Saturday , October 24 2020

Masuk Angin Pada Ibu Hamil, Berbahayakah?!

Saat mengandung, sistem imun bekerja lebih lambat dari biasanya. Di satu sisi hal ini baik, karena itu artinya tubuh tidak menganggap janin sebagai ‘benda asing’ yang mesti dilawan keberadaannya. Akan tetapi di lain pihak, melemahnya imunitas juga menyebabkan tubuh tak bisa melawan kuman penyebab sakit seperti biasanya. Karena itu, ibu hamil rata-rata lebih rawan mengalami gejala masuk angin seperti hidung tersumbat, batuk, hingga sakit tenggorokan.

Pro-kontra seputar efek masuk angin terhadap janin

Bicara soal ada-tidaknya efek masuk angin terhadap janin, penelitian menunjukkan hasil pro-kontra. Ada yang menganggap masuk angin yang diderita bumil takkan berimbas pada janin dalam kandungan karena lingkungan rahim diperkirakan mampu melindungi buah hati dari sang virus.

Namun di sisi lain, hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Allergy, Asthma, and Immunology menunjukkan hal sebaliknya. Perempuan yang masuk angin selama hamil memiliki kecenderungan lebih besar melahirkan bayi pengidap asma. Semakin sering masuk anginnya, makin tinggi pula risiko bayi mengidap penyakit genetik tersebut.

Para ahli mendapati infeksi yang diderita bumil beserta paparan bakteri selama hamil tetap memiliki pengaruh terhadap lingkungan bayi dalam rahim. Oleh karenanya, ibu hamil harus ekstra hati-hati ketika berdekatan dengan penderita masuk angin yang mengalami gejala pilek atau bersin. Belum lagi, tak semua obat masuk angin aman untuk bumil.

Gejala masuk angin pada ibu hamil

Terkait hal itu, tak ada salahnya kita pelajari juga apa saja gejala masuk angin ketika mengandung. Masuk angin umumnya ditandai dengan sakit tenggorokan atau tenggorokan gatal yang berlangsung 1-2 hari saja. Gejala tersebut kemudian diikuti ciri-ciri lain seperti:

  • Hidung meler (diikuti hidung tersumbat).
  • Sering bersin.
  • Lemah.
  • Batuk kering, umumnya ketika masuk angin akan sembuh, yang berlangsung selama seminggu atau lebih.
  • Demam ringan (umumnya di bawah 37,7°C), tapi bisa juga tidak.

Penyebab masuk angin selama hamil

Sama seperti lainnya, penyebab masuk angin yang dialami bumil juga rhinovirus, yang mudah menular antar-perorangan. Diperkirakan ada lebih dari 200 jenis virus masuk angin, oleh karenanya kita sering mengalami sakit ini.

Berapa lama waktu yang diperlukan agar ibu hamil dapat sembuh dari masuk angin?

Masuk angin umumnya berakhir dalam 10-14 hari. Bila masuk angin tak kunjung sembuh dalam jangka waktu tersebut, beritahukan pada dokter. Siapa tahu ada infeksi lain atau flu yang jadi penyebabnya.

Beda antara masuk angin dan flu saat hamil

Separah-parahnya masuk angin, gejalanya pasti tetap lebih ringan ketimbang flu. Gejalanya biasanya datang berangsur-angsur dan umumnya tidak disertai demam. Sakit tenggorokan rata-rata sembuh dalam hitungan 1-2 hari, sehingga kemudian yang tertinggal hanyalah hidung meler dan batuk saja.

Lain halnya dengan flu, yang lebih parah dan gejalanya juga cenderung tiba-tiba dibanding masuk angin. Gejala flu umumnya meliputi:

  • Demam tinggi (biasanya antara 38,8-40°C).
  • Sakit kepala.
  • Menggigil.
  • Sakit tenggorokan yang kian memburuk pada hari ke-2 atau 3 (beda dengan masuk angin).
  • Nyeri otot.
  • Lemas dan lemah yang dapat berlangsung beberapa minggu atau lebih.
  • Bersin dan batuk yang mungkin semakin parah.

Terakhir, bagaimana cara mencegah masuk angin sewaktu hamil

Di samping menjauhi orang lain yang tampaknya sakit, cuci tangan lebih sering ketimbang biasanya juga bisa jadi upaya pencegahan. Saat mencuci tangan, lakukan dengan benar menggunakan air dan sabun. Hindari mengeringkan tangan dengan cara diangin-anginkan saja, namun gunakan handuk/ lap tangan. Bila perlu, bawalah hand sanitizer kemanapun Anda pergi (pilih yang kandungan alkoholnya minimal 60%).

Cara lainnya adalah dengan menjalani pola hidup sehat, cukup tidur, mengkonsumsi makanan bernutrisi, olahraga teratur, serta minum vitamin kehamilan dan juga probiotik.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *