Wednesday , October 21 2020

Tips Mengatasi Masalah Mandi Balita

Anak Balita ( bawah lima tahun ) sering menolak mandi, tapi ada juga sebagian anak yang justru betah di kamar mandi. Berikut ini adalah berbagai problema mandi anak-anak dan solusi praktisnya:

1. Berlama-Lama di Kamar Mandi

Umumnya ketika sudah bisa mandi sendiri, si balita jadi betah di kamar mandi dan enggan keluar. Anak mulai merasakan kenikmatan bereksplorasi dengan tubuhnya. Ia akan memperhatikan perbedaan tubuhnya dengan teman atau saudaranya yang berbeda jenis kelamin. Sebab lainnya adalah anak senang bermain air, misalnya : menyiramkan air dengan shower, menciduk dengan gayung, berpura-pura mencuci baju, membuat gelembung sabun, dan lain sebagainya.

Ia bereksperimen dengan air, dan menemukan hal-hal baru yang menarik. Misalnya: kalau kerannya dibuka airnya jadi mengucur keluar, kalau showernya di putar ke kanan, siraman airnya menjadi lebih deras, kendati mungkin hobinya berlama-lama di kamar mandi adalah karena meniru ayah atau ibunya.

Anda tak perlu marah dan memaksa anak agar segera keluar dari kamar mandi, justru di saat itulah Anda sebagai orang tua dapat menambahkan pelajaran pelajaran tentang air kepada anak, misalnya: kalau gayungnya diisi terlalu penuh menjadi berat dan airnya nanti meluber (tumpah), atau kalau kamu mandi kelamaan nanti kamu kedinginan, kalau sudah mandi segera keluar ya Nak.

Lakukan kompromi seberapa lama ia boleh berada di kamar mandi, paling lama 20 menit ya, sepakati pula apa yang boleh dan tidak boleh ia lakukan di kamar mandi. Begitu ia berlama-lama di kamar mandi, ingatkan kesepakatan yang telah Anda berdua lakukan.

Bila hal ini konsisten dilakukan, anak akan menjadikan rutinitas itu sebagai kebiasaan baik. Sehingga ia segera bergegas ketika diberitahu bahwa waktunya mandi sudah hampir habis. Sebaliknya, bila orang tua selalu mengikuti kemauan anak, ia akan menangis setiap kali disuruh menyudahi kegiatan mandinya. Senjata air matanya cukup ampuh untuk menaklukkan Anda.

2. Menolak Mandi dan Keramas

Balita terkadang menolak mandi ketika ia asyik menonton film kartun kesukaannya, bisa jadi ia tidak mau mandi sebagai tanda protes kepada orang tua yang selalu memaksakan kehendaknya. Sebab lain adalah aktivitas mandi mengganggu kesenangannya bermain kotor-kotoran, bukankah sesudah mandi biasnya orang tua melarang anak bermain gara-gara takut kotor (lagi)? Sudah, jangan lari-larian, nanti badanmu keringatan lagi. Kamu kan sudah mandi.” Padahal si kecil masih ingin main bersama teman-temannya, namun untuk mencari tahu alasan anak tidak mau mandi tidaklah mudah, karena kita perlu menelusuri satu per satu.

Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan Anda sebesar gunung untuk menghadapinya. Cara sederhananya adalah dengan rajin melakukan pendekatan dan komunikasi yang baik dengan anak. Jika permasalahan tidak mau mandi sudah Anda temukan, langkah selanjutnya memperbaiki segala hal yang tidak membuat anak tidak enak atau enggan mandi. Misalnya : ia takut matanya kena sampo, ia takut kupingnya kemasukan air, dan lain sebagainya.

Solusinya adalah Anda tak perlu sungkan untuk minta maaf, “Maaf ya Nak, Ayah nggak sengaja.Kalau samponya nggak kena mata kamu nggak akan perih, lain kali Ayah pasti lebih hati-hati. Dengan begitu anak pun menjadi berani keramas. Seiring berlalunya waktu, perlahan-lahan beri pengertian kepada si kecil tentang manfaat mandi. “Nak, mandi itu bagus supaya tubuhmu bersih dan kuman-kuman tidak mau melekat di tubuhmu. Kalau kamu tidak mandi, nanti badanmu gatal-gatal dan tidurmu nanti malam jadi tidak nyenyak.

Bila si kecil telah menunjukkan perubahan sikap menjadi rajin mandi, Anda harus memberinya pujian untuk membesarkan hatinya. Misalnya: “Wah anak Ayah sudah cantik dan wangi, hebat!” Selamat mencoba.

About Bas