan tenggorokan, atau minum obat pereda rasa sakit.

6. Tempelkan koyo

Beberapa orang menempelkan sedikit koyo pada bagian atas hidung untuk melegakan pernafasan, atau di dahi untuk atasi sakit kepala.

7. Gosokkan balsam

Mengoleskan balsam menthol di area dada dan tenggorokan mampu meredakan batuk yang sering menyertai masuk angin. Yang pasti, jangan pernah mengkonsumsi atau mengoleskan balsamnya dalam hidung. Hindari pula penggunaan balsam pedas ini pada anak yang usianya masih di bawah 2 tahun.

8. Jangan minum alkohol

Alkohol mungkin membuat kamu ngantuk. Namun saat tengah malam, kamu justru berisiko terbangun karenanya. Selain itu, alkohol juga memicu dehidrasi, bikin sinus bengkak, dan memicu interaksi buruk dengan obat yang diminum.

9. Tidurlah sendirian

Ketika sakit, sebaiknya kamu tidur sendirian. Dengan begitu, kamu takkan menularkan penyakitmu pada pasangan. Kamu juga bebas membuang ingus, batuk, atau bangun kapan saja tanpa takut mengganggu tidur orang lain.

10. Tidur tepat waktu

Meski mungkin sulit untuk berpatokan pada jam tidur biasanya saat masuk angin, namun usahakan untuk tetap melakukannya. Tidur dan bangun di jam yang sama tak hanya membuatmu lebih mudah terlelap, namun juga dapat meningkatkan kesehatan. Sebuah studi menjumpai kurang tidur meningkatkan risiko terkena masuk angin 3 kali lebih besar.

11. Buat kamar senyaman mungkin

Matikan lampu atau buat pencahayaan remang-remang sebelum tidur. Jaga pula suhu kamar tetap stabil, tak terlalu panas atau dingin. Saat masuk angin, kamu mungkin ingin suhu kamar lebih hangat, tapi jangan terlalu panas juga karena itu justru membuatmu sulit terlelap.

Solusi lain adalah dengan menggunakan minyak esensial seperti chamomile atau lavender yang merilekskan. Semprotkan sedikit ke bantal sebelum tidur.

12. Segeralah bangun jika tak kunjung terlelap

Tips terakhir adalah bangunlah kalau kamu tak tertidur juga setelah 15 menit berusaha. Lakukan sesuatu yang membosankan seperti membaca buku, mendengarkan musik relaksasi, dan lain sebagainya. Nanti bila sudah mengantuk, kembalilah naik ke atas ranjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *