Saturday , October 31 2020

Apa Penyebab Indonesia Belum Layak Menjadi Negara Maju?

Menjadi negara maju dapat diartikan bahwa negara tersebut telah terlepas dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. Selain itu, menjadi negara maju juga akan membuat negara tersebut disegani dalam pergaulan internasional. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Apa penyebab Indonesia belum layak menjadi negara maju?

Ada beberapa garis besar penyebab Indonesia belum layak menjadi negara maju. Di antaranya kami ulas di bawah ini.

1. Keadaan Ekonomi Masyarakat Indonesia Masih Lemah

Pendapatan per kapita dapat menggambarkan keadaan ekonomi dan pembangunan di suatu negara. Semakin besar pendapatan per kapita, semakin makmur keadaan ekonomi di negara tersebut. Dari data tahun 2008, terdapat 103 negara berkembang di dunia, tetapi yang berhasil menjadi negara maju hanya 13 negara saja. Kelompok negara yang tidak bisa maju itu masih terjebak dalam middle income trap, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data World Bank tahun 2015, PDB per kapita ( per kepala ) Indonesia berada di kisaran USD 3.300. Berikut adalah tabel perbandingan pendapatan per kapita Indonesia dengan beberapa negara maju lainnya di dunia:

NegaraPendapatan per kapita (USD)
Amerika Serikat56.115
Inggris43.876
Jerman41.313
Perancis36.205
Jepang32.447
Indonesia3.346

Dari data di atas, dapat dilihat bahwa keadaan ekonomi masyarakat Indonesia masih kalah jauh untuk disetarakan dengan ekonomi di kebanyakan negara maju. Ada beberapa faktor yang menyebabkan keadaan ekonomi Indonesia masih rendah dan terhambat, di antaranya:

  • Sektor ekonomi masyarakat Indonesia masih didominasi oleh sektor pertanian tradisional dan eksploitasi bahan mentah yang memiliki nilai ekonomis lebih rendah dibanding industri olahan atau barang jadi.
  • Laju pertumbuhan penduduk dan tingkat pengangguran yang masih tinggi.
  • Perekonomian dan investasi masih tergantung pada negara maju.
  • Masih kurangnya sumber daya manusia yang kompetitif.

2. Akses dan Kualitas Pendidikan yang Rendah

Kondisi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan masih tertinggal dibanding kebanyakan negara lainnya. Fakta ini dapat terlihat dari masih rendahnya rata-rata tingkat pendidikan yang dapat dicapai oleh masyarakat Indonesia. Angka partisipasi penduduk dalam kegiatan pendidikan pun terbilang masih minim. Ditambah lagi, akses terhadap fasilitas penunjang dan kualitas pendidikan masih belum merata dan cenderung sangat kurang. Bahkan ada yang sampai berada di bawah standar kualitas pendidikan pada umumnya.

Hal tersebut tentunya sangat menghambat upaya pembangunan sumber daya manusia untuk dapat terus mendorong peningkatan setiap aspek yang dibutuhkan guna menjadi negara yang maju, modern, dan kompetitif.

3. Penguasaan Iptek yang Masih Tertinggal

Pembangunan dan pengembangan bidang Iptek di Indonesia masih menghadapi banyak sekali permasalahan. Termasuk di antaranya adalah masih rendahnya kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), minimnya anggaran pengembangan Iptek, serta belum terjalinnya komunikasi yang baik dan berkesinambungan antara pengembang Iptek dengan para pengguna Iptek, khususnya dunia industri.

Pengembangan Iptek seharusnya digencarkan oleh pemerintah. Implementasi teknologi yang baru, baik, dan efisien, tentu sangat bermanfaat guna mendorong berbagai macam hal seperti yang dilakukan oleh banyak negara maju, mulai dari industri, pendidikan, hingga kesehatan.

Itulah ulasan singkat beberapa faktor penyebab Indonesia belum layak menjadi negara maju. Fakta sebenarnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa tumbuh menjadi negara maju. Namun, segala upaya untuk mencapai hal tersebut tentu harus terus dimaksimalkan, agar cita-cita terwujudnya Indonesia yang maju bukan hanya sekedar mimpi, akan tetapi dapat terealisasi dengan kerja keras.