Wednesday , October 21 2020

Siapa Sangka 5 Orang Ini Berpotensi Tularkan Virus Masuk Angin?!

Jangan dikira bahwa virus masuk angin hanya bisa menular kalau kamu berdekatan dengan seseorang yang tampaknya sakit saja. Mereka yang terlihat sehatpun juga dapat menjadi pembawa virus. Dan berikut adalah 6 orang yang ternyata berpotensi tularkan virus masuk angin.

1. Petugas kasir supermarket

Contoh gampang proses penularan virusnya begini:

  • Pembeli A yang kena masuk angin (dan yang tangannya terkontaminasi virus) menyodorkan kartu kredit.
  • Kuman dari kartu kredit tadi ada yang berpindah ke tangan petugas kasir.
  • Petugas kasir kemudian menyentuh barang belanjaan atau kartu kredit pembeli lainnya.
  • Dengan demikian, virusnya terus berpindah dari 1 item ke item lainnya, yang mana bila itu mencemari tangan lalu sampai ke mulut, maka seseorang dapat dengan mudah kena masuk angin juga.

Hal ini diperkuat dari pernyataan David Fletcher, MD, dokter IGD dari Texas Health Harris Methodist Hospital di Fort Worth. Beliau mengatakan “virus masuk angin dan flu paling banyak menyebar melalui kontak tangan-ke-mulut. Begitu tangan yang kena kuman menyentuh mulut atau hidung, maka seseorang bisa jatuh sakit”. Oleh sebab itu, guna menurunkan risiko tertular, bawalah hand sanitizer selalu.

2. Rekan kerja

Menjauhi rekan yang masuk angin ternyata masih belum cukup karena itu tak menjamin kamu pasti takkan tertular. Lift di kantor misalnya, tempat tertutup ini sangat ideal jadi media penyebaran kuman penyakit. Kamu mungkin menekan tombol yang sama dengan rekan yang masuk angin tadi. Selain itu, menghirup udara yang sudah tercemar dengan virus juga bisa bikin sakit (apalagi kalau sebelumnya ada yang bersin sembarangan). Solusinya? Gunakan tangga, ya hitung-hitung sekalian olahraga juga. Tapi kalaupun kamu harus tetap pakai lift, maka bawalah hand sanitizer.

Cara penyebaran virus masuk angin lainnya adalah saat harus berbicara dalam jarak dekat dengan atasan atau rekan kerja. Meski tak sampai bersentuhan, tapi paparan kuman mikroskopik di udara mampu bertahan hingga beberapa jam lamanya. Untuk menghindari hal ini, usahakan berdiri sejauh mungkin ketika berbincang. Namun jika tidak memungkinkan, cuci tangan segeralah sesudahnya.

3. Anak-anak

Tak seperti orang dewasa, anak-anak sering batuk dan bersin seenaknya tanpa menutup mulutnya. Belum lagi, mereka juga jarang cuci tangan, dan tidak ambil pusing soal apakah tangannya kotor atau tidak. Bisa saja mereka memegang makanan padahal sedetik sebelumnya baru menggenggam krayon. Oleh sebab itu, pentingnya mengajar anak untuk selalu cuci tangan sebelum menyentuh hidung, mulut, serta matanya, atau begitu mereka tiba di rumah.

4. Pasangan

Bagaimana tidak ketularan bila setiap hari tidur dan menggunakan kamar mandi/ wastafel yang sama?! Karenanya selain dengan cuci tangan, permukaan perabotpun juga perlu rutin dibersihkan menggunakan larutan antibakterial. Dan jika kamu harus tetap sehat karena hendak bertugas di luar kota misalnya, maka tidur terpisah sementara waktu dapat jadi solusinya.

5. Pramugari

Sama seperti kantor atau lift, pesawat juga merupakan ruang tertutup yang ideal menjadi media penyebaran kuman penyakit. Belum lagi, kita tak tahu penumpang mana yang masuk angin sehingga ketika mereka bersin atau batuk, virusnya akan beredar dalam udara di kabin. Hal ini masih ditambah lagi dengan fakta bahwa pramugari tak hanya melayani penumpang yang sehat saja, namun juga semuanya.

Jadi untuk meminimkan penularan virus masuk angin, bawalah hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. Gunakan itu usai menerima sesuatu dari pramugari, dan juga bawalah tisu antibakterial untuk membersihkan pegangan kursi ataupun meja di kabin pesawat.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *