Friday , October 23 2020

Saat Belanja, Ukuran SML Tak Bisa Dipercaya Lagi – Apa Alasannya?!

Ukuran SML (small, medium, large) agaknya bukan lagi standar yang bisa diandalkan ketika membeli item fashion tertentu. Alasannya sangat beragam, mulai dari beda merk – beda pula detil ukuran SML-nya, hingga bahan dasar item yang ternyata bisa menciut atau sebaliknya, melar usai dicuci.

Jika demikian, lantas bagaimana tips belanja agar produk yang dibeli tepat ukurannya?!

1.Ketahui dulu ukuranmu

Sebelum belanja, lebih baik cari tahu dulu ukuran tubuhmu. Lakukan pengukuran ulang bila berat badan naik atau turun signifikan. Berikut adalah beberapa tips ketika mengukur badan:

  • Lingkar pinggul – ukur lingkar pinggul selagi berdiri menyamping di depan cermin. Dalam hal ini, cermin dapat membantumu terhindar dari kesalahan karena kamu perlu memastikan letak pita meterannya tepat di bagian paling menonjol dari pantat.
  • Pinggang – letakkan pita pengukur di bagian perut paling kurus.
  • Dada – posisikan tali pengukur di bagian dada paling menonjol. Pita pengukurnya harus lebih tinggi di punggung ketimbang dada.
  • Leher – angka ini biasanya menentukan ukuran kemeja pria. Letakkan pita pengukur di sekeliling leher, tepatnya di atas dasarnya.

Nah setelah selesai mengukur, baru browsing grafik SML-nya:

  • Amerika menggunakan angka 0 untuk XS dan 16 untuk XXL.
  • Eropa angka 34 untuk XS dan 42-44 untuk XXL.
  • Sementara ukuran internasional, menggunakan huruf S – XXL tadi.

2.Perhatikan rekomendasi dari pihak manufaktur

Saat memilih pakaian online, ingatlah untuk menanyakan detil ukurannya. Sekali lagi, jangan berpatokan pada SML karena beda merk, lain pula parameter ukuran produknya.

3.Ketika memilih ukuran, pertimbangkan juga bahannya

Hal inilah yang kita singgung di awal tadi. Beberapa bahan bisa menciut atau sebaliknya melar usai dicuci. Lantas bahan mana sajakah yang dimaksud?!

  • Menciut/ mengecil – katun dan wol
  • Melar/ membesar – sintetis dan jeans

Saran dari kami, belilah ukuran yang lebih besar untuk wol dan katun. Sebaliknya ukuran lebih kecil untuk bahan sintetis dan denim.

4.Tips spesifik item tertentu

  • Sweater dari wol – ingatlah bahwa sweater yang agak longgar itu lebih baik ketimbang yang press body. Kedua, karena besar kemungkinan serat wol menyusut setelah dicuci, maka sweater baru bisa sesak nantinya. Tips agar sweater tidak menyusut usai dicuci adalah keringkan dengan posisi horizontal di atas handuk kering.
  • Kaos, pakaian dalam, dan baju katun lainnya – setelah dicuci, umumnya katun mengerut sedikit sehingga lebih baik membeli 1 ukuran yang lebih besar. Walau begitu, bila pakaian mengandung spandeks, maka pilih ukuran yang sesuai saja.
  • Kemeja dan blus dengan kerah – ketika mencobanya, perhatikan seberapa ketat kerahnya. Kalau tak ada ruang antara kerah dan leher, maka pilih ukuran lebih besar karena besar kemungkinan kerah akan ‘mencekikmu’ usai dicuci.
  • Rajut – tak peduli benang apa yang digunakan, pakaian berbahan rajut akan melar. Oleh sebab itu, kamu disarankan membeli yang ukurannya lebih kecil. Jika tidak, maka nanti lengannya bisa lebih panjang dari yang seharusnya.
  • Jeans – meski jeans terbuat dari katun, namun item denim menjadi lebih besar setelah pertama kali dipakai. Pengecualian hanya berlaku bila jeans dilengkapi serat elastis sehingga takkan mudah melar.
  • Polyester – baju yang terbuat dari bahan sintetis seringkali melar, khususnya di bagian bawah. Solusinya seperti yang disampaikan tadi, belilah ukuran setingkat lebih kecil.

5.Cara tepat mengukur kaki

Sama halnya dengan baju, ukuran kaki juga tak bisa jadi patokan karena beda merk sepatunya, lain pula panjang produknya. Jadi lebih baik belilah alas kaki favorit sesuai ukuran panjang kakimu.

Cara mengukur sepatu yang benar adalah dari titik tengah tumit hingga ujung jari terpanjang (jadi tak selalu jempol). Lakukan pada kedua kaki karena kebanyakan orang tidak memiliki ukuran kaki kiri dan kanan yang sama. Setelah itu, pilih ukuran sepatu berdasarkan angka (bisa dalam satuan inci atau cm) yang lebih besar.

Sama seperti poin pertama tadi, Amerika umumnya menggunakan angka 6 untuk size 36 (Eropa) hingga 9,5 untuk size 39,5.

Parameter penting selain panjang kaki adalah lebarnya. Untuk brand Amerika rata-rata menggunakan huruf N (narrow/ sempit), M (medium), W (wide/ lebar).

Semoga sudah jelas ya kawan, beberapa poin yang kami sampaikan mengenai alasan mengapa SML tidak bisa dijadikan patokan lagi.

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *