Monday , October 19 2020

Menguras Air Mata, Ini 5 Film Adaptasi Novel yang Wajib Kamu Tonton

Novel yang populer di mata publik, tak jarang diadaptasi menjadi sebuah film. Ini dilakukan dengan anggapan bahwa pembaca dan pecinta novel tersebut sebagian besar tertarik untuk menonton filmnya. Nah, berikut ini film yang diadaptasi dari novel yang siap menguras air matamu. Simak terus ya!

1. The Fault in Our Star

Film-film dengan peran utamanya terjangkit kanker tentu akan menguras air mata. Seperti film The Fault in Our Star ini dimana dua pemeran utamanya sama-sama terkena kanker, meski sang pria (Augustus Waters) telah bebas dari kanker. Dalam film adaptasi novel dari John Green ini, keduanya dipertemukan dalam support group para penderita kanker. Mereka pun saling jatuh cinta. Keduanya bahkan bepergian ke Indianapolis untuk mempertanyakan akhir cerita yang ambigu dari penulis novel favorit Hazel Grace, pemeran utama wanita. Namun ternyata kanker kembali menggerogoti tubuh Augustus. Kondisinya pun memburuk setelah pulang dari Indianapolis dan akhirnya meninggalkan Hazel selama-lamanya.

2. Me Before You

Film yang diadaptasi dari novel karya Jojo Moyes ini termasuk film paling menyedihkan. Bercerita tentang Will Traynor seorang banker sukses yang paralisis setelah kecelakaan dan Louisa Clark yang menjadi caregivernya setelah kehilangan pekerjaan. Beberapa kali Will melakukan percobaan bunuh diri karena tidak ada harapan untuk sembuh.

Louisa berusaha memperlihatkan pada Will bahwa hidup ini berharga dengan berbagai cara untuk meningkatkan semangat hidup Will. Sayangnya, setelah menghabiskan waktu yang menyenangkan dan jatuh cinta dengan Louisa, Will tetap memilih untuk meninggal melalui suntik mati atau physician-assisted suicide (PAS).

3. The Best of Me

Film adaptasi novel berikutnya adalah The Best of Me yang ditulis oleh Nicholas Sparks. Setelah 20 tahun berpisah, dua mantan kekasih, Dawson dan Amanda, dipertemukan kembali karena kematian ayah angkat Dawson. Gara-gara ini, mereka kembali berkomunikasi dan ternyata keduanya sama-sama belum bisa move on. Mereka pun saling jatuh cinta. Bagian paling menyedihkannya, Dawson meninggal karena dibunuh oleh ayahnya dan pada akhirnya mereka tak bisa bersatu. Dan setelah satu tahun kemudian, Amanda baru tahu kalau pendonor jantung anaknya, tak lain adalah Dawson.

4. PS I Love You

Nah, kalau film ini dari novel Cecelia Ahern, novelis asal Irlandia. Tak kalah menyedihkan, film ini menceritakan tentang penyesalan Holly yang tiba-tiba ditinggal mati Gerry, suaminya, karena tumor otak. Kedua suami istri ini memang saling mencintai tapi mereka kerap kali bertengkar karena hal-hal yang tak penting. Gerry meninggalkannya sekumpulan surat cinta yang menuntunnya untuk life to the fullest. Holly pun menyadari seberapa cintanya Gerry padanya, dan seberapa berartinya Gerry baginya.

5. The Boy in Stripped Pyjamas

Film yang berlatar belakang Perang Dunia II merupakan adaptasi novel karya John Boyne. The Boy in Stripped Pyjamas ini melihat peperangan dari sudut pandang anak-anak. Dalam hal ini Bruno, anak dari komandan tentara Nazi. Ia kemudian bersahabat dengan Shmuel, anak keturunan Yahudi yang berada di Concentration Camp. Sampai suatu hari ia memutuskan membantu Shmuel menemukan ayahnya.

Bruno pun masuk ke dalam Concentration Camp yang diberi pagar kawat dengan menggali tanah di bawah pagar listrik itu. Ia mengenakan baju tahanan yang diberikan Shmuel. Alhasil, Bruno yang mencari ayah Shmuel di antara orang-orang yang digiring ke dalam Gaskammer pun ikut masuk. Ia pun meninggal. Gaskammer sendiri adalah alat berupa ruangan tertutup yang digunakan untuk membunuh manusia dengan memasukkan gas beracun ke dalamnya. Gaskammer ini merupakan wujud kekejaman Adolf Hitler pada zamannya.

Itulah lima film paling sedih yang merupakan hasil adaptasi novel. Kalau nonton, jangan lupa siapkan ember untuk menampung air matamu ya! Happy watching!

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *