Saturday , October 24 2020

Pro Kontra Obat Masuk Angin, Tak Semua Yang Kamu Dengar Benar Adanya

Kalau masuk angin, apa yang biasa kamu lakukan untuk menyembuhkannya?! Minum obat, kerokan, atau membiarkannya sembuh sendiri?! Nah mengingat ada begitu banyak cara menyembuhkan masuk angin yang beredar di luar sana, Halokawan ingin meluruskan beberapa hal.

Menurut dokter, ternyata tak semua cara yang dipercayai masyarakat itu manjur. Kali ini, mari kita kupas bersama cara mana saja yang manjur, tidak, dan mana pula yang masih pro-kontra.

Cara menyembuhkan masuk angin yang benar

Nyatanya, masuk angin apalagi disertai demam, tak bisa sembuh dalam hitungan 1-2 hari. Kamu mungkin mengalaminya selama sedikitnya 1-2 minggu, dan itu wajar. Daripada stres karena sakit, lebih baik anggap kesempatan ini sebagai momen istirahat. Selain banyak istirahat, cara menyembuhkan masuk angin yang benar adalah:

1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Perbanyak asupan cairan dalam tubuh, apakah melalui air putih, jus tanpa gula, kaldu bening, atau air lemon plus madu. Pastikan semuanya dalam kondisi hangat agar efektif melancarkan gejala masuk angin seperti hidung tersumbat, sekaligus mencegah dehidrasi. Untuk sementara waktu, hindari dulu alkohol, kopi, serta soda berkafein yang malah membuat tubuh dehidrasi.

2. Redakan sakit tenggorokan

Caranya bermacam-macam, mulai dari berkumur air garam (tambahkan ¼ – ½ sdt garam ke dalam segelas air hangat) misalnya, tapi cara ini agaknya tidak cocok untuk anak kecil. Alternatif lain adalah dengan produk spray khusus atau lozenges (juga tidak cocok untuk anak di bawah 6 tahun).

3. Tips atasi hidung tersumbat

Di apotek, ada produk saline nasal dalam bentuk tetesan (drops) maupun semprotan (spray) yang ampuh legakan hidung tersumbat. Untuk bayi baru lahir, para ahli menyarankan menggunakan beberapa saline drops (tetesan) ke salah satu lubang hidung, lalu perlahan sedot lubang itu dengan penyedot ingus (bulb syringe). Ketika melakukannya, pencet dulu alatnya, lalu arahkan ujungnya di lubang hidung dengan jarak sekitar 6-12 mm, kemudian perlahan lepas pencetannya.

4. Atasi rasa sakit

Untuk anak usia 6 bulan ke bawah, hanya acetaminophen yang boleh diberikan. Sedangkan anak di atas 6 bulan, boleh menggunakan acetaminophen dan ibuprofen. Yang jelas konsultasikan dulu penggunaan obatnya pada dokter anak. Sedangkan orang dewasa boleh menggunakan acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin IB), atau aspirin.

Hati-hati soal aspirin! Walau diperbolehkan untuk anak di atas 3 tahun, namun anak yang sedang dalam proses pemulihan cacar air atau gejala flu tak boleh minum aspirin. Alasannya karena aspirin memiliki kaitan erat dengan sindrom Reye, yang meski jarang terjadi namun sangat berbahaya.

5. Tingkatkan kelembaban udara

Salah satu cara mudahnya adalah dengan mengaktifkan humidifier. Jangan lupa ganti airnya setiap hari dan bersihkan alat sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

6. Minum obat

Bagi dewasa dan anak di atas 5 tahun, dekongestan, antihistamin, serta obat pereda rasa sakit mungkin dapat membantu meringankan gejala masuk angin. Walau begitu, obat-obatan ini takkan mempercepat proses penyembuhan dan mengandung efek samping juga. Pesan penting lainnya adalah konsumsi obat sesuai dengan petunjuk yang ada di kemasan agar tak terjadi overdosis.

Cara menyembuhkan masuk angin yang salah

Setelah melihat metode yang benar, maka mari kita cari tahu cara yang salah untuk menyembuhkan masuk angin.

1. Antibiotik

Antibiotik dibuat untuk menyerang bakteri, namun takkan bisa memberantas masuk angin yang sebenarnya disebabkan oleh virus. Oleh karenanya, jangan sekali-kali minum antibiotik ketika masuk angin. Selain tak menyembuhkan, salah penggunaan juga dapat memicu resistensi bakteri.

2. Obat untuk anak kecil

Tidak semua obat masuk angin, flu, dan batuk dari apotek cocok untuk anak-anak. Efeknya bahkan lebih dari serius karena bisa mengancam nyawa. Jadi lebih baik selalu tanyakan pada dokter sebelum memberi si kecil obat tertentu.

Cara menyembuhkan masuk angin yang masih jadi perdebatan ahli

Menariknya, di kalangan ahli kesehatan sendiri juga terjadi pro-kontra seputar cara mengobati masuk angin berikut:

1. Vitamin C

Beberapa berpendapat vitamin C takkan membantu mencegah masuk angin. Tapi uniknya, minum vitamin C di awal munculnya gejala masuk angin dijumpai dapat mempersingkat durasi sakit.

2. Zinc

Hasil studi 1984 menunjukkan suplemen zinc bisa menjauhkan penyakit. Beberapa riset lain juga menunjukkan lozenges atau sirup yang mengandung zinc efektif untuk mempersingkat durasi masuk angin – menjadi sehari saja – jika dikonsumsi dalam waktu 24 jam sejak gejalanya muncul. Masalahnya adalah zinc juga memiliki efek samping berbahaya. Oleh karenanya, kamu disarankan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum menggunakannya.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *