Thursday , October 22 2020

Menikmati Indahnya Alam Bawah Laut di Teluk Cendrawasih

Berada di dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Teluk Wondama dan Nabire, Teluk Cendrawasih memang bukan sekadar teluk biasa.

Taman Nasional

Teluk Cendrawasih resmi menjadi Taman Nasional sejak 1993. Daya tarik utamanya adalah berenang bersama Hiu Paus. Hiu yang dijuluki hiu bodoh, karena jinak dan tidak agresif itu sering terlihat di perairan Kwatisore, Nabire.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang terletak di Papua itu merupakan kawasan konservasi laut terbesar dan terluas di Indonesia, dengan luas 1.453.500 hektar yang hampir 90%-nya berupa perairan.  Taman Nasional ini membentang dari Timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km.

Beragam Satwa Bawah Laut

Buat kamu yang menyukai dan menikmati keindahan alam bawah laut, di sinilah tempatnya. Terdapat 196 jenis moluska dan 209 jenis ikan, potensi karang yang tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil. Di sana juga kamu bisa melihat empat jenis penyu yang sering mendarat di pantai, yaitu penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang, dan penyu belimbing. Ada juga ikan duyung, paus biru, ketam kelapa, lumba-lumba, dan hiu di sekitar perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Selain itu, kamu juga bisa menjelajahi pulau-pulau di sekitarnya. Di Pulau Yoop, Wendesi, Wasior, dan Yomber kamu bisa mengamati ikan paus dan ikan lumba-lumba.

Di Pulau Nusrowi terdapat wisata bahari, kamu bisa menyelam, snorkeling, dan mengamati satwa liar. Di Tanjung Manggar, Pulau Mioswaar, terdapat goa dalam air dengan kedalaman 100 kaki, di dalamnya terdapat sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam.  Di Pulau Rumberpon terdapat pos pengamatan satwa (burung), penangkaran rusa, wisata bahari, kamu juga bisa menyelam dan snorkeling, satu lagi yang menarik di lokasi tersebut kamu bisa menyaksikan kerangka pesawat tempur Jepang yang jatuh di laut saat Perang Dunia II.

Sejumlah peninggalan dari abad 18 masih bisa dijumpai pada beberapa tempat seperti di Wendesi, Wasior, dan Yomber. Umat Kristiani banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), hanya untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898. Di Pulau Numfor dan Misowaar terdapat gua pra-sejarah dengan kerangka manusia dari zaman pra-sejarah, lengkap dengan lukisan-lukisan karya mereka, piring antik dan peti berukir.

Penginapan

Sayangnya, di Taman Nasional Teluk Cendrawasih belum tersedia hotel maupun penginapan. Umumnya agen menawarkan untuk tinggal di atas kapal. Kalau kamu ingin bermalam di pulau-pulau kecil tersebut maka kamu bisa tinggal di rumah penduduk dengan cara menyewa. Ada resort yang dikelola orang asing yang menawarkan paket wisata bahari selama satu minggu.

Bagi kamu yang ingin berwisata ke sana, musim kunjungan terbaik adalah pada bulan Mei hingga Oktober. Untuk mencapai lokasi Taman Nasional Teluk Cendrawasih, bagi  kamu yang datang dari Indonesia bagian barat bisa menggunakan pesawat ke Biak, dari sana menggunakan pesawat lagi ke Manokwari atau Nabire. Atau bisa juga menggunakan kapal laut ke Manokwari atau Nabire. Dari Manokwari ke lokasi taman nasional (Pulau Rumberpon) menggunakan longboat dengan waktu 5,5 jam. Atau dari Manokwari ke kota kecamatan Ransiki menggunakan mobil sekitar tiga jam dan dilanjutkan dengan motorboat sekitar 2,5 jam. Tunggu apa lagi guys, ayo berangkat.

About Bas