Tuesday , October 20 2020

Perbandingan Biaya Perawatan Mobil Matic VS Manual

Banyak para pengendara mobil beranggapan bahwa merawat mobil matic itu sama dengan menguras sebagian besar isi dompet. Apakah benar seperti itu adanya?

Yak benar sekali, pendapat tersebut memang tidak ada salahnya. Maklum saja, Anda bisa bertanya kepada beberapa teman Anda yang memiliki mobil matic.

Apalagi jika perawatan yang Anda lakukan untuk mobil matic kesayangan Anda adalah untuk mengganti sejumlah onderdil yang berkaitan dengan transmisi pada mesin mobil matic. Pastinya hal tersebut terasa mencekik leher Anda kuat-kuat tentunya.

Banyak sebagian besar kasus kerusakan pada transmisi mobil matic telah menghabiskan jutaan rupiah untuk sekedar servis transmisi mobil matic tersebut. Hal ini tentu sangat berbeda dengan servis pada kebanyakan mobil manual yang ada di Indonesia.

Biasanya servis pada mobil manual yang banyak digunakan oleh sebagian besar penduduk Indonesia hanya sebatas perawatan rutin dan mengeluarkan sedikit biaya. Mungkin yang parah hanyalah persoalan biasa seperti mengganti kanvas kopling yang sudah termakan usia. Itupun juga tidak terlalu menguras kantong para pemilik mobil manual.

Eits, namun Anda tidak perlu untuk terlalu buru-buru menilai dan hanya melihat dari satu sisi saja. Sejatinya, jika Anda melakukan perawatan mobil matic Anda dengan teratur dan sesuai dengan petunjuk perawatan yang benar, maka transmisi mobil matic Anda akan berumur panjang. Tentunya hal tersebut akan membuat isi kantong Anda akan semakin aman bukan. Bahkan jika dilakukan dengan benar, sebenarnya transmisi pada mobil matic akan lebih awet jika dibandingkan dengan mobil manual.

Maka dari itu, sebelum Anda membeli sebuah mobil matic impian Anda, Anda harus wajib membuang persepsi bahwa melakukan perawatan pada mobil matic jauh lebih mahal daripada biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan mobil manual.

Sebenarnya hal yang mendasar dan paling penting adalah soal perawatan yang Anda lakukan terhadap mobil matic kesayangan Anda. Namun hal ini justru sering diabaikan bagi mereka yang memiliki mobil matic. Kebanyakan dari pengguna mobil matic hanya mencari sebuah kemudahan dan kenyamanan saja dalam berkendara, tanpa mempertimbangkan sejumlah perawatan penting yang harus dilakukan.

Pada sebagian besar kasus kerusakan mobil matic yang sering terjadi, para pemilik mobil matic terkadang lalai dalam hal perawatan dan baru sadar setelah timbul masalah pada mobil matic mereka. Berbagai masalah awal yang sering muncul seperti kopling yang selip, tidak responsif bahkan kadang mencium aroma terbakar ketika sedang berkendara dengan mobil matic kesayangan mereka. Aneh?

Sebenarnya perawatan sebuah mobil matic itu tidaklah sulit dan ribet seperti yang sering dikeluhkan oleh sebagian besar pengguna mobil matic. Hal sederhana yang perlu Anda lakukan hanyalah untuk memperhatikan volume oli dan juga disiplin dalam penggantian oli matic secara berkala. Namun faktanya, sebagian besar pemilik mobil matic justru berpendapat bahwa tidak masalah jika tidak mengganti oli dalam waktu yang relatif lama. Sekali lagi, hal ini merupakan sebuah pendapat yang menyesatkan sebagian besar pengguna mobil matic.

Sebenarnya jika Anda perhatikan, sebuah standar waktu penggantian oli oleh pabrik adalah ketika jarak tempuh sudah mencapai 100.000 km jauhnya. Namun tidak ada salahnya jika Anda ingin mengganti oli dengan yang baru sebelum mencapai titik tersebut. Pasti Anda tahu sendiri, bahwa kerap kali sebuah mobil matic dipacu dan disiksa ketika berada dalam kondisi jalan yang sedang macet.

