Wednesday , October 21 2020

Mengatur Jam Belajar Efektif Untuk Anak SD

Orang tua perlu memahami pernyataan berikut ini. Anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu untuk belajar, membuat anak burnout. Burnout menandakan anak mengalami rasa lelah tubuh secara ekstrim. Anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain, membuat anak memiliki prestasi yang buruk. Kebanyakan orang tua masih bingung. Menyuruh anak untuk belajar dan belajar dianggap salah. Menyuruh anak untuk banyak bermain juga salah. Lihat usia anak Anda. untuk seorang anak SD, orang tua harus sedapat mungkin mengaturkan waktu belajar mereka secara efektif.

To Do List Bersama Anak

Ajak anak Anda untuk merencanakan jam belajarnya. Buat To Do List bersama anak sehingga Anda dapat menentukan jam yang tepat untuk anak belajar secara efektif. Dengan membuat perencanaan tersebut, maka anak akan memiliki tanggung jawab. Ketika masuk jam belajar yang sudah ditentukan, anak pun akan segera mengisi waktu tersebut dengan belajar sampai jam belajar yang telah dibuat selesai. Buatlah To Do List sejak anak bangun pagi hingga tidur malam. Apa saja kegiatan yang harus dilakukan oleh anak di jam-jam tersebut. Sehingga jam belajar anak dapat berjalan dengan teratur.

Biarkan Anak Istirahat Atau Bermain Sejenak Sepulang Sekolah

Salah satu dari rencana jam belajar yang Anda buat bersama anak adalah berkaitan dengan ini. Memiliki jam saat anak akan dibebaskan untuk istirahat atau bermain sepulang sekolah. Tentu orang tua juga harus menyuruh anak untuk makan siang terlebih dahulu.

Jika anak tidak mau istirahat sepulang sekolah, maka biarkan apa yang hendak dilakukan si anak. Anda tidak perlu membentak atau memarahi anak Anda untuk istirahat. Anak SD termasuk anak yang masih sangat aktif. Mereka tidak cepat merasakan lelah meskipun selepas pulang sekolah. Jika anak Anda ingin bermain, maka biarkanlah. Sebab Anda tentu sudah memiliki jam belajar untuk anak Anda, bukan.

Selesaikan Tugas Sekolah Terlebih Dahulu

Ketika jam belajar tiba, maka ajak anak untuk mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolah terlebih dahulu. Tanyakan apakah ada tugas sekolah atau tidak. Jika tidak, maka Anda dapat mengajarkan pelajaran yang memang hendak diajarkan saat itu. Sebab ketika ada tugas sekolah dan dikerjakan lebih dahulu akan membuat anak cepat dalam mengerjakan.

Anak masih ingat pelajaran pagi tadi di sekolah yang kemudian dijadikan tugas sekolah hari itu. Berbeda ketika Anda baru menyuruh anak mengerjakan tugas sekolah setelah belajar. Maka pikiran anak sudah bercampur baur dengan materi pelajaran yang dia pelajari saat itu.

Saat Waktu Luang, Arahkan Anak Untuk Ke Hal Positif

Setelah selesai belajar, maka anak sudah memiliki waktu luang untuk melakukan apapun. Agar anak selalu terarah, maka orang tua perlu mengarahkan anak untuk melakukan hal positif di waktu luangnya. Memang anak biasanya akan kembali bermain.

Namun ketika anak ingin menonton televisi, pastikan acara di televisi saat itu memang ada untuk acara anak-anak. Jika tidak, maka lebih baik ajak anak untuk melakukan hal lain seperti membaca buku, menggambar, atau kembali bermain. Sedapat mungkin membuat anak dapat merefresh pikiran setelah belajar. Namun Anda harus dapat mengarahkan anak untuk melakukan hal positif. Sehingga ilmu yang diperoleh anak pun juga terarah dengan baik.

Seimbang, itulah yang harus Anda buat bersama anak dalam To Do List. Antara jam bermain, jam istirahat, dan jam belajar. Sehingga akan membuat jam belajar anak SD berjalan dengan efektif.

About Bas