Saturday , October 24 2020

Penyebab Masuk Angin yang Jarang Orang Tahu, Kamu Mungkin Juga Terkejut Mendengarnya

Sesungguhnya, tidak ada istilah masuk angin dalam dunia medis. Para dokter di Indonesiapun mengakui hal itu. Ahli kesehatan dari dunia Barat tidak mengenal istilah tersebut, mereka lebih menyebut kondisi dengan gejala masuk angin sebagai ‘catching a cold’ alias demam.

Kebanyakan orang tahunya masuk angin itu hanya dialami ketika cuaca dingin tiba. Oleh sebab itu, kita selalu menghubungkan gangguan kesehatan ini dengan suhu dingin. Padahal, seseorang juga bisa masuk angin saat musim panas. Lho kok bisa?!

Penyebab masuk angin

Faktanya, penyebab masuk angin yang sesungguhnya adalah virus. Para ahli memperkirakan masuk angin dapat disebabkan oleh lebih dari 200 jenis virus berbeda. Wow! Setiap virus digadang-gadang mampu membuat seseorang mengalami gejala masuk angin seperti bersin, tenggorokan gatal, hidung meler, dan lain-lain.

Rhinovirus, penyebab masuk angin paling umum

Untuk kasus masuk angin saat cuaca dingin, umumnya virus dari golongan rhinovirus –jenisnya lebih dari 100 – yang jadi penyebabnya. Virus penyebab masuk angin dari golongan ini sangat menular, tapi jarang memicu komplikasi kesehatan serius.

Rhinovirus dan beberapa virus penyebab masuk angin lainnya mampu bertahan hidup di suhu rendah. Lebih dari itu, virus dari kelompok ini juga mampu bertahan hingga 3 jam di permukaan benda keras maupun tangan.

Enterovirus non-polio

Dr. Michael Pichichero, dokter anak sekaligus peneliti infeksi penyakit dari Rochester General Hospital Research Institute (New York) menyimpulkan,”pada umumnya, masuk angin saat cuaca panas dan dingin disebabkan oleh jenis virus berbeda. Jika masuk anginnya muncul ketika musim panas, maka penyebabnya kemungkinan enterovirus (non-polio), yang jenisnya diperkirakan lebih dari 60 virus.” Jadi, enterovirus non-polio merupakan penyebab masuk angin paling umum kedua setelah rhinovirus.

Enterovirus sendiri merupakan golongan virus yang menginfeksi jaringan hidung dan tenggorokan, mata, sistem pencernaan, dan bagian tubuh lainnya. Beberapa di antaranya mampu menyebabkan polio, namun inifeksinya bisa dicegah melalui pemberian vaksin.

Walau 50% orang yang terinfeksi virus ini tidak mengalami sakit apapun, tapi di sisi lain, enterovirus dapat memicu demam yang datangnya tiba-tiba. Suhu tubuh mungkin naik menjadi 38-40°C. Di samping itu, enterovirus juga dapat menimbulkan gejala gangguan pernafasan ringan, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga masalah pencernaan seperti mual atau muntah.

Intinya, beda jenis enterovirus penyebab masuk anginnya, maka lain pula gejala yang ditimbulkan. Beberapa mungkin memicu konjungtivitis (mata merah), namun ada pula yang menyebabkan munculnya ruam kulit. Pada kasus yang jarang terjadi, enterovirus juga dapat menyerang jantung atau otak.

Siapa saja yang rawan terinfeksi enterovirus?!

Meski semua kalangan usia bisa terkena, namun pada kebanyakan kasus, enterovirus lebih sering menyerang anak-anak.  Sedangkan orang dewasa cenderung kebal, apalagi bila sebelumnya tubuhnya sudah mengembangkan antibodi penangkal virus tersebut. Akan tetapi, mereka juga bisa tetap sakit kalau jenis virus yang menginfeksinya berbeda dari sebelumnya atau baru.

Cara mencegah masuk angin

Menurut Dr. Michael, cara jitu untuk mencegah infeksi entervirus adalah dengan memblokir jalur penyebarannya. Virus berisiko menular melalui:

  • Sekresi pernafasan seperti air liur atau lendir (saat bersin, batuk, maupun bicara)
  • Kontak langsung (melalui obyek yang disentuh/ dipakai penderitanya)

Karenanya, hindari itu semua, mengingat virus dapat masuk dengan mudah ke dalam tubuh melalui mata, hidung, atau mulut. Selain itu, cucilah tangan secara teratur dan menjauhlah sejenak dari penderita masuk angin yang mengalami gejala demam.

Untungnya, masuk angin yang disebabkan oleh enterovirus ini dapat sembuh dengan sendirinya (tanpa perawatan khusus) dalam waktu beberapa hari. Namun segera periksakan diri ke dokter bila kamu mengalami gejala seperti demam tinggi atau ruam.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *