Saturday , October 24 2020

Mengenal Unsur Pakaian Adat Bali dan Filosofinya

Apakah Anda pernah melihat masyarakat Bali mengenakan pakaian adatnya? Laki-laki, dengan ciri khas ikat kepalanya, dan perempuan dengan ciri khas ikat pinggangnya? Ya, pakaian adat Bali memang sudah sering kita lihat karena masyarakat di sana masih senang mengenakan pakaian adat mereka. Pakaian adat Bali termasuk budaya yang unik dan berbasis pada kepercayaan masyarakat Bali pada umumnya, yaitu agama Hindu. Mari mengenal lebih dalam tentang pakaian adat ini.

Pakaian adat Bali setidaknya terdiri dari pakaian sehari-hari, pakaian untuk upacara perkawinan dan pakaian untuk upacara keagamaan. Dalam pakaian adat Bali untuk perempuan, terdapat beberapa elemen yang penting, yaitu:

Kebaya

Kebaya merupakan simbol keanggunan dan kecantikan perempuan. Pakaian ini juga menunjukkan kebersihan dan kerapihan serta menonjolkan sikap perempuan Bali yang sopan dan manut.

Kamen

Dalam adat Bali, kamen berfungsi untuk menutupi tubuh bagian bawah. Kamen ukurannya cukup besar dan pemasangannya adalah dengan cara dilingkarkan dari arah kiri ke kanan. Kamen ini merupakan simbol kesaktian.

Bulang Pasang

Bulang Pasang merupakan sehelai selendang yang dililitkan di pinggang dan berfungsi menutupi bagian perut. Bulang Pasang ini memiliki makna penjaga rahim dan pelindung dari segala hal yang buruk bagi perempuan.

Senteng

Senteng dipasangkan diluar dan tidak tertutupi oleh baju. Senteng melambangkan kesaktian yang selalu siap mencegah agar perempuan tidak melanggar ajaran dharma.

Sanggul

Sanggul merupakan bagian terpenting dalam pakaian adat Bali. Sanggul khas Bali memiliki jenis tersendiri, yaitu jenis Pusung gonjer yang dikenakan oleh perempuan yang belum menikah atau masih lajang, Pusung tagel yang dikenakan oleh perempuan yang sudah menikah dan pusung podgala atau pusung kekupu yang dikenakan oleh janda.

Bunga

Bagian yang menonjolkan kecantikan perempuan Bali. Bunga yang digunakan biasanya bunga cempaka putih, cempaka kuning dan bunga kamboja.

Sementara itu, ada pula unsur-unsur pakaian adat Bali untuk laki-laki, yaitu:

Udeng atau Ikat Kepala

Ikat kepala memang menjadi bagian pokok dalam pakaian adat di daerah Jawa dan Bali. Di Bali, ikat kepala yang disebut udeng memiliki simpul di tengah yang merupakan simbol pemikiran (di kepala). Ada dua jenis udeng, yaitu udeng bermotif yang dikenakan sehari-hari oleh masyarakat biasa dan udeng berwarna putih yang dikenakan khusus untuk upacara atau ibadah masyarakat Bali.

Baju

Baju yang dikenakan dalam pakaian adat ini pada dasarnya mirip dengan pakaian safari. Baju yang bersih dan sopan menyimbolkan kewibawaan dan sikap sopan santun para laki-laki di Bali.

Kamen

Sama seperti pakaian adat perempuan, kamen digunakan untuk menutupi tubuh bagian bawah. Kamen harus dililit dari arah kiri ke kanan sebagai simbol dharma. Ujung kamen harus menyentuh tanah sebagai penghormatan terhadap ibu pertiwi.

Saput atau Kampuh

Saput digunakan untuk menutupi bagian pinggang. Biasanya, motif kain saput adalah kotak-kotak. Saput dapat digunakan saat sehari-hari maupun saat beribadah.

Umpal

Umpal merupakan selendang pengikat yang memiliki simpul hidup di bagian sebelah kanan. Umpal bermakna sebagai penjaga dari segala keburukan.

Pakaian adat Bali yang memiliki unsur yang beragam mempunyai filosofi tersendiri. Pada dasarnya, pakaian adat Bali mengacu kepada kekuasaan Sang Hyang Widhi yang memberikan perlindungan serta kasih kepada semua hambanya. Pakaian adat Bali yang dikenakan lengkap menandakan bahwa orang tersebut patuh terhadap perintah Sang Hyang Widhi dan Sang Hyang Widhi akan melindunginya dari segala marabahaya. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta, pakaian adat Bali yang indah pun dikenakan sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu yang datang berkunjung.

About Bas