Thursday , October 29 2020

Permainan Tradisional Anak Untuk Mengisi Waktu Luang

Manfaatkan Waktu Luang Dengan Permainan Tradisional Anak

Perkembangan zaman memang sangat pesat, terutama dalam bidang teknologi. Mulai dari kehidupan sehari-hari hingga permainan mendapatkan sentuhan teknologi yang canggih. Hal itulah yang menyebabkan permainan-permainan tradisional sudah mulai ditinggalkan. Anak-anak lebih menggemari permainan modern, seperti game console.

Sebelum permainan-permainan modern tersebut berkembang, dulunya permainan tradisional sangat digemari oleh anak-anak. Tidak hanya mengasyikan, permainan zaman dahulu juga banyak mengajarkan pentingnya proses dan nilai-nilai kebaikan. Permainan tradisional juga mengajarkan anak-anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Yuk, isi waktu luang dengan permainan tradisional yang tidak kalah seru berikut ini!

1. Egrang atau Jajangkungan

 

Egrang atau Jajangkungan adalah permainan yang membutuhkan keahlian khusus. Permainan ini menggunakan bambu berukuran kurang lebih 210 cm. Cara bermainnya cukup sederhana, para pemain harus berjalan menggunakan egrang tersebut, yaitu  dengan berdiri pada injakan bambu serta kedua tangan memegang bagian atas tongkat bambu.

2. Oray-Orayan

Biasanya, permainan ini dimainkan oleh laki-laki, tapi tak jarang anak perempuan juga melakukannya. Oray-Orayan biasa dimainkan oleh banyak anak agar lebih seru. Cara bermainnya cukup sederhana yaitu semua anak berderet berbaris memegang pundak teman dan membentuk barisan panjang. Namun, ada dua anak yang biasanya ditugaskan untuk menjadi pintu gerbang. Nantinya, anak-anak yang berbaris panjang tersebut berjalan melingkar seperti oray sambil menyanyi melewati pintu gerbang.

 3. Kelom Batok

Kelom batok adalah permainan tradisional untuk anak yang tidak kalah menarik untuk dimainkan saat waktu luang. Permainan ini mengharuskan pemain untuk mengatur keseimbangan tubuh. Kelom atau pijatan terbuat dari tempurung kelapa yang sudah dibelah. Umumnya, tempurung kelapa yang digunakan sudah tua dan berukuran besar.Tempurung kelapa diberi lubang di bagian tengah, lalu dipasangi tali dari serat pohon pisang yang lentur dan kuat.

Cara memainkan Kelom Batok tidak jauh berbeda dengan Egrang. Hanya saja, pada permainan ini ada tali pegangan yang akan membantu si pemain untuk mengatur naik turunnya kaki. Tidak hanya menjaga keseimbangan tubuh saja, tapi semakin nyaring suara dan harmoni nada yang dihasilkan adalah cara menentukan siapa pemain terbaik.

4. Ketapel

Ketapel adalah salah satu permainan tradisional untuk anak yang unik dan terkenal. Permainan ini menggunakan dahan bercabang dua dan seimbang. Sampai saat ini, ketapel masih sangat dikenal, meskipun penggunannya berbeda. Mainan ini menggunakan tiga material, yaitu karet, kayu, dan kulit. Kayu untuk membuat ketapel sangat mudah untuk didapatkan sehingga permainan ini  bisa dengan mudah dibuat di rumah.

5. Bebentengan

Permainan tradisional selanjutnya adalah Bebentengan yang bisa dilakukan oleh anak perempuan maupun laki-laki. Bebentengan memerlukan area yang cukup luas atau tanah lapang dan membutuhkan satu benteng. Selain itu, jumlah peserta yang dibutuhkan untuk permainan ini  minimal 6 orang.

Aturan bermainnya cukup sederhana, yaitu dengan membagi anak-anak menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok berusaha menyentuh benteng lawan untuk memenangkan permainan. Namun, di saat yang bersamaan masing-masing kelompok juga harus menjaga bentengnya agar tidak tersentuh oleh lawan. Tim yang kalah dari permainan akan mendapatkan hukuman dari tim yang menang.

6. Meong Bangkok

Meong Bangkok adalah permainan seru yang bisa dimainkan oleh anak laki-laki ataupun perempuan. Dibutuhkan area yang cukup luas untuk memainkan Meong Bangkok karena pesertanya antara 12 hingga 20 dan berpasang-pasangan membentuk dua kelompok. Permainan ini sangat mengasyikan dan masih dilakukan di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat.

7. Kobak (Logak)

Kobak atau Logak berarti lubang kecil yang dangkal. Permainan ini memerlukan perlengkapan berupa gundu dan lubang kecil yang dangkal sebagai sasarannya. Kobak biasa dimainkan oleh anak laki-laki dengan jumlah dua hingga lima orang. Tempat bermain yang dibutuhkan untuk memainkan Kobak adalah area terbuka yang cukup luas. Tidak hanya sebagai hiburan, permainan perorangan ini juga dapat membantu melatih kecermatan serta ketangkasan dalam melempar.

Itu dia beberapa permainan tradisional untuk anak yang asyik dimainkan saat waktu luang. Tidak kalah dengan game modern, permainan tradisional tidak kalah menarik untuk dimainkan lho!