Saturday , October 24 2020

Permainan Jenga Melatih Kesabaran dan Strategi Anak

Jenga, Permainan Anak Edukatif

Diambil dari bahasa Swahili yang berarti “membangun”, Jenga merupakan permainan balok yang membutuhkan strategi, kesabaran, serta koordinasi tangan dan mata. Selain cukup populer, permainan ini juga memiliki peraturan yang cukup mudah untuk dipahami. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang permainan Jenga, Anda bisa melihat pembahasannya di bawah ini.

Membangun Balok

Jenga merupakan permainan balok yang mengharuskan setiap pemain untuk mengambil satu balok dari menara Jenga, dan menempatkannya di “lantai” teratas. Permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih. Satu set Jenga terdiri atas 54 buah balok kayu polos.

Untuk memainkannya, terlebih dahulu susun balok-balok kayu menjadi sebuah menara setinggi 18 “lantai”. Satu lantai terdiri atas tiga buah balok yang disusun secara paralel. Akan tetapi, pada lantai berikutnya, susunan balok harus diputar sebesar 90 derajat dari susunan balok sebelumnya. Ini artinya, setiap lantai memiliki arah susunan yang berselang-seling.

Setelah menara selesai dibuat, pemain pertama harus mengambil satu balok apa pun dari menara. Akan tetapi, pemain hanya boleh menggunakan satu tangan dan tidak boleh menahan struktur menara. Setelah berhasil mengambil satu balok, pemain harus menempatkan balok tersebut di lantai teratas menara sehingga semakin lama, menara semakin tinggi. Permainan selesai ketika ada pemain yang mencoba mengambil balok, tetapi justru meruntuhkan menara.

 

Melatih Strategi

Meskipun tidak ada kemampuan khusus yang dapat dikembangkan (misalnya, kemampuan linguistik atau matematika), Jenga  bisa menjadi pilihan permainan edukatif karena dapat melatih anak untuk mengambil strategi dengan baik. Anak perlu belajar untuk memilih balok dengan tepat, mengambil balok dengan hati-hati, dan menempatkannya di posisi yang tepat agar menara tidak runtuh.

Selain melatih strategi, anak juga dilatih untuk bersabar melalui permainan Jenga. Mengambil balok dari menara bukanlah hal yang mudah. Pemain harus mengambil balok secara perlahan dan hati-hati, serta mencari teknik yang tepat untuk mendorong atau menarik balok. Jika tidak hati-hati, menara justru akan runtuh dan pemain yang meruntuhkan menara kalah.

Dengan permainan ini, anak-anak dilatih untuk mengikuti proses permainan secara hati-hati dan perlahan. Si kecil diharuskan untuk bersabar dalam mengambil balok dari menara agar ia bisa mengeluarkan balok dan menempatkannya di puncak, tanpa meruntuhkan menara.

 

Variasi Peraturan Permainan

Peraturan permainan Jenga terbilang sederhana sehingga hal ini mungkin membuat permainan cepat terasa membosankan. Akan tetapi, Anda bisa menerapkan variasi-variasi tertentu agar permainan terasa lebih mengasyikkan dan menantang.

Dalam variasi tantangan, Anda dan si kecil bisa sama-sama menuliskan tantangan sederhana menggunakan pensil pada balok-balok Jenga. Ketika pemain mengambil satu balok, ia harus melakukan tantangan yang tertulis di balok. Anda bisa memberikan tantangan seperti bernyanyi, mengeja kata, atau menari.

Jika Anda ingin memasukkan unsur matematika, Anda bisa menuliskan soal-soal hitungan sederhana. Jika si kecil berhasil menjawab pertanyaan, ia bisa menempatkan balok di puncak menara. Jika tidak, ia harus menyimpan balok tersebut. Setelah menara runtuh, pemain yang paling banyak menyimpan balok adalah pemain yang kalah.

 

Jenis Set Jenga

Selain set Jenga standar, dewasa ini banyak produk-produk turunan Jenga yang merupakan variasi dari permainan Jenga standard. Sebagai contoh, Anda bisa membeli satu set Jenga Uno. Jenis Jenga tersebut menggabungkan permainan Jenga standar dengan peraturan Uno. Dalam permainan ini, balok-balok Jenga memiliki warna dan angka, sehingga pemain harus mengambil balok dengan warna atau angka yang sama dengan balok yang diambil pemain sebelumnya.

Itulah pembahasan mengenai permainan Jenga. Meskipun sederhana, permainan ini tetap memiliki nilai edukatif yang bermanfaat bagi anak. Apakah Anda berminat untuk mencobanya?

About Bas