Sunday , October 25 2020

Manfaat dan Tujuan Pendidikan Anak di Usia Dini ( PAUD )

Ruang Lingkup Pendidikan Anak Usia Dini

  1. Infant (0-1 tahun).
  2. Toddler (2-3 tahun).
  3. Preschool/ Kindergarten children (3-6 tahun).
  4. Early Primary School (SD Kelas Awal) (6-8 tahun).

Tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:

  1. Tujuan utama: Untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
  2. Tujuan penyerta: Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.

Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun (masa emas).

Ada sebuah puisi yang ditulis Dorothy Law Nolte :

  • Jika anak dibesarkan dengan celaan ia belajar memaki.
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi.
  • Jika anak dibesarkan dengan cemoohan ia belajar rendah diri.
  • Jika anak dibesarkan dengan hinaan ia belajar menyesali diri.

Namun :

  • Jika anak dibesarkan dengan toleransi ia belajar mengendalikan diri.
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan ia belajar percaya diri.
  • Jika anak dibesarkan dengan pujian ia belajar menghargai.
  • Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Puisi di atas memperlihatkan betapa pentingnya pendidikan bagi anak usia dini, yaitu anak usia 0-6 tahun. Hal ini terjadi karena usia dini merupakan usia yang sangat penting dalam perkembangan seseorang. Terutama dalam hal pengembangan intelegensi permanen dan penyerapan informasi. Pada masa ini, proses tumbuh kembang anak berlangsung sangat cepat.

Karena itu banyak para ahli yang menyebut masa ini sebagai masa emas (golden age periode). Sehingga idealnya orang tua memberikan bekal kepada anaknya melalui pendidikan (Pendidikan Anak Usia Dini, atau Taman Kanak-kanak). Ini adalah sebuah proses rangsangan pendidikan yang tidak semata dijalankan dengan pembinaan di bidang akademik semata.

Namun dibungkus dengan berbagai bentuk permainan kreatif dan menarik. Jadi anak menikmati setiap pelajaran yang dilalui. Karena dengan bermain, tidak hanya otak anak yang berkembang, namun juga syaraf motorik. Dengan begitu anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan pada tingkat selanjutnya.

Manfaat PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini )

Tidak hanya aspek kognitif anak yang dilatih, namun juga aspek-aspek lainnya, seperti: motorik halus, motorik kasar, seni, pembiasaan moral yang berkarakter, kemampuan sosial, bahasa, dan lain-lain. Pada tahap ini anak harus diperkenalkan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Apakah nilai agama, budaya, adat istiadat, hingga kebiasaan sehari-hari. Dengan begitu nantinya anak dapat hidup dan berbaur bersama masyarakat di mana ia tinggal.

Karena itu, pendidikan anak usia dini tidak hanya dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan saja. Pendidikan anak usia dini juga didukung oleh lingkungan tetangga di mana anak tinggal, teman sebaya, dan nenek yang lebih punya banyak waktu dalam pengasuhan cucunya. Namun yang terpenting dan paling utama adalah keluarga sebagai lingkaran terdekat anak.

Keluarga memegang peranan yang sangat penting. Bahkan dapat dikatakan bahwa keberhasilan pendidikan anak sangat ditentukan oleh peran keluarga. Meskipun peran lembaga pendidikan formal tidak bisa diabaikan begitu saja. Ayah dan ibu harus menjadi teladan bagi anak-anak.

About Bas