Tuesday , October 20 2020

Tips Membicarakan Keuangan Bagi Pengantin Yang Baru Menikah

Halokawan,

Bagi pengantin baru, bukan waktunya untuk saling malu atau ragu untuk berbicara mengenai keuangan. Jika tidak dibicarakan sedini mungkin, maka akan menjadi masalah. Memang terbilang sensitif, namun harus dibicarakan dan diatur. Untuk lebih mudahnya memulai mengatur keuangan, maka simaklah berikut ini.

Membeli Tempat Tinggal

Menjadi pengantin baru yang masih menjadi satu dengan mertua atau orang tua memang biasa. Namun tentu Anda tidak ingin selamanya di bawah satu atap dengan orang tua. Sebagai orang yang sudah menikah tentu harus dapat hidup mandiri.

Selagi Anda bekerja, aturlah keuangan untuk membeli tempat tinggal. Sisihkan uang Anda dan pasangan Anda untuk tujuan membeli tempat tinggal. Komunikasikan bersama pasangan berapa persentase dari pendapatan yang diperoleh untuk tabungan tempat tinggal. Sehingga Anda dan pasangan pun dapat memperkirakan kapan waktunya hingga sampai dapat terwujud memiliki tempat tinggal.

Keuangan Untuk Anak

Jangan terburu-buru untuk memiliki anak jika Anda belum mantap mengatur keuangan untuk anak. Sehingga wajib untuk Anda bicarakan terlebih dahulu kepada pasangan Anda.

Mulai dari mulai mengatur keuangan untuk pendidikan anak Anda. Mengatur keuangan untuk kesehatan anak. Mengatur keuangan untuk tabungan anak di masa depan. Semuanya harus sudah diatur dengan matang. Sehingga Anda dan pasangan tidak menjadi orang tua yang menelantarkan anak atau orang tua yang memberikan kehidupan kurang layak pada anak.

Sebab banyak kasus Pengantin baru dan cepat memiliki momongan dalam kondisi tidak siap, adalah kesulitan ekonomi. Kekurangan uang untuk membeli susu dan lain-lain dan berdampak pada anak kekurangan gizi. Jadi, jangan sampai itu terjadi pada anak Anda.

Masa Depan Bersama

Anda dan pasangan tentu tidak seumur hidup bekerja. Ketika jiwa dan raga sudah lelah untuk bekerja, maka tidak ada lagi pendapatan yang diperoleh. Untuk itu, selagi Anda memperoleh pendapatan, maka aturlah pula untuk masa depan.

Masa depan Anda, pasangan Anda, dan juga anak Anda. Sehingga ketika Anda dan pasangan tidak lagi bekerja, kehidupan yang dijalankan bersama masih berjalan seperti masih bekerja. Intinya adalah Anda dan pasangan harus dapat memprioritaskan sebagian pendapatan untuk masa depan bersama.

Keuangan Untuk Kondisi Darurat

Pendapatan yang Anda peroleh jika Anda adalah kepala keluarga, tentu akan diserahkan sebagai nafkah kepada istri Anda. dan jika Anda adalah istri yang menerima nafkah suami, maka atur keuangan untuk kondisi darurat pula. Entah sakit, kecelakaan, ataupun lainnya.

Meskipun sudah pasti tidak ada yang menginginkan kondisi darurat terjadi, namun berjaga-jaga dengan mengambil peribahasa “Sedia Payung Sebelum Hujan” memang diperlukan. Jangan sampai Anda dan pasangan yang baru menikah harus membuka hutang baru. selama Anda sudah belajar berhutang, maka akan memiliki hutang dibanyak tempat. Jadi, hindari cara berhutang

Keuangan Untuk Beli Kendaraan Pribadi

Jika Anda ingin menambah motor atau memiliki mobil, maka atur pula keuangan Anda dan pasangan untuk membeli kendaraan pribadi.

Akan menjadi lebih cepat jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja dan memperoleh pendapatan. Sebab tabungan untuk membeli kendaraan pribadi tentu akan semakin cepat terisi.

Memang perlu waktu, namun selagi Anda dan pasangan membicarakannya sejak dini mengenai keuangan bersama atau keuangan menyangkut keluarga baru, maka akan dapat dijalani dengan mudah. Kehidupan berkeluarga Anda pun tidak akan diliputi oleh masalah uang.

About Bas