Saturday , October 24 2020

Tak Disangka, Benda-Benda Ini Dulu Fungsinya Tak Seperti Sekarang

Fungsi benda-benda yang ada saat ini bisa jadi tak sama dengan fungsinya saat pertama kali diciptakan. Seperti minuman Coca Cola yang pada awalnya diciptakan sebagai penahan rasa sakit, lho. Tapi ternyata, masih banyak lagi benda-benda lain yang kini fungsinya berbeda. Mau tahu? Simak fungsi semula lima benda lainnya berikut ini!

1. Play-Doh

Siapa sih yang nggak tahu Play-Doh? Benda ini merupakan mainan anak-anak berupa lilin kenyal yang banyak dijual di pasaran. Play-Doh ini berwarna-warni dan bentuknya bisa diubah sesuai keinginan, mulai dari menyerupai es krim sampai manusia salju. Tapi ternyata, awalnya benda ini tak dimaksudkan sebagai mainan anak-anak, lho.

Play-Doh ini awalnya dibuat dan dijual sebagai pembersih wallpaper. Saat itu sekitar tahun 1930 dan hanya ada warna putih. Tapi sayangnya semakin lama masyarakat lebih memilih sabun dan air untuk membersihkan dinding. Semakin hari penjualan pun makin menurun. Baru pada tahun 1950 itulah mereka bangkit kembali menjual produk ini dengan kegunaan yang seperti sekarang ini. Lantaran mereka menemukan beberapa guru menggunakan Play-Doh sebagai mainan anak-anak.

2. Bubble wrap

Bagi yang nggak tahu, seperti namanya, bubble wrap merupakan plastik berbentuk bubble yang biasanya digunakan sebagai lapisan pembungkus. Biasanya paket-paket pengiriman yang rawan pecah atau rusak dilapisi dengan bubble wrap terlebih dahulu sebelum dibungkus agar tidak ada kecacatan barang saat diterima pembeli.

Namun, Al Fielding, seorang insinyur, dan Marc Chavannes, inventor asal Swiss, yang merancangnya, bermaksud untuk menciptakan wallpaper 3D. Kala itu tahun 1957 dan ternyata wallpaper ini tak terlalu laku di pasaran. Mereka pun memutar otak dan menjualnya sebagai penyekat rumahnya. Sayangnya, itu juga tak populer.

Tak lama kemudian, seorang marketer menyampaikan idenya pada IBM yang akan launching komputer baru. Bahwa bubble wrap ini bagus untuk packaging saat komputer mereka dikirim. Ide itu pun diterima dan dipakai sampai saat ini.

3. High Heels

High heels sudah seperti gaya hidup sebagian besar perempuan. Tak hanya dipakai saat momen-momen tertentu saja, high heels digunakan kemana saja. Bahkan sekedar berkumpul santai dengan teman-teman. Untung kita hidup di zaman sekarang, kalau dulu high heels bukan sekedar sepatu.

High heels adalah simbol status seseorang, baik kekayaan maupun status sosial. Semakin tinggi heels yang digunakan maka semakin tinggi tingkat kekayaan dan status sosial mereka. Dilansir dari Elite Daily, hal ini karena penggunaan high heels menghambat mereka untuk bekerja dan berjalan dengan baik. Dan dulu, high heels awalnya dibuat untuk pria, lho.

4. Treadmill

Treadmill pada saat ini memang digunakan sebagai alat olahraga. Tapi sebenarnya, treadmill dibuat untuk menghukum narapidana yang melanggar aturan. Alat ini dirancang oleh seorang insinyur bernama Sir William Cubitt pada tahun 1818. Dulu namanya bukan treadmill tapi tread wheel.

Dulu bentuknya belum seperti sekarang. Seperti roda-roda dayung yang besar. Narapidana itu harus menginjak roda-roda tersebut. Itu gunanya untuk memompa air atau menghancurkan biji-bijian. Karena hukuman ini sangat menyiksa bahkan membuat narapidana jatuh sakit, ini dihentikan pada akhir abad ke-19. Barulah tahun 1960 treadmill ini digunakan lagi tapi untuk latihan aerobik.

5. Dasi

Tahukah kamu kalau dasi dulu digunakan saat perang? Jauh sebelumnya saat zaman Romawi, juru bicara kekaisaran dan prajurit mengenakan kain yang dililit ke leher. Bahannya lebih tebal dan fungsinya untuk melindungi diri kala perang.

Namun, dasi dipopulerkan pada abad 17 oleh prajurit Kroasia dalam 30 tahun peperangan di Prancis. Karena saat itu bisa saja prajurit berubah haluan, maka dari itu mereka mengenakan dasi berwarna untuk mengenali mana kawan dan mana lawan. Raja Louis XII dari Prancis berpendapat bahwa penggunaan dasi merupakan fashion.

Itulah lima benda yang fungsinya berbeda dengan sekarang. Nggak nyangka, bukan?

About aarosyidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *