Thursday , October 29 2020

Penyebab dan Cara Mencegah Anak Sakit Gigi

Penyebab Gigi keropos atau berlubang berawal dari adanya kotoran yang melekat pada gigi anak yang dihinggapi kuman, atau sering disebut plak. Kerusakan gigi dimulai pada permukaan luar gigi yang disebut email, lalu menjalar ke lapisan bagian dalam yaitu dentil, pada saat itu gigi akan terasa ngilu, terutama saat memakan makanan yang manis, atau minuman yang dingin.

Kemudian, lubang akan terus menjalar ke syaraf gigi sehingga menimbulkan rasa sakit . Lama kelamaan gigi menjadi keropos, mati, dan membusuk serta terjadi pembengkakan gusi. Akibatnya fungsi penguyahan terganggu dan nafsu makan anak pun lenyap. Hal ini tentunya mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Mengenali Faktor Penyebab Sakit Gigi

 

Untuk mencegah terjadinya gigi keropos (berlubang), kita perlu mengenali apa saja penyebabnya, yaitu:

Faktor Giginya Sendiri

Gigi anak seharusnya sudah disiapkan sejak awal kehamilan, yaitu dengan cara si ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi. Jika sewaktu hamil, gizinya kurang baik maka anak akan memiliki gigi-geligi yang tak kuat strukturnya. Gigi susu sebenarnya sudah terbentuk sejak ia masih dalam kandungan. Bahkan gigi permanen pun sudah terbentuk, pada trimester pertama, gigi-gigi ini sudah ada. Hanya saja munculnya saat anak berusia 5-6 tahun.

Faktor asupan gizi ibu hamil turut mempengaruhi pertumbuhan gigi anak,kalsium dan fosfor adalah zat penting yang membantu pembentukan gigi. Kedua zat ini banyak ditemukan pada susu (ibu hamil). Sedangkan flour diperlukan untuk menguatkan gigi. Begitu pula vitamin C dan D.

Sisa Makanan Manis

Penyebab gigi anak keropos adalah setelah pemberian makanan atau minum susu tak langsung dibersihkan. Jenis makanan yang disukai anak juga manis dan lengket. Padahal dengan tidak menggosok gigi sehabis makan atau minum susu akan membuat gigi keropos karena gigi menjadi tempat favorit bakteri untuk tumbuh subur dengan berpesta sisa-sisa makanan di gigi-geligi anak.

Mustahil seorang ibu tega tega melarang anaknya untuk tidak mengkonsumsi sama sekali berbagai jenis makanan manis. Seperti : cokelat, permen, gula dan permen. Solusinya adalah biarkan anak memakan sesuatu yang manis-manis, namun gosoklah gigi anak Anda setelah mereka memakan makanan yang manis-manis tersebut.

Kebiasaan Makan Es Batu

Jangan remehkan kebiasaan si kecil yang suka es batu. Es batu bisa menyebabkan temperatur suhu di rongga mulut menurun secara mendadak. Akhirnya seluruh jaringan gigi akan rusak , email gigi menjadi menipis. Padahal email adalah lapisan pelindung gigi. Jika email gigi rusak atau menipis, maka gigi tersebut menjadi mudah berlubang.

Lakukan Perawatan Gigi Rutin

Jadi kendati gigi susu akan tanggal (copot), ia tetap memerlukan perawatan yang benar. Ketahuilah kerusakan pada gigi susu berjalan lebih cepat dibandingkan dengan gigi tetap. Kerusakan gigi susu itu akan menyebabkan gigi tersebut menjadi karies yang ganas. Perawatan gigi sejak dini, bisa mencegah si kecil menderita kerusakan gigi yang parah, misalnya: menembus ke tulang di bawah gigi, dan merusak lapisan email gigi. Hal ini akan menyebabkan radang dan pembengkakan.

Karena itu sejak kecil anak harus diajarkan tentang menggosok gigi, minimal dua kali sehari atau sehabis makan. Sesudah sarapan atau menjelang tidur (di malam hari). Ajarkan pula anak untuk meminum air setelah makan, serta periksakan gigi setiap enam bulan sekali. Perawatan gigi yang tepat akan membuat gigi sehat kuat dan tampil menarik.