Thursday , October 22 2020

Perjalanan ke Desa Wisata Sauwandarek Papua

Desa Wisata Sauwandarek memiliki daya tarik sendiri yang menawarkan keindahan alam dan keindahan desa. Desa yang tidak tersentuh modernisasi membuat desa ini menambah deretan panjang keindahan alam Papua.

Souvenir Anyaman Daun Pandan

Di desa Sauwandarek pengunjung akan melihat deretan rumah penduduk yang masih asli dengan bentuk dan material yang masih alami. Semua bangunan dibiarkan saja begitu alami tanpa ada sentuhan-sentuhan lain. Selain keramahan para pengunjung, penduduk asli terkenal dengan keahliannya dalam membuat kerajinan anyaman daun Pandan. Biasanya yang mengerjakan adalah ibu-ibu dan hasilnya bisa berbentuk noken dan topi. Pengunjung bisa membelinya sebagai Souvenir. Harganya pun tidak terlalu mahal sehingga Souvenir ini banyak digemari pengunjung. Rasanya belum lengkap jika belum belanja topi dan noken di sini.

Desa ini juga bukan desa yang padat penduduk. Desa ini  hanya dihuni oleh 46 keluarga atau 170 penduduk saja. Tidak terlalu banyak dan mereka mempertahankan desa itu tetap asri. Mereka juga terkenal ramah dengan wisatawan yang datang.

Kita juga bisa ikut dalam atraksi memberi makan ikan di pantai. Kita hanya perlu menaburkan makanan ikan lalu ikan-ikan liar mulai berkerumun. Banyak pengunjung yang senang melakukan ini. Melihat ikan-ikan liar berkerumun memiliki keunikan tersendiri.

Penyu Putih di Telaga Keramat

Yang menarik dari desa ini adalah legenda tentang telaga Yenauwyau yang berair asin yang ada di desa itu. Dahulu di telaga ini ada sebuah goa yang menghubungkan telaga dengan laut. Itulah sebabnya telaga Yenauwyau asin seperti air laut.

Telaga ini dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Banyak yang bilang bahwa telaga ini dihuni oleh seekor Penyu putih. Jika ada yang bisa melihat penyu putih itu maka hidupnya akan dipenuhi keberuntungan. Memang, tidak sembarang orang bisa melihat penyu putih tapi penduduk asli meyakini hal itu.

Di telaga ini juga terdapat sebuah dermaga yang biasanya digunakan pengunjung untuk menikmati panorama keindahan telaga. Biasanya mereka akan duduk santai di pinggir dermaga. Apalagi mereka harus trekking selama 25 menit untuk mencapai dermaga ini. Mereka rela berjalan demi bisa menyerap ketenangan dan keindahan yang berasal dari alam. Ada juga yang memilih untuk menyaksikan burung Maleo Waigeo, burung endemik di Sauwadarek.

Lama Perjalanan

Mau liburan ke sini? Ini caranya. Untuk mencapai desa ini, pengunjung bisa menggunakan kapal regular dari Sorong menuju Waisai. Perjalanan ditempuh sekitar 2-4 jam. Dari Waisai ke Sauwandarek menggunakan perahu atau longboat selama 4 jam.

Jika ingin menyewa kapal boat pribadi juga bisa, tapi biayanya cukup mahal sekitar 5 juta rupiah untuk satu hari dengan waktu tempuh hanya 3 jam saja. Walaupun perjalanan berjam-jam, tapi kita tidak akan bosan. Perjalanan itu saja sudah seperti wisata laut karena disuguhi pemandangan yang indah.

Laut biru yang jernih dan alami sehingga kita bisa melihat keindahan karang, ikan dan biota laut lainnya dengan mata telanjang. Keindahan ini membuat perjalanan terasa cepat. Pokoknya tidak akan pernah menyesal liburan ke desa wisata ini. Apalagi dari situ, kita juga bisa mengunjungi desa-desa lain di sekitarnya. Seperti desa Sawinggrai yang terkenal dengan pesona burung Cendrawasih dan Desa Arborek yang dikenal dengan atraksi Mantra.

Mau berangkat? Siap-siap deh dari sekarang! Selamat liburan ya.

About Bas