Saturday , October 31 2020

6 Nasihat Ibu Yang Terbukti Benar Kepada Anak Gadisnya

Saat gadis beranjak dewasa, kita pasti merasa sudah tahu segalanya. Sehingga nasihat ibu pun kita indahkan begitu saja. Kita cenderung memilih jalan yang bertentangan dengan nasehat ibu hanya untuk membuktikan bahwa kita tidak membutuhkan nasihatnya.

Setelah kita dewasa dan mulai berkeluarga atau mulai memiliki kehidupan sendiri. Maka, ada beberapa nasihat ibu yang terbukti benar dan seharusnya kita ikuti sejak dulu.

1. Jangan Mengikuti Orang lain

Ibu selalu menasihati agar kita melakukan sesuatu yang membuat kita nyaman dan bahagia bukan melulu mengikuti teman. Jika semua teman tidak suka dengan baju warna merah, maka kamu ikut juga begitu padahal merah adalah warna favoritmu. Hal ini juga berlaku saat kita memilih pekerjaan, pasangan atau gaya hidup yang kita pilih. Berbeda itu tidak apa-apa dan bukanlah hal buruk. Saat kita dewasa, barulah kita sadar bahwa banyak hal yang tidak kita lakukan demi kesenangan diri sendiri karena terlalu sibuk membuat orang lain senang.

2. Percaya Dengan Naluri

Pernah kan naluri kita mengatakan suatu hal pada sebuah situasi tertentu. Belajarlah untuk mendengarkan itu karena biasanya naluri kita sedang menyampaikan ”pesan” terselubung. Jika memiliki perasaan tidak enak terhadap sesuatu atau seseorang , jangan dilewatkan begitu saja perasaan itu. Rasakan apa yang sebenarnya naluri kita ingin katakan. Dan, biasanya naluri selalu benar.

3. Kamu Lebih Cantik Dari Yang Kamu Tahu

Ibu sering mengatakan betapa cantiknya diri kita, betapa pintarnya, betapa cerdasnya atau betapa sempurnanya diri kita. Mereka mengatakan itu bukan karena mereka adalah ibu kita tapi karena itulah kenyataannya. Saat remaja bahkan hingga dewasa pun kita sering merasa tidak cantik dibanding teman lain. Padahal, sebenarnya kita jauh lebih cantik dari kita duga sendiri.

4. Jika Sesuatu Harus Terjadi, Maka Terjadilah

Seringkali kita menyesal dengan keputusan yang kita buat atau kesempatan yang tidak kita ambil. Lalu, rasa penyesalan akan terus menerus terjadi. Kita memaksakan diri agak situasi bisa dirubah sesuai dengan keinginan kita. Saat ini terjadi, ingat saja nasihat ibu bahwa jika memang alam semesta ini menginginkan hal itu terjadi pada diri kita, maka terjadilah dan tidak akan ada yang dapat menghentikannya. Karena dalam setiap kejadian ada pelajaran  yang harus kita ambil.

5. Peduli Dengan Diri Sendiri, Itu Yang Terpenting

Jika ingin menjadi yang terbaik dari diri kita sendiri maka pedulilah dengan diri kita. Kadang kala saat remaja kita terlalu mengurusi orang lain sampai lupa bahwa diri sendiri pun perlu diperhatikan. Apapun keputusan yang akan diambil maka kepentingan diri sendiri adalah yang paling utama. Ini bukan menjadikan kita egois tapi inilah caramu untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat.

6. Dia Bukan Orang Yang Tepat Untuk Jadi Pasanganmu

Saat sedang dimabuk cinta, kita benar-benar ”dibutakan” dengan rasa itu. Tugas ibu yang melihat apakah dia adalah pasangan yang tepat atau tidak. Ibu memiliki naluri yang kuat sekali jika itu berhubungan dengan kebahagiaan anak gadisnya.  Saat ibu mengatakan itu, ada dua kemungkinan : ibu belum mengenal dengan baik pasangan kita sehingga kesan pertama yang tidak enak mendorong naluri ibu untuk mengatakan itu atau dia memang benar-benar tidak tepat buat kita. Intinya adalah, jangan buru-buru menjadi defensif ketika ibu melontarkan kalimat itu. Dengarkan saja dulu apa pendapatnya sehingga kita bisa menjelaskannya baik-baik juga.