Wednesday , October 28 2020

Membangun Kebiasaan Disiplin Yang Baik Pada Anak

Setiap orang tua meyakini bahwa pembentukan disiplin pada anak merupakan sebuah proses yang harus ditanamkan sedini mungkin. Orang tua menanamkan disiplin kepada anak dengan cara mengajarkan tata karma atau tingkah laku yang dianggap baik dan menghindari tingkah laku atau kebiasaan yang buruk.

Pendidikan disiplin pada anak bertujuan untuk membuat anak bertanggung jawab dan membuat anak menyadari bahwa terdapat konsekuensi terhadap segala tindakan yang dia lakukan. Dengan adanya pendidikan disiplin, anak mengetahui tingkah laku apa yang diharapkan darinya, sekaligus mengetahui akibat jika ia tidak menampilkan tingkah laku “disiplin” yang baik tersebut.

Dalam rangka mendisiplinkan anak , setiap keluarga memiliki peraturan masing-masing. Peraturan tersebut bisa berupa tata cara makan, hingga sopan santun atau tata karma dalam keluarga. Aturan yang biasanya diterapkan misalnya: waktu tidur anak paling lambat pukul delapan malam.

Penerapan disiplin tidak selamanya diterima dengan senang hati oleh anak. Reaksi anak terhadap disiplin yang dipaksakan ini adalah marah dan dia menunjukkan ekspresi yang beragam. Seorang anak dapat menunjukkan kemarahannya secara jelas kepada orang tua dengan sengaja melanggar peraturan yang telah ditetapkan orang tua. Namun, ia ia tak setuju diam-diam dia akan memendam rasa marahnya. Bersikap diam dan cenderung menarik diri. Dia merasa peraturan yang dibuat tidak adil dan dengan terpaksa dia patuhi.

Benarkan disiplin harus dipaksa sejak kecil? Inilah yang terjadi jika disiplin dipaksakan kepada anak, yaitu:

1. Disiplin Hanya Terjadi Sesaat Saja

Anak cenderung berlaku disiplin hanya saat ada orang tua. Hal ini dilakukan untuk menghindari hukuman. Ini perlu menjadi perhatian orang tua agar anak tak terbiasa “disiplin” hanya dibawah pengawasan.

2. Anak Cenderung Lebih Mengingat Hal-hal Negatif Dari Disiplin

Orang tua berharap agar anak dapat menjalankan disiplin dengan senang hati. Anak yang menjalankan disiplin dengan terpaksa akan merasa terbebani, dia akan tertekan dan akan melakukan pelanggaran sebagai protes terhadap paksaan orangtuanya dalam menjalankan disiplin.

Solusi yang dapat Anda lakukan adalah dengan membangun kebiasaan disiplin yang baik, yaitu:

2.1. Disiplin Harus Bersifat Membangun

Disiplin hendaknya bertujuan untuk membantu dan membimbing anak dalam menanamkan tingkah laku yang baik dan menghindari anak melakukan tingkah laku yang buruk. Disiplin bukan dibuat untuk membuat anak frustasi atau tertekan. Anak-anak harus merasa nyaman dan senang dalam menerapkan disiplin oleh orang tua mereka.

2.2. Disiplin Membuat Anak Mempunyai Pilihan Yang Bijaksana

Disiplin juga bertujuan untuk membimbing, mendidik, dan melatih anak agar ia mampu menentukan pilihannya sendiri secara bijaksana. Anak belajar bertanggung jawab atas tindakan yang dipilihnya dengan segala konsekuensinya. Tujuan disiplin bukan hanya agar anak mematuhi perkataan orang tua, tetapi tujuan jangka panjangnya agar anak dapat mendisiplinkan dirinya sendiri meskipun tanpa pengawasan orang tua.

2.3. Disiplin Harus Konsisten

Disiplin yang baik harus bersifat konsisten dalam merespon ketidakpatuhan. Dengan kata lain, disiplin diterapkan dalam situasi apa pun dan tanpa pilih kasih. Disiplin yang dijalankan hanya sekali-sekali menjadi kurang efektif dan dapat membingungkan anak.

2.4. Disiplin Sebagai Tanda Kasih Sayang Kepada Anak

Mendisiplinkan anak tidak berarti Anda harus menerapkan aturan-aturan yang keras. Disiplin juga bukan berarti Anda bersikap otoriter. Disiplin merupakan sarana untuk mendidik anak agar menjadi orang yang bertanggungjawab . Penerapan disiplin harus bersumber dari hati yang penuh kasih. Yakinkan anak Anda bahwa dirinya adalah bagian terbaik dari keluarga yang sangat Anda sayangi. Disiplin yang Anda terapkan harus menjadi wujud kasih sayang terhadap anak.

2.5. Disiplin Bersifat Rahasia

Disiplin itu hanya diketahui oleh anak-anak dan orang tua mereka. Jika anak melanggar disiplin orang lain tak perlu mengetahuinya, Anda tak perlu menegurnya di tempat umum. Anda dapat meluangkan waktu berdua untuk membicarakan pelanggaran disiplin yang dilakukan anak Anda.

About Bas