Mengenal Kain Batik Khas Nusantara

Batik adalah salah satu jenis pakaian asli Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata batik berarti kain yang didalamnya terdapat lukisan bermotif dan dihasilkan dengan cara menahan warna dengan lilin. Secara terminology dan etimologi batik berasal dari bahasa jawa yakni “mbat” (melempar) dan “titik” titik. Para ahli bahasa juga mendefinisikan batik diantaranya adalah :

Santosa Doellah

“Batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional, memiliki beragam corak hias dan pola tertentu dimana pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin batik sebagai bahan perintang warna.”

Sejarah Batik

Ketika kita ingin mengetahui sejarah batik. Maka akan ditemukan bahwa perkembangan batik di nusantara berhubungan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan Penyebaran agama Islam di Indonesia. Sejak zaman Majapahit seni membatik kain telah berkembang sampai raja-raja selanjutnya.

Ternyata Teknik Membatik tidak hanya di Indonesia. Sekitar 1000 tahun yang lalu seni membatik sudah mulai ada di Mesir Kuno. Berkembang masuk ke beberapa Negara Afrika seperti Nigeria, Kamerun dan Mali. Serta di Asia seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Awal mula penggunaan kain batik untuk pakaian berasal dari kebudayaan keluarga keraton. Mereka membatik hanya untuk memenuhi kebutuhan pakaian mereka saja. Namun budaya ini lantas keluar dari keraton dan menyebar di masyarakat. Banyak ibu-ibu yang sehari-harinya membatik untuk mengisi waktu luang. Dahulu membatik hanya menggunakan canting serta menggunakan pewarna alami dari tanaman.

Jenis-Jenis Batik

batik cap dan tulis
batik cap dan tulis (margaria.co.id)

Awalnya kita mengenal batik hanya yang dibuat dengan canting. Seiring perkembangannya ada jenis batik lain yang berkembang. Berikut ini beberapa jenis batik yang ada di Indonesia.

1. Batik Tulis

Inilah cara membatik yang pertama dan terus dilestarikan hingga saat ini. Membatik dengan menggunakan canting dan secara manual dibuat pola batik yang diinginkan. Dalam pembuatan batik tulis dibutuhkan kesabaran dan ketelitian. Sehingga dalam batik jenis ini kita jarang menemui ada pola batik yang sama persis. Maka tidak salah jika harga batik tulis lebih mahal dibanding jenis batik lainnya.

2. Batik Cap

Dengan semakin berkembangnya batik menjadi industri. Menjadikan manusia mulai mencari cara baru agar proses pembuatan batik dapat lebih singkat. Atas dasar itulah saat ini muncul batik cap. Motif batik dihasilkan dari cap atau stempel yang terbuat dari tembaga dan memiliki motif. Kain batik ini memiliki motif yang seragam dan untuk sebagian orang di anggap tidak memiliki nilai seni dibanding batik tulis. Harga jual batik jenis ini juga lebih murah.

3. Batik Kombinasi Cap dan Tulis

Batik ini dihasilkan dari kombinasi cap dan tulis. Karena adanya kelemahan dalam batik cap, maka coba ditutupi dengan tetap membuat batik tulis didalamnya. Teknik pembuatannya lebih rumit karena perlu menggabungkan model pola terlebih dahulu agar hasilnya terlihat baik.

Corak Batik

Keanekaragaman corak dan warna batik yang ada saat ini sudah banyak dipengaruhi budaya dari asal daerah pembuatnya. Di Pulau Jawa kita akan mendapati ada dua jenis corak batik yang dipengaruhi asalnya. Ada batik dari daerah pedalaman yang berkembang di Solo dan Yogyakarta. Ciri khas batik ini ada pada motif dan warna yang masih sangat kental nuansa keraton. Serta Batik pesisir yang banyak terdapat di Cirebon, Pekalongan dan Madura. Batik ini memiliki ciri penuh dengan corak dan warna yang lebih terang. Karena banyak mendapat pengaruh bangsa luar seperti china dan arab.

Selain itu juga terdapat batik Sumatra yang memiliki corak dan warna yang khas pula. Sebagian besar batik di Sumatra memiliki corak tumbuhan seperti bunga, atau corak yang berhubungan dengan filosofi hidup.

Batik memang menghadirkan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *