Tuesday , October 20 2020

Menghindari Anak Agar Tidak Mengalami Kekurangan Sumber Gizi

Pemberitaan mengenai kekurangan gizi pada anak masih saja terdengar. Bagi Anda, orang tua, jangan sampai membuat si anak harus merasakan kekurangan sumber gizi. Jika memang sudah berkomitmen untuk memiliki anak, maka perlu mengetahui apa saja yang harus dihindari agar kelak anak Anda tidak mengalami kekurangan sumber gizi. Orang tua perlu sangat serius memperhatikan gizi anak. Jangan sampai Anda kurang peduli dengan apa yang anak konsumsi. Sebab sumber gizi yang cukup akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Berikut ini adalah perilaku yang perlu Anda hindari agar anak Anda tidak mengalami kekurangan sumber gizi.

Ibu Yang Hamil Kekurangan Sumber Gizi

Jika Anda memang berniat untuk memiliki anak, maka calon ibu harus menghindari kekurangan sumber gizi. Apa yang Anda makan akan dikonsumsi oleh dua nyawa. Jika Anda kekurangan sumber gizi. Maka otomatis janin di dalam kandungan juga ikut terkena imbasnya. Sehingga sebelum hamil, pastikan Anda sudah mampu memenuhi sumber gizi harian. Jangan anggap main-main untuk masalah ini. Jika Anda kekurangan sumber gizi saat hamil, maka ini yang akan terjadi. Ketika anak lahir ke dunia, maka kekurangan sumber gizi akan terjadi berkelanjutan. Padahal dalam seribu hari awal kelahiran bayi adalah penting untuk memenuhi kebutuhan sumber gizi. Jika kekurangan, maka dampaknya adalah anak Anda akan menjadi stunting. Apa itu? Stunting adalah orang yang memiliki tubuh pendek alias tinggi badan kurang dari normal.

Menyimpan Makanan Yang Kurang Diperhatikan

Jika Anda selalu bertindak masa bodoh dalam menyimpan makanan, ini menjadi bagian yang perlu dihindari. Anda perlu memperhatikan di mana, kapan, dan berapa lama menyimpan makanan. Salah dalam menyimpan makanan akan mempengaruhi kehilangan zat gizi tertentu. Seperti contoh, Anda menyimpan buah segar di lemari es. Selama beberapa hari tidak segera dikonsumsi. Meskipun buah akan baik dalam lemari es. Namun secara kandungan zat gizi sudah berkurang. Lihatlah buah segar yang mulai tampak kecoklatan alias browning. Itu sudah menandakan bahwa buah sudah mengalami kekurangan gizi. Jadi, saat anak Anda akan mengkonsumsi, anak Anda akan menerima gizi buah dalam keadaan tidak utuh. Lebih baik beli dan segera konsumsi makanan yang dibeli. Jika memang belum dikonsumsi, maksimal dua hari setelah pembelian jika itu makanan segar.

Pengolahan Yang Salah

Untuk yang satu ini akan lebih mudah dipahami dengan mengambil contoh sayuran. Sayuran adalah makanan yang cepat mengalami kerusakan zat gizi. Pengolahan yang salah dalam mengolah sayuran adalah waktu yang tidak dikontrol. Anda merebus sayuran dalam waktu lama. Maka zat gizi larut air tentu akan berkurang. Terlebih untuk jenis sayuran yang tidak tahan suhu tinggi, akan membuat zat gizi juga semakin berkurang bahkan hilang sama sekali. lebih baik agar Anda tetap mengkonsumsi sayuran yang bergizi lengkap, konsumsilah sebagai lalapan dalam keadaan segar. Apakah Anda mau melihat anak yang menikmati sayuran yang Anda olah. Namun karena pengolahan yang salah ternyata anak Anda mengkonsumsi sayuran tanpa sumber gizi yang lengkap.

Kekurangan sumber gizi karena Anda salah dalam perencanaan, menyimpan, sampai mengolah memang perlu dihindari. Sebab anak Anda tentu saja akan otomatis kekurangan sumber gizi. Padahal usia anak yang masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan perlu selalu dipenuhi kebutuhan sumber gizi makanan dan minuman. Anda pun harus dapat menjadi orang tua yang cerdas. Orang tua yang tentu selalu memberikan sumber gizi terlengkap pada anak.

About Bas