Minangkabau merupakan sebuah daerah di Sumatera yang terkenal akan cerita rakyatnya, yaitu Malin Kundang. Cerita rakyat tentang anak yang durhaka kepada ibunya dan dikutuk menjadi batu itu secara tidak langsung menunjukkan bahwa kekuatan seorang ibu memang tiada duanya; kasih sayangnya tidak terbatas, namun ketika disakiti beliau pun akan menunjukkan bahwa ibu bukanlah makhluk yang lemah. Selain cerita rakyatnya yang begitu terkenal, di daerah Padang juga terdapat salah satu kuliner lezat nan menggoda yang juga sudah sangat terkenal, dan dinobatkan menjadi makanan terenak di Indonesia bahkan di dunia! Ya, rendang, makanan yang berbahan dasar daging yang kaya bumbu. Masih banyak keunikan budaya Minangkabau yang patut kita lestarikan, terutama budaya kulinernya. Seperti apa keunikan kuliner di Minangkabau?

pesisir barat dan pantai timur). Daerah geografis inilah yang mempengaruhi kebiasaan hidup masyarakatnya, termasuk dalam hal kuliner. Masyarakat Minangkabau membedakan jenis makanan menjadi dua, yaitu jenis makanan sehari-hari dan jenis makanan untuk acara-acara khusus, seperti upacara adat dan lain sebagainya. Dan yang menjadi ciri khas lagi, makanan Minangkabau memiliki citarasa pedas yang membuat ketagihan.

Bahan makanan masyarakat Minangkabau tergantung dari apa yang ada di lingkungan sekitarnya. Ada yang berasal dari tanaman-tanaman seperti padi carai dan pulut disertai dengan kelapa, cubadak, paku dan rabuang. Ada pula yang berasal dari daging (hewani) seperti ikan, sapi, ayam, itik dan sebagainya. Namun, masakan Padang, sebutan lain dari masakan khas Minangkabau ini, lebih banyak menggunakan santan dan daging serta banyak rempah-rempah. Cara pembuatan makanannya pun berbeda-beda, ada yang dirandang, digulai, direbus, digoreng, diulam (disajikan mentah) dan lain sebagainya. Namun, masakan Padang lebih banyak dirandang. Selain itu, ada istilah makanan pokok dan makanan parabuang. Makanan pokok memiliki citarasa pedas dan gurih, sedangkan makanan parabuang memiliki citarasa yang manis (sebagai makanan penutup). Masakan Padang juga bebas dari alkohol dan lemak babi (halal).

Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat Padang juga membuat makanan untuk acara-acara khusus yang berkaitan dengan tradisi. Tidak jauh berbeda dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, masakan Padang tetap memberikan citarasa pedas dan gurih yang khas.

Contohnya seperti:

  • Randang (daging sapi yang dirandang)
  • Kalio (makanan yang dirandang setengah jadi).
  • Gulai toco (gulai tauco).
  • Taluabalado (telur yang disambal balado).
  • Talua dadar (telur dadar).
  • Goring ikan (ikan goring).
  • Singgang ayam (ayam panggang khas Minang).
  • Asam padeh dagiang (daging asam pedas).
  • Asam padeh ikan (ikan asam pedas).
  • Gulai ikan.
  • Ikan balado.
  • Gulai cubadak (gulai nangka).
  • Gulai tauco.
  • Gulai kambing.
  • Gulai putiah.
  • Bistik hati.
  • Dendeng balado.
  • Gulai paku (gulai pakis).
  • Gulai jariang (gulai jengkol).
  • Gulai cancang.

Masakan Padang memang didominasi oleh gulai. Selain itu, ada pula makanan-makanan selingan, seperti:

  • Sate Padang.
  • Sate Pariaman.
  • Sate Padangpanjang.
  • Pical (semacam ketupat atau lontong.
  • Dadiah (yogurt khas Minang, terbuat dari susu kerbau).
  • Lamang (ketan).
  • Lamang tapai (tapai).
  • Katupek Pitalah (semacam ketupat).
  • Katan durian.
  • Katan sarikayo.
  • Bubur kampiun (perpaduan dari bubur kacang ijo, kolak pisang, bubur ketan hitam, ketan sarikayo, lupis).
  • Bubur kacang padi.
  • Kolak kundua.
  • Bubua Cino (bubur china).

Minuman khas untuk menemani menyantap hidangan-hidangan tersebut pun beragam, misalnya:

  • Es tebak (terdiri dari potongan nangka.
  • Kolang kaling, cincau.
  • Kelapa muda.
  • Tape singkong.
  • Es campur.
  • Teh Talua (teh telur).
  • Jus Pinang.
  • Daun Kawa alias Kopi Daun.

Kuliner Minangkabau memang sangat unik dan bervariasi. Tak heran bila seluruh masyarakat Indonesia begitu mengagumi hidangan asal Sumatera Barat ini. Bagaimana dengan kuliner khas di daerah Anda?