Sunday , March 7 2021

Perlengkapan dan Do’a Upacara Siraman khas Yogyakarta

Sebelumnya, sebutan upacara siraman khas dalam pernikahan adat Jawa ini diambil dari kata “siram” yang berarti mandi. Ritual siraman ini merupakan salah satu cara pembersihan diri calon pengantin sebelum menikah yang dilakukan sebelum nyantri dan tantingan. Upacara siraman ini dilakukan sehari sebelum ijab kobul dilangsungkan, serta dilakukan dengan tujuan untuk mensucikan jiwa dan raga calon pengantin menjelang pernikahan. Upacara siraman ada yang dilakukan secara terpisah dan ada yang dilakukan secara bersama-sama. Upacara ini bersifat intern dimana seluruh keluarga besar berkumpul dan saling memberi dukungan dan doa kepada calon pengantin yang akan memasuki fase baru dalam hidup mereka.

Sebelum memulai siraman, ada perlengkapan yang harus dipenuhi, seperti yang dikutip dari jadiberita.com, yaitu:

  1. Kembang setaman secukupnya.
  2. Lima macam konyoh panca warna atau penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang diberi pewarna.
  3. Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya.
  4. Kendi atau klenting.
  5. Tikar ukuran ½ meter persegi.
  6. Mori putih ½ meter persegi.
  7. Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang.
  8. Dlingo bengle.
  9. Lima macam bangun tulak atau kain putih yang ditepinnya diwarnai biru.
  10. Satu macam yuyu sekandang. Maksudnya kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning.
  11. Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek (kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah).
  12. Sampo dari londo merang. Larutan ini didapat dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air. Inilah yang dinamakan air londo.
  13. Asem, santan kanil, 2 meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih.
  14. Sabun dan handuk.

Dan sebelum memulai upacara siraman, ada petuah-petuah dan doa-doa yang disimbolkan dalam:

  1. Tumpeng robyong.
  2. Tumpeng gundul.
  3. Nasi asrep-asrepan.
  4. Jajan pasar, pisang raja 1 sisir, pisang pulut 1 sisir, 7 macam jenang.
  5. Empluk kecil (wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras.
  6. 1 butir telor ayam mentah.
  7. Juplak diisi minyak kelapa.
  8. 1 butir kelapa hijau tanpa sabut.
  9. Gula jawa 1 tangkep.
  10. 1 ekor ayam jantan

Untuk calon pengantin perempuan, biasanya ada orang-orang yang khusus menyiramkan calon pengantin, dimulai dari juru rias, disertai dengan doa-doa. Kemudian dilanjutkan dengan orang yang dituakan, dan yang terakhir oleh orang tua. Jumlah penyiram biasanya bersifat ganjil, yaitu tujuh atau sembilan orang.

Upacara yang dilakukan ini semata-mata memiliki tujuan tertentu. Dalam pernikahan agung, KRT Yudahadiningrat menjelaskan, prosesi upacara siraman memiliki filsafat 5 L yaitu :

  1. Lurus.
  2. Leres.
  3. Laras.
  4. Lilo.
  5. Legowo.

Yang artinya adalah pengantin Kraton Yogyakarta harus bersih lahir dan batin dari semua hal terutama dari lima M, yaitu Main perempuan, narkoba, mencuri, mabuk-mabukan dan berjudi.

Wah, budaya Indonesia memang unik dan beragam, ya. Semoga budaya ini akan terus lestari hingga anak cucu kita lahir.

One comment

  1. bisa minta doa yang digunakan untuk siraman manten ? apa ya doanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *