Sunday , October 25 2020

Pembelajaran Membaca Untuk Anak Usia Dini

Pengertian membaca dalam kategori sempit  adalah membaca merupakan pengenalan bacaan atau lambang tertulis, misalnya : ketepatan pemahaman kata, waktu pengenalannya, kecepatan memahami frasa dan kata, serta gerakan mata antara baris-baris kalimat.

Dalam kategori yang luas selain pengenalan lambang, pengertian membaca mencakup pengenalan unsur-unsur makna secara tepat beserta pemahaman yang sesuai dengan pengertian membaca pada kategori sempit.

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Membaca untuk Anak Usia Dini

Adalah prinsip pembelajaran yang menimbulkan minat baca dan kebiasaan senang membaca pada anak. Prinsip ini perlu diketahui oleh orang tua dalam membimbing anak belajar membaca. Tidak ada artinya anak bisa membaca pada usia 3-4 tahun, namun ia tidak terbiasa membaca atau kurang tertarik membaca buku berlama-lama.

Oleh karena itu, pembelajaran membaca di tingkat taman kanak-kanak harus benar-benar dilaksanakan dengan sistematis, artinya sesuai dengan kebutuhan, minat, perkembangan, dan karakteristik anak. Proses pembelajaran, alat-alat permainan (media pembelajaran) yang digunakan harus memperhatikan hal ini, dan lingkungan belajar harus diciptakan secara kondusif. Hal ini sangat penting, sebab bila anak mengalami kegagalan pada periode ini, maka hal ini akan mempengaruhi kemampuan berbahasa anak, baik keterampilan ekspresif maupun reseptif.

Ciptakan kegiatan agar anak tertarik dengan membaca buku, sehingga kegiatan ini menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak. Jika ia sudah memiliki rasa senang membaca maka akan lebih mudah untuk membimbing mereka dalam kegiatan belajar membaca yang lebih kompleks. Kegemaran membaca ini akan lebih tepat bila sudah ditanamkan sejak diri sehingga kegiatan membaca bagi anak bukan merupakan suatu beban melainkan sebuah kebutuhan.

Steinberg (1982) menyusun program membaca dini yang terdiri dari lima fase yaitu:

  1. Fase mengenali perkataan (pembiasaan kata).
  2. Fase mengenal pasti perkataan.
  3. Fase mengenal pasti frasa dan kalimat.
  4. Menafsirkan teks.
  5. Teknik dan bahan pengajaran.

Masih menurut Steinberg bahwa kemampuan membaca untuk anak usia dini dapat dibagi dalam empat tahap perkembangan yaitu:

1. Tahap timbulnya kesadaran terhadap tulisan

Pada tahap ini , anak mulai belajar menggunakan buku dan menyadari bahwa buku itu penting. Ia melihat, dan membalik-balikkan buku dan kadang-kadang ia membawa buku kesukaannya.

2. Tahap membaca gambar

Anak usia taman kanak-kanak telah dapat memandang dirinya sebagai pembaca dan mulai melibatkan diri dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku, memberi makna gambar, menggunakan bahasa buku walaupun tidak cocok dengan tulisannya. Anak sudah menyadari bahwa buku memiliki karakteristik khusus, seperti judul, halaman, huruf, kata dan kalimat, serta tanda baca. Anak sudah menyadari bahwa buku terdiri dari bagian depan, tengah dan bagian akhir.

3. Tahap pengenalan bacaan

Pada tahap ini anak usia taman kanak-kanak telah menggunakan tiga sistem bahasa, seperti fonem (bunyi huruf), semantic (arti kata), dan sintaktik (aturan kata atau kalimat) secara bersama-sama. Anak yng sudah tertarik pada bahan bacaan mulai mengingat kembali jenis cetakan hurufnya dan konteksnya (isinya). Anak mulai mengenal tanda-tanda yang ada pada benda-benda di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggalnya.

4. Tahap membaca lancar

Pada tahap ini anak sudah dapat membaca lancar berbagai jenis buku yang berbeda dan menghubungkan buku yang ia baca dengan benda-benda di sekitar lingkungannya.

Selamat menuntun anak-anak Anda belajar untuk cinta membaca.

About Bas