Tuesday , October 20 2020

5 Penyebab Remaja Cepat Marah

Masih ingat dengan lagu yang dinyanyikan Britney Spears : “I am not a girl not yet a woman”?  Dalam lagu itu digambarkan soal kegelisahan remaja. Mereka belum siap menjadi dewasa seutuhnya tapi juga menolak untuk dikatakan anak kecil. Sementara di satu sisi, mereka sudah ingin bebas dan mandiri serta merasa sudah tahu banyak hal. Padahal, mereka masih berada dalam pengawasan orang tua dengan peraturan-peraturan yang membuat mereka merasa terhambat.

Banyaknya perubahan-perubahan secara fisik dan psikis membuat mereka pun menjadi bingung dan tidak nyaman. Semua itu bercampur aduk hingga timbulah amarah. Itulah sebabnya, banyak remaja yang terlihat sering cepat marah pada apapun yang tidak sesuai dengan dirinya.

Sebagai orang tua, jangan melawan amarah mereka. Berusahalah lebih tenang menghadapinya. Jangan juga dimasukkan ke hati semua ucapan amarah mereka. Nanti setelah mereka tenang, baru diajak bicara baik-baik. Mereka semua anak yang manis kok, hanya sedang memasuki masa perubahan saja.

5 hal yang menyebabkan remaja menjadi sering marah :

1.Merasa Tertindas

Saat remaja, mereka merasa semua peraturan adalah penindasan. Membatasi ruang gerak mereka untuk berekspresi. Peralihan mereka dari anak-anak menjadi remaja membuat mereka merasa sudah dewasa dan mandiri walaupun sebenarnya mereka masih saja anak-anak di mata orang tua.

2. Mereka Merasa Terpojok

Remaja merasa mentok di semua lingkungan, di rumah, sekolah atau di mana pun mereka banyak menghabiskan waktunya. Mereka merasa hidup mereka diatur oleh orang tuanya atau gurunya.Mereka juga merasa tidak memiliki pilihan lain yang dapat mereka ambil selain melawan mereka untuk menunjukkan jati dirinya.  Ini juga sekaligus ”uji coba” diri sendiri sampai sejauh mana mereka bisa melawan orang tua dan guru.

3. Bingung Dalam Sosialisasi

Peralihan dari masa anak-anak ke masa remaja dan mereka dituntut untuk lebih bertanggungjawab, lebih dewasa dan lebih banyak lagi peraturan baru. Itu semua membuat mereka kebingungan mana yang harus diikuti. Mereka bertemu dengan teman-teman sebaya dengan ”aturan” pertemanan yang harus mereka ikuti. Kadang aturan tersebut berbeda dengan apa yang mereka pelajari selama ini.

4. Merasa Aneh Dengan Diri Sendiri

Begitu banyak perubahan dalam dirinya sendiri yang kadang membuat mereka bingung. Tubuh yang berubah, perasaan-perasaan aneh yang muncul misalnya jatuh cinta dengan lawan jenis. Mereka merasa senang dunia anak-anak tapi mereka tidak bisa lagi seperti itu. Lingkungan menuntut mereka untuk menjadi remaja tapi belum boleh mengambil keputusan besar seperti yang orang dewasa lakukan. Hal-hal seperti ini membuat mereka merasa aneh.

5. Pubertas

Masalah puber adalah masalah yang paling umum dialami masa remaja. Mereka mengalami perubahan hormonal, fisikal dan juga psikis. Mereka tidak mengerti menghadapi perubahan itu dan merasa tidak nyaman juga. Marah menjadi salah satu ekspresi mereka untuk mengungkapkan kekesalannya.

About Bas