Thursday , October 22 2020

OMG! Makanan Rendah Kalori Ternyata Picu Penuaan Dini

Makanan rendah kalori seperti kraker dan roti kering dapat membuat kadar gula darah cepat naik. Tak mengapa sih bila terjadinya sesekali saja, namun dalam jangka panjang, perubahan mendadak ini mampu memicu penuaan dini pada kulit lho. Akibatnya, kulit jadi kusam dan kering.

Ketika ini terjadi, setting alami tubuh jadi terganggu sehingga berhenti menelaah jenis makanan yang masuk dan gagal memahami apa yang harus dilakukan terhadap makanan tersebut.

Solusinya, lebih baik ganti pola diet rendah lemak ini dengan makan seperti biasa. Perlu diketahui bahwa mayoritas diet jenis makanan tertentu seperti diet karbo, rendah lemak, dll, itu berdampak buruk bagi tubuh. Faktanya, tubuh tetap memerlukan semua jenis nutrisi dalam kadar seimbang.

Itu tadi baru soal makanan rendah kalori dan penuaan dini. Kira-kira masalah kulit apa lagi ya yang juga disebabkan makanan? Berikut ulasannya.

1.Kerutan di dahi dan kulit kering

Makanan penyebabnya: gula dan pemanis buatan

Alasannya: gula dan pemanis buatan menyebabkan rusaknya kolagen dan elastin, kedua elemen yang utamanya aktif di bagian dahi karena di situlah jumlah lemak tubuh paling sedikit. Dan dari sekian banyak jenis gula, fruktosalah yang paling parah karena efek menghancurkan kolagennya lebih besar.

Solusinya: imbangi konsumsi makanan manis dengan salmon, rumput laut, kalkun, dan peterseli yang merupakan sumber kolagen alami.

2.Jerawat dan kemerahan

Makanan penyebabnya: susu sapi dan produk turunannya

Alasannya: susu sapi mengandung hormon yang membantu bayi sapi bertumbuh. Namun hormon ini berpotensi menimbulkan inflamasi ringan di kulit manusia.

Hal ini tak hanya berlaku untuk mereka yang menderita intoleransi laktosa saja, namun juga semua orang. Para ahli berpendapat hormon dalam susu sapi bertentangan dengan hormon dalam tubuh manusia.

Solusinya: Kurangi konsumsi susu sapinya, dan perbanyak makanan sumber yodium seperti seafood dan minyak ikan. Jenis makanan ini mencegah proses inflamasi.

3.Menyoloknya pembuluh kapiler di area hidung dan kelopak mata

Makanan penyebabnya: yang bercitarasa pedas

Alasannya: makanan pedas mempercepat semua proses dalam tubuh, termasuk metabolisme, suhu tubuh, dan sirkulasi darah. Karena darah mengalir lebih cepat melalui kapiler, maka otomatis itu jadi tampak lebih jelas di permukaan kulit.

Solusinya: selain dengan mengurangi makanan pedas, miliki gaya hidup sehat seperti cukup tidur, tidak stres, aktif berolahraga, dan konsumsi makanan bergizi.

4.Dekil atau kusam

Makanan penyebabnya: jus dan smoothies

Alasannya: serat tak hanya memperlancar pencernaan, namun juga bertanggung jawab untuk mendetoksifikasi tubuh. Nutrisi ini mudah ditemukan dalam buah dan sayur. Sayangnya, serat jadi hilang tatkala kedua bahan makanan tadi diolah menjadi jus atau smoothies. Bila tubuh tidak memeroleh serat yang cukup, maka kemampuan detoksifikasinya pun ikut berkurang.

Solusinya: jika tak suka buah dan sayur, berikut alternatif makanan sumber serat lainnya: biji-bijian, gandum, dan buah kering.

5.Bengkak, kendur, dan kusam

Makanan penyebabnya: terlalu banyak protein hewani

Alasannya: semua ini karena perubahan kadar pH dalam darah. Keasaman berubah saat protein dicerna. Selain itu, metabolisme, produksi ragi dan hormon, serta regenerasi kulit jadi melambat

Solusinya: konsumsi kedelai, timun, alpukat, dan brokoli karena semuanya dapat meningkatkan tingkat basa tubuh.

6.Dehidrasi dan kulit kering

Makanan penyebabnya: kopi dan teh

Alasannya: keseringan minum teh dan kopi membuat kita lebih sedikit minum air putih. Belum lagi fakta bahwa teh dan kopi bersifat diuretik sehingga tubuh tertipu – mengira kebutuhan airnya sudah terpenuhi, padahal belum.

Solusinya: minumlah cukup air. Setidaknya 2 gelas air untuk 1 cangkir kopi, atau 1 gelas air untuk setiap cangkir teh. Selain itu, tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti timun, labu, salad, grapefruit, pasta tomat, dll.

7.Intoleransi gluten

Keratosis pilaris merupakan kondisi dimana tekstur kulit berubah mirip kulit angsa, yakni dipenuhi benjolan-benjolan kecil. Kondisi ini memang tidak berbahaya, namun juga bisa merusak penampilan. Selain efek kosmetik, sebaiknya periksakan diri ke dokter bila mengalaminya. Siapa tahu kamu ternyata salah seorang yang memiliki intoleransi terhadap gluten.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *