Hipertensi ( tekanan darah tinggi ) kerap muncul tanpa gejala sehingga sulit dideteksi, jika komplikasi penyakit tersebut tidak terkontrol , hal ini bisa meningkatkan risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner. Untuk itu perlu deteksi dini penyakit itu disertai penerapan pola hidup sehat.

Hipertensi kerap muncul tanpa gejala sehingga disebut silent killer. Tiap tahun, 7 juta orang meninggal akibat hipertensi.Penyakit hipertensi memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Hipertensi dideteksi lewat pemeriksaan tekanan darah. Cara mencegah hipertensi adalah dengan rutin memeriksakan tekanan darah, atau Anda dapat mendaftarkan diri sebagi donor darah, karena dengan menjadi donor darah Anda menjadi rutin “cek up” tekanan darah dua setengah bulan sekali.

Tentang Tekanan Darah

Tekanan darah normal sekitar 120/80 mmHg. Ada orang yang dilahirkan dengan tekanan darah rendah bila sejak muda di bawah 120/80 mmHg (hypotension). Tetapi tensi rendah bisa juga cermin adanya penyakit gondok yang lemah (hypothyroidy) lawan dari kelenjar gondok yang aktif (hyperthyroidy). Namun, perlu diingat tidak berarti setiap keadaan tensi darah di atas 120/80 mmHg serta merta berarti hypertensi, dan langsung memerlukan obat. Perlu dipastikan terlebih dahulu, apakah itu nilai tensi darah sejati. Untuk itu perlu pemeriksaan ulang beberapa kali dalam selang waktu seminggu, sebelum hypertensi dengan bulat didiagnosis. Mengapa? Oleh karena tekanan darah sejati itu idealnya saat bangun tidur di pagi hari, saat belum melakukan aktivitas fisik apa pun. Mengukur setelah Anda melakukan kegiatan fisik, sehabis emosi bergejolak, dan jiwa galau, akan cenderung menghasilkan nilai tekanan darah yang lebih tinggi dari angka sejatinya. Termasuk saat pengukuran di dokter praktik, atau di tempat umum setelah kesal menunggu terlalu lama, atau letih sehabis mengendarai motor atau mobil yang menuntut konsentrasi tinggi. Untuk menstailkan, Anda perlu beristirahat dengan berbaring sekitar lima menit sebelum tekanan darah diukur.

Pengukuran dengan alat ukur yang sudah lama tidak diuji hasilnya bisa tidak akurat. Demikian pula bisa terjadi pada factor pemeriksanya. Alta periksa tenanan darah elektronik juga tidak akurat bila baterainya sudah lemah. Maka, idealnya pengukuran tensi darah dilakukan rutin dan menggunakan alat tensi yang sama oleh pemeriksa yang juga sama dengan cara yang benar.

Ada orang-orang tertentu yang tegang bila bertemu dokter sehingga bila diukur oleh dokter tensi darahnya cenderung naik dari sejatinya, dan normal bila diukur sendiri di rumah. Kasus demikian jangan segera didiagnosis sebagai hipertensi juga, yang tinggi hanya tekann darah atasnya (sistolik) bukan teknan darah atas dan bawahnya.

Dari waktu ke waktu tekanan darah naik turun bagaikan gelombang. Namun tubuh memiliki mekanisme penyeimbang tekanan darah agar senantiasa normal. Di awal-awal tekanan darah meninggi, tubuh akan mengatur sendiri untuk menurunkannya, atau menaikkannya bila tensi sedang turun. Mekanisme otoregulasi bisa kacau bila terlalu cepat diintervensi dengan obat. Maka, menunda tidak lekas memberikan obat pda kasus hipertensi normal tinggi, sangatlah bijaksana. Apalagi jika penyebab tensi tinggi dikarenakan oleh factor nonfisik seperti stress, tegang, dan baru bergiat fisik.

Waspadai Garam Dapur

Ada orang yang tubuhnya sensitive terhadap garam dapur. Kelompok orang ini mudah naik tekanan darahnya bila mengonsumsi garam dapur berlebihan, karena dalam garam terkandung natrium. Budaya kuliner menjadikan lidah manusia menyukai rasa asin melebihi kebutuhan tubuh.

Contoh sederhana: “Banyak yang terkena hipertensi gara-gara konsumsi hariannya ikan asin melulu.

Pengobatan Hipertensi yang Efektif

Pengobatan hipertensi dapat dengan lalapan mentah atau direbus seperti buncis, mengkudu, pepaya, katuk, kunyit, leunca, mentimun, seledri, dan takokak. Pilihlah gaya hidup sehat untuk mencegah dan mengobati hipertensi. Pengobatan hipertensi tak efektif jika hanya obat dan tanpa diiringi pola hidup sehat, misalnya dengan rutin berolahraga, menjaga berat badan yang ideal, konsumsi makanan bergizi yang berimbang, mengurangi asupan garam, dan berhenti merokok. Pola hidup sehat juga jadi strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi. Selamat menjalani gaya hidup sehat.