Anda sebenarnya tidak perlu langsung menguras habis seluruh oli mesin mobil matic Anda. Anda cukup untuk memperhatikan volume nya saja, jika dirasa sudah cukup berbahaya segera tambahkan oli pada mesin Anda. Volume rata-rata sebuah mobil matic adalah pada 3 liter. Namun akan lebih baik jika Anda menguras habis oli mesin yang sudah terpakai dan diganti dengan oli yang baru.

Yang perlu Anda tahu bahwa prinsipnya adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini juga berlaku pada oli mesin mobil matic Anda. Dengan mengganti lebih awal oli mobil matic Anda akan menjadi semakin baik dan bermanfaat bagi kesehatan dan kelangsungan hidup mobil matic Anda. Dengan melakukan hal tersebut, sebenarnya Anda sudah bisa menghemat dana sekitar Rp. 500.000,00 sampai dengan Rp. 800.000,00 dengan asumsi bahwa harga oli tersebut sekitar Rp. 80.000,00.

Dengan melakukan teknik berkendara yang benar dan juga melakukan perawatan rutin yang baik, tentu akan menghindarkan masalah kerusakan transmisi pada mobil matic Anda. Dengan hal tersebut biasanya Anda hanya harus mengganti atau melakukan perawatan terhadap transmisi mobil matic Anda setelah mencapai jarak tempuh 100.000km atau jika sudah mencapai 5 tahun pemakaian. Atau bisa disimpulkan bahwa selama tenggang waktu tersebut, Anda hanya perlu melakukan perawatan rutin dengan cara mengganti oli mobil matic secara berkala.

Perbandingan Biaya Perawatan Mobil Matic VS Mobil Manual

Harus diakui bahwa biaya penggantian oli transmisi sebuah mobil matic dan juga biaya servis berkalanya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan mobil manual. Sebagai contohnya adalah pada Honda New Jazz. Apabila Anda mengacu pada buku manual servis, penggantian oli transmisi pada mobil tersebut adalah setiap 40.000km. Hal tersebut juga termasuk dengan penggantian beberapa komponen sesuai ketentuan pada buku manual. Untuk melakukan perawatan tersebut setidaknya Anda harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 1.300.000,00.

Hal ini berbeda dengan Honda New Jazz versi matic nya. Jika sesuai dengan buku manualnya, jadwal penggantian oli transmisi harus Anda lakukan setiap mencapai jarak tempuh 60.000km. Estimasi biaya yang harus Anda keluarkan adalah sekitar Rp. 1.400.000,00 sudah termasuk dengan biaya jasa servisnya. Namun coba saja bandingkan dan kalkulasi dengan jarak tempuhnya? Berbeda bukan?

Lain halnya dengan Toyota Avanza. Pada Toyota Avanza dengan tipe transmisi manual, Anda harus mengganti oli transmisi setiap mencapai jarak tempuh 40.000km dengan estimasi biaya sekitar Rp. 2.000.000,00 sudah termasuk biaya servisnya. Sementara untuk Toyota Avanza versi maticnya, Anda juga harus mengganti oli transmisi ketika mencapai jarak tempuh 40.000km namun dengan biaya yang lebih tinggi sekitar Rp. 2.100.000,00 sudah termasuk jasa servisnya.

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya selisih biaya perawatan sebuah mobil matic dan mobil manual tidak jauh berbeda. Semuanya tergantung pada bagaimana Anda melakukan perawatan rutin dan juga bagaimana cara Anda mengendarai mobil matic kesayangan Anda. Jika Anda perhatikan, sebenarnya dalam efisiensi konsumsi bahan bakar, mobil matic lebih unggul jika dibandingkan dengan mobil manual. Apalagi dengan sejumlah kenyamanan yang Anda dapatkan dengan mengendarai mobil matic, yang tak akan Anda dapatkan dengan mengendarai mobil manual.

Gimana? Masih ragu untuk membeli mobil matic?

About Bas