Wednesday , October 21 2020

Mengapa Harus Cepat Move On Setelah Patah Hati?

Seringkali saat kita menjalani sebuah hubungan, maka akan berakhir dengan patah hati. Lalu,  kita menangis dan merasa terluka hingga menutup diri karena takut akan patah hati lagi. Setelah itu kita menjadi pribadi yang kuat dan merasa tidak membutuhkan orang lain. Padahal itu kita lakukan hanya untuk melindungi diri.

Sebenarnya menutup diri agar tidak terluka lagi tidak akan menyembuhkan luka patah hati sama sekali. Bahkan membuat kita menjadi terasing dari orang-orang yang benar-benar mencintai kita. Tanpa disadari, kita juga menutup hati kita dari kesempatan untuk bertemu dengan orang yang lebih baik dan jauh lebih sempurna dari sebelumnya.

Intinya adalah menutup diri setelah patah hati adalah perbuatan paling bodoh. Kenapa? Ini alasannya:

1. Sesuatu Terjadi Karena Suatu Alasan

Orang datang pada kehidupan kita pasti karena suatu alasan. Mereka ”ditugaskan” untuk merubah hidup kita menjadi lebih baik atau lebih buruk. Tantangannya adalah kadang hikmah itu bisa datang dalam waktu yang cepat, bisa juga dalam waktu yang lama.

Misal, setelah kita putus dari seseorang dan kita merasa hancur dan patah hati. Beberapa bulan kemudian ternyata mantan kita itu tertangkap karena narkoba. Jika ini terjadi, pasti kita akan mengatakan : Syukurlah dia bukan lagi kekasihku. Atau, mungkin kita bertemu dengan orang yang jauh lebih baik dari mantan. Orang yang tidak akan kita temui jika kita masih berhubungan dengan mantan.

2. Semua Pengalaman Adalah Kesempatan

Semua pengalaman kita dengan seseorang akan membuka kesempatan kita menjadi orang yang lebih berkarakter. Setiap patah hati yang kita rasakan akan membuat kita juga semakin jago mencari orang yang tepat untuk masa depan bukan hanya sebuah sesaat.

Sekarang tinggal kita yang memutuskan bagaimana kita menanggapi pengalaman itu. Apakah akan menghancurkan kita dan menutup diri dari orang baru. Atau, menguatkan kita dan semakin membuka diri untuk mencari penggantinya.

Memang setelah kita patah hati, kita pasti sedih dan rasanya ingin nangis. Ya, gpp, sedihlah dan nangislah sepuasnya. Tapi setelah itu, bangkit dan move on! Kita akan terlihat lebih menarik jika kita tetap positif daripada terlihat sedih dan layu.

3. Tidak mendapatkan Apa Yang Kita Inginkan Bisa Jadi Anugrah

Jika suatu hubungan tidak berjalan mulus dan berakhir dengan menyedihkan, berterimakasihlah. Soalnya itu artinya dia bukan yang terbaik untuk kita. ”Tugas” mereka hadir dalam kehidupan sudah selesai dan saatnya mereka pergi. Jika sesuatu itu bagus untukmu, pasti akan terjadi. Jika tidak bagus, pasti itu akan berhenti di tengah jalan.

Jadi, berterimakasihlah pada mereka karena telah hadir dalam hidupmu dan menjadikan kamu lebih kuat dari sebelumnya. Kita akan temukan seseorang yang ”perannya” adalah untuk menjadi pasangan hidup kita hingga pernikahan dan menjadi tua bersama.

4. Stop Saling Menyalahkan

Tahu kata bijak “It takes two to tango”? atau artinya butuh dua orang agar hubungan berjalan dengan baik. Saling menyalahkan kenapa suatu hubungan berakhir tidak akan menyelesaikan masalah apapun. Rasa sakit karena patah hati akan semakin membesar dan berujung pada menutup diri dari orang baru.

Sebuah hubungan agar berhasil dan melangkah ke jenjang selanjutnya bukanlah pekerjaan mudah. Butuh kerja keras dari keduanya. Kadang, tidak jarang terjadi, setelah dicoba berbagai usaha agar berhasil, tapi tetap saja gagal.

Jika saat masih pacaran saja sudah banyak masalah yang tidak terselesaikan dan tetap dipaksakan untuk menikah. Maka pernikahan akan berjalan penuh liku dan tidak mudah. Akibatnya, akan saling menyalahkan. Padahal, sebuah hubungan akan berhasil jika keduanya saling berusaha untuk itu.

5. Bukan Kegagalan

Jika sebuah hubungan berakhir, janganlah berpikir bahwa kamu telah gagal. Kegagalan akan benar-benar terjadi jika kamu tidak belajar dari pengalaman itu dan tidak mengambil pelajaran. kadang kala pelajaran itu akan terus berulang hingga kamu jadi ”pintar” dan mulai paham apa hikmahnya.

6. Hati kita Itu Memiliki Otot

Walaupun sudah beberapa kali kita patah hati dan terluka, hati kita masih memiliki kekuatan untuk mencintai seseorang lagi. Rasa cinta itu tahu kapan kita harus terus memberi, kapan harus berhenti.Rasa takutlah yang membuat kita jadi terpuruk, menangis dan menyesali diri terus menerus.

Jika kita dikuasai oleh rasa takut maka kita akan  hati kita. Itu artinya, kita tidak memiliki kesempatan untuk membiarkan rasa cinta kita tumbuh.

About Bas