Saturday , October 24 2020

Sejak Kapan Sebaiknya Anak Diajarkan Tata Krama?

Segera setelah seorang anak lahir ke dunia, orang tua mulai mengajarkan tata karma lewat serangkaian teladan. Anak kita mungkin saja melakukan apa pun yang kita perintahkan, tetapi mereka lebih cenderung meniru apa yang kita lakukan. Biasanya orang tua akan terkejut setelah keburukan tata karena mereka yang muncul pada anaknya. Suka atau tidak anak meniru dari apa yang ia lihat bukan apa yang kita perintahkan.

Gagasan untuk mengajari anak satu tugas baru setiap tahun adalah baik. Jika seorang anak sudah belajar cara merapikan tempat tidur ketika ia berusia tiga tahun, pada usia empat tahun, ia sudah mulai belajar membuang sampah pada tempatnya, dan pada usia lima tahun, ia belajar cara membersihkan meja. Coba gunakan pendekatan yang sama untuk mengajari tata krama. Ajarkan pada anak Anda sedikit bentuk tata karma – saat dia telah memahaminya. Mulailah dari hal dasar, seorang anak lima tahun diharapkan telah menguasai dasar-dasar tata karma. Anda akan terkejut dengan banyaknya pujian yang Anda terima saat dia beranjak dewasa.

Anak berusia 3 tahun seharusnya:

  • Memandang teman bicara ketika sedang bercakap-cakap.
  • Menyapa atau menegur orang lain.
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Duduk tenang saat makan.
  • Terampil menggunakan sendok dan garpu.
  • Mengatakan tolong sebelum meminta orang lain melakukan sesuatu.
  • Mengatakan terima kasih jika ia diberi sesuatu oleh orang lain.

Anak berusia 10 tahun seharusnya:

  • Mampu diajak bercakap-cakap oleh orang dewasa.
  • Menunjukkan sikap yang sopan ketika makan.
  • Menjawab telepon dengan benar, dan sopan.
  • Mampu mencatat pesan yang ia terima dari telepon.
  • Mampu mengendalikan amarah di tempat umum.
  • Mampu merapikan kamarnya.
  • Mengetahui cara mengatur waktu agar datang tepat waktu.

Anak berusia 15 tahun seharusnya:

  • Mampu memulai percakapan dengan orang dewasa.
  • Merapikan kembali kamarnya yang berantakan akibat ulahnya atau karena kunjungan teman-temannya.
  • Berusaha tidak membuat kegaduhan di rumah.
  • Melindungi dan bersikap manis kepada adik.
  • Menunjukkan terima kasih kepada orang tua dan orang lain.

Ada keluarga yang bersikap sangat santun hanya ketika mereka berada di luar rumah, saat di rumah mereka bersikap biasa. Eliza Farrar, dalam bukunya The Young Lady’s Friends (1834) menulis: Bukankah akan lebih santun dan jujur untuk bersikap lebih baik setiap hari dan mengurangi kepura-puraan di hadapan orang lain?

Mungkin memang ada sisi baik bersikap santai di rumah, tapi apa harga yang harus dibayar?Jika anak Anda mengunyah makanan dengan mulut tertutup baik ketika makan di rumah maupun di luar. Aturan tata karma yang tidak konsisten akan membingungkan anak Anda sehingga sulit sekali mempertahankannya. Salah satu tugas Anda sebagai orang tua adalah membiasakan anak Anda bersikap sopan.

Berikut ini cara mendorong anak Anda belajar tata karma, anjurkan mereka untuk :

  • Membiasakan diri mengucapkan selamat pagi dan selamat malam kepada orang tua.
  • Menghormati privasi orang lain: tidak menguping pembicaraan orang lain di telepon, tidak membaca surat orang lain, tidak membongkar isi lemari orang lain, tidak membuka ponsel orang lain.
  • Mengetuk pintu sebelum masuk kamar orang lain.
  • Menunjukkan sopan santun di meja makan.
  • Meminta izin sebelum meminjam barang, dan mengembalikan barang yang dipinjam dalam keadaan baik.
  • Meminta izin sebelum mengambil sesuatu, walaupun itu milik orang tua, atau adiknya.
  • Berbicara dengan volume yang wajar.
  • Merapikan kembali barang-barang yang berantakan akibat ulahnya sendiri.
  • Meminta izin sebelum keluar rumah.
  • Anda dapat menempelkan daftar tersebut di kulkas dan berikan pujian kepada anak jika mereka melakukan apa yang tertulis di daftar tersebut.

About Bas